Indonesia tidak lama lagi akan menghelat acara skala internasional. Di tahun 2018 nanti, Bangsa ini akan menjadi sorotan dunia karena menjadi tuan rumah bagi 29 cabang olahraga olimpiade tingkat Asia, atau yang akrab dikenal dengan Asian Games. Pemerintah pun berbenah dan membangun seluruh infrastruktur pendukung. Termasuk mempersiapkan logo dan maskot resmi sebagai upaya pemasaran ajang akbar ini. 

Asian Games 2018 yang bertuan rumah di Palembang dan Jakarta kali ini menempatkan burung khas Indonesia sebagai sosok utama, Burung Cendrawasih. Burung "surga" yang banyak ditemui di Papua tersebut menginspirasi pembuatan desain logo dan maskot untuk even bertajuk "Unity Beyond Diversity" tersebut. Namun sejak desain logo dan maskot tersebut diluncurkan Desember tahun lalu, Drawa atau maskot Asian Games 2018, dianggap tidak layak dan kurang kekinian. Sehingga memicu kontroversi di masyarakat terutama dikalangan desainer grafis tanah air.

Tidak ingin turut memperiuh suasana, sebuah jejaring kreatif di Indonesia, Kreavi, berusaha untuk mengakomodir aspirasi masyarakat khususnya para pegiat dunia desain untuk unjuk kebolehan mendesain ulang Drawa dengan versinya masing-masing. Tidak tanggung-tanggung Kreavi menggelar Sayembara dengan tajuk "Kreavi Challenge: RE-DRAW-A-MASCOT" dengan memberikan total hadiah uang tunai sebesar 30 juta rupiah.

Ajang sayembara yang digelar sejak awal tahun lalu tersebut telah berhasil menjaring 345 karya dari berbagai daerah di Indonesia. Dari ratusan karya desain grafis tersebut 17 juri dari kalangan profesional di berbagai bidang memilih 20 desain lalu diperkecil menjadi 10 desain terbaik untuk kemudian dilakukan pengambilan suara oleh masyarakat secara daring dan terbuka. Total terdapat 77.160 suara yang telah masuk dalam waktu satu minggu untuk memilih empat karya terbaik.  

"Ini bukti bahwa kreator-kreator Indonesia banyak yang potensial. Semoga hasil ini bisa dimanfaatkan oleh Kemenpora. Dan semoga pula, untuk hal-hal berbau kreatif ke depannya, pemerintah bisa selalu berkolaborasi dengan kreator dan komunitas kreatif di Indonesia," ujar salah satu juri sayembara, Faza Meonk, yang juga CEO sebuah perusahaan aktivasi intelektual properti lokal, Pionicon, seperti dikutip dari DetikSport.

Banyaknya karya desain yang masuk membuktikan bahwa di Indonesia terdapat anak-anak bangsa yang memiliki potensi. Termasuk jumlah suara pemilih yang relatif tinggi menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap tanah airnya. 

"Maskot yang menjadi finalis sudah menunjukkan kualitas global dan ini adalah bukti kreativitas yang dimiliki para designer lokal kita yang tergabung di Kreavi. Harapan saya pemerintah sebaiknya bekerja sama dengan pihak Kreavi untuk bisa menggunakan maskot yang sudah dihasilkan ini," timpal Andi Martin, CEO Kratoon yang merupakan Co-Founder POPCON ASIA, event pop culture yang fokus men-support kreator lokal.

Para pemenang Kreavi Challenge untuk karakter Drawa (Gambar: Kreavi.com)
Para pemenang Kreavi Challenge untuk karakter Drawa (Gambar: Kreavi.com)

Peraih juara dalam sayembara ini adalah desain maskot rancangan Hendy Setiawan Santoso dari Surabaya. Sedangkan juara kedua diraih oleh Yudianto Rahardjo yang juga dari Surabaya. Kemudian untuk juara ketiga ditempati oleh Lutfi Herdiansyah dari Yogyakarta. Selain itu juga terdapat karya terfavorit yang mendapat suara terbanyak dari publik yaitu desain maskot rancangan Amirul dari Soloa. 

Meski pemenang telah terpilih, namun masih belum ada kabar tentang apakah desain terbaik tersebut nantinya akan diajukan untuk menjadi desain resmi menggantikan desain Drawa yang lama. Kreavi sendiri menyebutkan bahwa sayembara itu tidak terkait dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) sebagai penyelerenggara resmi Asian Games 2018. Terlepas dari hal tersebut, sayembara ini membuktikan bahwa talenta Indonesia memang juara. 

Kreavi Challenge sendiri merupakan sebuah wadah tantangan yang diadakan oleh Kreavi untuk para desainer grafis di seluruh Indonesia dengan beberapa tema khusus. Seperti Kreavi Challenge pada bulan November tahun lalu yang didedikasikan untuk Hari Pahlawan di Surabaya dengan tajuk City of Heroes.


Sumber : DetikSport
Sumber Gambar : Arief Bagus/Bola.com; Kreavi

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu