Lupa Sandi?

Mengintip Kuala Kencana, Kota Dengan Sistem Utilitas Bawah Tanah Pertama Di Indonesia

Irman Fatoni
Irman Fatoni
0 Komentar
Mengintip Kuala Kencana, Kota Dengan Sistem Utilitas Bawah Tanah Pertama Di Indonesia

Mendengar kata kuala mungkin sebagian dari kita akan merujuk pada suatu tempat di tanah melayu, seperti Kuala Namu di Medan atau Kuala Lumpur di Malaysia. Tapi tidak halnya dengan Kuala Kencana, daerah atau distrik ini ternyata terletak di Papua, tepatnya di Timika.

Papua memang selama ini di indentikan dengan kehidupan prasejahtera, meskipun pembangunan tengah menggeliat sekarang ini, akan tetapi kehidupan masyarakatnya masih banyak yang berada dipedalaman, tentu sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan gemerlap kota-kota di wilayah barat Indonesia apalagi kehidupan ibukota Jakarta.Tapi siapa sangka wilayah paling timur Indonesia yang terkenal kaya akan flora dan fauna ini telah memiliki kota yang terbilang modern dan maju.

Namanya adalah Kuala Kencana. Kota ini disebut sebagai kota pertama di Indonesia yang menggunakan utilitas bawah tanah untuk saluran kabel listrik dan komunikasi.Tidak ada tiang jalur kabel listrik atau kabel telepon yang terlihat di lingkungan ini karena semuanya tertanam rapi di dalam tanah. Tidak hanya itu kota ini juga memiliki sistem distribusi air terpusat, dan pengelolaan limbah terpadu. Mereka memiliki water treatment plant mandiri dengan standar air bersih yang tinggi sehingga air kran (tap water) yang ada di rumah-rumah sudah aman untuk langsung diminum (potable).

Kota yang diresmikan pada tahun 1995 oleh Presiden Soeharto ini dikelola oleh P.T Freeport di Indonesia. Secara administratif Kuala kencana termasuk distrik di Kabupaten Mimika, dengan ibukotanya Timika. Kuala Kencana berada di dataran rendah (lowland) bagian tengah-Selatan Papua setelah distrik Tembagapura di dataran tinggi (highland) yang dekat dengan Tambang Grasberg. Kuala Kencana juga dekat dengan Bandara Internasional Mozes Kilangin dan Pelabuhan Amamapare sebagai jalur distribusi barang tambangnya.

Suasana

Nuansa yang berbeda akan begitu terasa jika kita memasuki kota ini. Instalasi ucapan selamat datang yang dirancang indah, patung-patung etnik Papua, jalan lebar beraspal sempurna, serta di kiri-kanan jalan terhampar luas hutan hujan tropis yang subur dengan keanekaragaman hayati yang tinggi akan menyambut kita. Lingkungan Kuala Kencana sangat bersih, terawat, dan teratur. Tidak ada sampah yang berserakan di pinggir jalan. Rambu-rambu lalu lintas terpasang jelas di banyak tempat, segala petunjuk disajikan dalam dwibahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Di sepanjang jalan di Kuala Kencana telah dibangun pula jalur pejalan kaki dan sepeda. Selayaknya di negara maju, berbagai tempat parkir di Kuala Kencana pun selalu disediakan tempat parkir khusus sepeda lengkap dengan besi pengamannya. Di sina pengemudi mobil sangat santun. Mendahulukan pejalan kaki dan sepeda adalah hal yang utama, mengemudi di bawah batas kecepatan maksimal yang telah ditentukan rambu-rambu, menggunakan sabuk pengaman, dan parkir dengan tertib di garis parkir yang telah ditentukan.

Model rumah yang dibangun di Kuala Kencana sendiri menyerupai model rumah ala negara Barat. Perumahan ini dibangun rapi dan teratur, tanpa pagar dan halamannya dihiasi taman dengan hamparan rumput yang luas, hijau dan terawat. Di setiap komplek RT dilengkapi pula dengan sebuah playground. Selain rumah (landed housing), terdapat juga beberapa blok apartemen dan barak bergaya negara Barat dengan standar yang serupa.

Fasilitas

Fasilitas yang ada di Kuala Kencana pun boleh dibilang lengkap. Selain gedung perkantoran PTFI dan komplek perumahan karyawan, terdapat pula lapangan sepak bola, lapangan badminton indoor, lapangan futsal indoor, kolam renang Olympic size, lapangan golf, alun-alun (The Plaza), gereja, masjid, aula multipurpose building, bahkan shopping center lengkap dengan supermarket (Hero), salon (Rudy Hadisuwarno), perpustakaan, layanan perbankan (CIMB Niaga dan Mandiri), serta beberapa restoran barat dan oriental yang cita rasa dan mutunya terjaga ketat dengan standar tertentu (managed by PT Pangan Sari Utama, the largest industrial catering and food distribution company in Indonesia). Ada juga klinik dan medical services yang dikelola oleh International SOS serta sekolah internasional YPJ.

Sayangnya tidak semua orang bisa masuk ke kota Kuala Kencana. Hal ini karena Kuala Kencana merupakan kawasan terbatas yang dikelola oleh PTFI. Yang diperbolehkan masuk ke distrik ini hanya orang-orang dengan Universal ID PTFI atau yang telah memiliki ijin tertentu. Meskipun begitu, sistem pembangunan di Kuala Kencana ini sangat layak ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia. Semoga Kuala Kencana dapat meninspirasi kota-kota lain di Indonesia agar bisa berbenah, menata kota dengan rapi dan terencana agar dapat menjadi kota yang nyaman bagi masyarakatnya.

Sumber : kualakencana.com, travel.detik.com, www.kompasiana.com/riosuperstar
Sumber Gambar :facebook/cahyayustiario

Pilih BanggaBangga71%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang2%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau17%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IRMAN FATONI

Talk is evanescent, Writing leaves footprints. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie