Pria Pematang Siantar Satu-Satunya Anak Bangsa yang Terpilih Sebagai YGL 2016

Pria Pematang Siantar Satu-Satunya Anak Bangsa yang Terpilih Sebagai YGL 2016
info gambar utama

Di saat Indonesia sedang booming bisnis digital, anak-anak bangsa berprestasi mulai bermunculan. Mereka kebanyakan adalah pemuda-pemuda bertalenta yang berhasil mengembangkan bisnis dengan memaksimalkan potensi internet. Salah satu anak bangsa itu adalah William Tanuwijdaya yang pada tahun 2016 ini terpilih sebagai Young Global Leader dari Indonesia untuk The Forum of Young Global Leaders yang diadakan setiap tahun oleh World Economic Forum (WEF).

WEF merupakan yayasan nirbala yang berbasis di Swiss dan didirikan oleh Klaus Schwab yang memiliki misi untuk membawa dunia menjadi lebih baik melalui bisnis, politik, dan akademis.

Pada The Forum of Young Global Leaders ini, William yang dikenal sebagai salah pendiri Tokopedia, sebuah marketplace daring yang cukup populer di Indonesia bersanding dengan 121 Young Global Leaders (YGL) lainnya dari seluruh dunia. Mereka bergerak di sektor nirlaba, sains dan teknologi, akademis, seni dan budaya, masyarakat sipil, kebijakan dan pemerintahan, media dan pengusaha sosial.


Sekilas tentang Tokopedia, perusahaan digital ini merupakan perusahaan pertama yang berhasil yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun di Asia Tenggara dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI).

Caption (Sumber Gambar)

Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara itu sendiri terpilih bersama 14 Young Global Leader dari Asia Pasifik dari berbagai industri dan profesi. Seperti Samantha Freebaim yang merupakan pilot wanita untuk angkatan udara Australia, atau Ohtani Ojun yang merupakan Pendeta Utama di Kuil Judo-Shihu Jepang.

Selain itu dalam kelas 2016 ini terdapat Farida Bedwei, perempuan pendiri Logiciel, sebuah perusahaan perangkat lunak papan atas di Ghana. Perempuan yang lahir dengan selebral palsi tersebut dianggap sebagai perempuan paling berpengaruh di teknologi finansial di Ghana. Semangatnya untuk membantu para penyandang difabel di Afrika menjadi alasan kuat mengapa dia terpilih.

WEF mengungkapkan bahwa para pemimpin tersebut merupakan para ilmuwan-ilmuwan brilian, entrepreneur berpretasi, investor teknologi, aktifis yang inovatif dan memiliki mindset sosial yang berumur dibawah 40 tahun. Mereka dipilih dari setiap wilayah di dunia melalui proses nominasi dan seleksi berdasarkan kriteria yang bermacam-macam sehingga terlihat bagaimana dampak dan komitmen tokoh tersebut terhadap masyarakat disekitarnya.

The Forum of Young Global Leaders sendiri merupakan komunitas yang memiliki tiga tujuan yaitu kolaborasi, pembelajaran dan aksi. Ketiganya menjadi prinsip terintegrasi untuk para menantang para anggotanya untuk menjadi pemimpin yang lebih baik baik untuk kualitas personal maupun profesional.

Sumber : WEF
Sumber Gambar : Adam Dwi / Media Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini