Teh Hitam Asal Tanah Kerinci Menjadi Teh Terbaik Dunia

Teh Hitam Asal Tanah Kerinci Menjadi Teh Terbaik Dunia

Teh Hitam Asal Tanah Kerinci Menjadi Teh Terbaik Dunia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ada berbagai macam jenis teh yang ada di dunia ini. Namun, teh hitam yang diproduksi oleh Perkebunan Kayu Aro disebut-sebut sebagai teh dengan kualitas terbaik di dunia.

Perkebunan Teh Kayu Aro sendiri pertama kali di buka oleh orang Belanda dengan nama Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NVHVA). Perusahaan penghasil teh terbaik di dunia ini berada pada ketinggian 1600 mdpl di kaki gunung kerinci, kabupaten Kerinci propinsi Jambi dan memiliki luas lebih dari 3000 hektar. Dengan ketinggian 1.400 – 1.600 mdpl Perkebunan Teh Kayu Aro menjadi perkebunan tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya.

Baca juga: Jutaan Dolar Transaksi Teh Indonesia di California

Saat ini pengawasan perusahaan teh ini dibawah PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI), mulai dari perawatan dan pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, pengemasan hingga pengiriman.

Teh Kayu Aro memiliki aroma yang kuat. Hal itulah yang membuat teh hasil olahan perusahaan yang berada di daerah dengan slogan Sakti Alam Kerinci ini dinikmati oleh bangsawan eropa, diantaranya adalah Ratu Elizabeth dari Inggris dan Ratu Beatrix dari Belanda.

Teh Kayu Aro yang termasuk dalam teh hitam terbagi menjadi 3 grade, grade pertama merupakan teh kualitas terbaik dan khusus untuk pasar ekspor. Hal itulah yang membuat Teh Kayu Aro tak begitu populer di Indonesia karena hanya dijual di luar negeri. Sedangkan grade kedua dan ketiga digunakan sebagai bahan campuran teh-teh yang beredar di Indonesia.

Untuk produksi Teh Kayu Aro sendiri dibedakan menjadi 2 jenis teh olahan, teh ortodoks dan teh CTC. Teh ortodoks adalah jenis teh yang sering kita temui pada umumnya. Sedangkan yang kedua adalah teh dengan cara pengolahan CTC yaitu Crush-Tear-Curl, yang artinya peras-remas-kriting. Hasil akhir dari pengolahan metode CTC adalah butiran-butiran kecil seperti kristal. Teh dengan metode ini merupakan komoditi andalan untuk ekspor ke Eropa, negara Balkan, hingga Timur Tengah.



Sumber : www.kompasiana.com tahunggasih.blogspot.co.id
Sumber Gambar Sampul : teaguide.wordpress.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga62%
Pilih SedihSedih23%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi15%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Saint Mary’s University untuk Warga Indonesia Sebelummnya

Saint Mary’s University untuk Warga Indonesia

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Imama Lavi Insani
@imalavins

Imama Lavi Insani

http://imalavins.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.