Bali akan Punya Bandara Terapung, 3 X lebih Besar dari Bandara Ngurah Rai

Bali akan Punya Bandara Terapung, 3 X lebih Besar dari Bandara Ngurah Rai

Bali akan Punya Bandara Terapung, 3 X lebih Besar dari Bandara Ngurah Rai

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Jika anda pernah mendarat di Kansai Internasional Airport di Osaka, anda tentu mafhum bahwa bandara besar ini sebenarnya mengapung di lautan. Bandara ini mengapung di atas pulau buatan di tengah teluk Osaka. Bandara ini 'terpaksa' di bangun di tengah laut untuk menghindari polusi udara maupun suara yang disuarakan oleh penduduk kota setempat, dan akhirnya diputuskan bandara raksasa ini dibangun tidak di atas daratan.

Bandara Kansai | airport-technology.com
Bandara Kansai | airport-technology.com

Inilah bandara yang dibangun dengan biaya yang sangat mahal (hampir $20 milyar). Begitu rumit dan raksasanya proyek ini, bandara Kansai dinobatkan sebagao salah satu dari sepuluh struktur yang diberikan Penghargaan "Rekayasa Sipil Monumen dari Milenium" yang diberikan oleh American Society of Civil Engineers.

Bandara terapung pertama di Indonesia kabarnya juga akan dibangun, yakni di kawasan Bali utara tepatnya di Buleleng. Bandara dengan luas 1.400 hektare ini bakal mirip kapal induk, karena landasan pacu (runway) akan mengapung di atas laut. Tak hanya itu, konseptnya akan menjadi green airport, air dari laut, energi dari arus laut dan matahari. Dengan model terapung ini, maka pembangunan bandara baru ini tidak sampai mengganggu areal persawahan dan pemukiman.

Rancangan bandara apung
Rancangan bandara apung

Pembangunan bandara ini terdiri dari airport, power plan, runway dengan terminal, dan marina cruise.

Bandara baru ini akan mengusung konsep Green Airport sehingga untuk power plan (pembangkit listrik) akan memanfaatkan energi dari arus laut, solar cell, dan geothermal dengan kapasitas 35 Mega Watt.

Bandara baru ini nantinya memiliki daya tampung 3 kali lebih besar dibandingkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berkapasitas 2.700.000 orang per hari.

Bagaimana menurut anda?

---

Sumber dan referensi:

The Jakarta Post

Tribun News

Wikipedia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga47%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau25%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pelajaran dari "Kudeta" Brazil, dan Menu Barunya bagi Indonesia Sebelummnya

Pelajaran dari "Kudeta" Brazil, dan Menu Barunya bagi Indonesia

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.