2020 yang Menjanjikan

2020 yang Menjanjikan

2020 yang Menjanjikan

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pasar e-commerce di Indonesia akan bergerak pesat dari US$ 1,3 miliar pada 2015, menjadi US$ 7,9 miliar pada 2020.

Demikian sebuah laporan hasil riset Accenture, sebuah lembaga konsultan yang bergerak di bidang teknologi digital, yang dirilis di Singapura.

Managing Director Accenture Digital, Mohamed Sirajuddeen menuturkan, salah satu faktor yang mendorong perkembangan pasar e-commerce di Indonesia adalah efektivitas berbelanja secara online.

Hal serupa ditemukan di negara lain yang juga menjadi objek riset, yakni China dan Singapura.

"Bagi konsumen di Asia, khususnya China, Singapura, dan Indonesia, bagi mereka waktu adalah hal yang sangat berharga. Berbelanja via online sangat memudahkan hidup mereka," kata Sirajuddeen.

Indonesia, kata dia, memiliki populasi muda yang begitu besar, dengan penggunaan gawai seperti ponsel cerdas yang begitu masif.

Bonus demografis dan kecanggihan teknologi yang digunakan menjadi daya dorong pesatnya aktivitas belanja online di Indonesia.

Selain itu, faktor kenyamanan yang ditawarkan dalam aktivitas belanja online juga menjadi perhatian konsumen di Indonesia.

Menjanjikan ! | foto gemvisa.com.nz
Menjanjikan ! | foto gemvisa.com.nz



Sirajuddeen menuturkan, terjebak macet ketika pergi berbelanja sangat membosankan.

Ditambah lagi, saat ini pemerintah Indonesia tengah meningkatkan infrastruktur telekomunikasi, seperti jaringan pita lebar (broadband) serta teknologi 4G.

Perilaku Konsumen

Sirajuddeen menyatakan, terdapat perbedaan gambaran soal perilaku konsumen di tiga negara, Indonesia, Singapura, dan China.

Konsumen di Indonesia, sebut Sirajuddeen, masih ragu-ragu menggunakan pembayaran kartu kredit dibandingkan konsumen di Singapura.

Konsumen di Indonesia juga relatif tidak percaya diri menggunakan platform e-commerce lokal, tidak seperti konsumen di China yang masif menggunakan Alibaba.

Terakhir adalah soal ketepatan waktu pengiriman barang yang dipesan. "Tetapi saya yakin, di Indonesia pasar e-commerce bakal terus berkembang, seiring dengan perkembangan waktu maupun ekosistem yang mendukungnya," ucap Sirajuddeen.

Sebagai pembanding, laporan Accenture memperlihatkan pasar e-commerce di Singapura saat ini mencapai US$ 3,4 miliar, dan diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 6 miliar pada 2020.

Kompas.com

gambar utama: curiousmindbox.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Makna Batik Parang yang Tak Sembarangan Sebelummnya

Makna Batik Parang yang Tak Sembarangan

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.