Permudah Petani Jual Hasil Panen, 1000 Toko Tani Bakal Dibuka

Permudah Petani Jual Hasil Panen, 1000 Toko Tani Bakal Dibuka
info gambar utama

Permasalahan jalur distribusi pangan di Indonesia yang terlalu panjang sering kali lebih merugikan petani, sebab para petani harus rela menjual hasil panennya dengan harga rendah, meski harga dipasaran terus naik. Namun kini, melalui inisiatif Menteri Pertanian Amran Sulaiman, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan adanya seribu toko tani Indonesia (TTI) yang akan dibuka oleh Kementan.

Seperti dilansir oleh Republika.co.id Senin (17/05/2016) Amran menjelaskan bahwa keberadaan toko tani Indonesia dapat mendekatkan hubungan antara produsen (petani) dan konsumen (masyarakat). Harapannya langkah ini dapat memotong rantai suplai lebih singkat sehingga dapat menekan harga komoditas seperti bawang merah, cabai dan beras yang sering melonjak tinggi di pasaran terutama menjelang hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri.

"Ini program berkelanjutan, target tahun ini 1.000 Toko Tani kita bangun. Prinsip penjualannya sedikit kali banyak, untungnya sedikit tapi pembeli banyak dan terus-menerus. Nanti struktur pasar baru dibentuk sehingga petani dan konsumen tersenyum," jelas Amran kepada Detik.com

Sementara itu, Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, keberadaan toko tani ini dianggap tidak berbenturan dengan eksistensi perusahaan yang dipimpinnya. Menurut Djarot, TTI justru bisa bekerja sama dengan Bulog memberikan harga komoditas pangan yang terjangkau masyarakat.

Toko Tani (Foto: muba-pos.com)
info gambar

"Kami bekerja sama menjaga kestabilan harga pangan seperti yang diharapkan pemerintah," kata Djarot.

Adanya Toko tani ternyata juga mendapat tanggapan positif di beberapa daerah yang dipilih sebagai lokasi pengembangan awal. Seperti yang ada di Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ) menilai, keberadaan TTI memang dapat menekan harga beras. Keberadaannya juga diyakini dapat menyerap hasil pertanian dari petani lokal dan menjaga stabilitas harga pangan serta mempercepat penjualan produk pertanian. Inisiatif ini dinilai juga dapat secara tidak langsung mensejahterakan para petani.

Sumber : Republika.co.id ; Detik.com
Sumber Gambar Sampul : beritadaerah.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini