Saya rasa Indonesia sebagai negara maritim, yang 2/3 bagiannya adalah lautan, butuh perkembangan teknologi yang mendukung. Karena pemerintah belum menyentuhnya, kami mahasiswa yang akan memulai.” ungkap Zulfah Zikrina seperti dilansir dari cikalnews.com.

Bersama rekannya, Aldwin Akbar Hermanudin, Zulfah akan kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi robot air (aquatic robot) tersohor, International RoboBoat Competition ke-9 di Virginia, Amerika Serikat, pada 4-6 Juli 2016. Mewakili tim riset muda Autonomous Marine Vehicle Universitas Indonesia, yang terdiri dari 30 mahasiswa lainnya, Zulfah dan Aldwin akan menjagokan Makara 05 dan Makara 06, teknologi maritim ciptaan mereka,  untuk dipamerkan ke mata warga dunia.

Makara 05 dan Makara 06 tergolong sebagai drone pertama yang menerapkan konsep Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Autonomous Underwater vehicle (AUV). Keduanya saling melengkapi; robot tak berawak yang bisa berlayar dan menyelam. Fungsi tersebut bisa mendukung pelaksanaan observasi laut karena tim Autonomous Marine Vehicle melekatkan fitur kamera yang dapat memotret objek dan warna di bawah laut. 

Di permukaan Danau UI, Makara 05
Di permukaan Danau UI, Makara 05

Pencapaian tim Zulfah dan Aldwin, dkk hingga berlabuh ke kompetisi teknologi perairan internasional tidak ditempuh dalam sekejap mata. Bukan main mereka merancang dan menyertakan Makara 05 dan 06 dalam berbagai pengujian. Makara 05 selesai dibuat pada Desember 2015, mencapai masa pembuatan 1,5 tahun, setelah tim Autonomous Marine Vehicle mengikuti perlombaan Kapal Cepat Tak Berawak Nasional tahun 2014.

Melalui rentetan evaluasi, niat mereka dilanjutkan dengan merancang Makara 06 sebagai drone bawah laut yang bisa menyelam selama 4 jam hingga kedalaman 100 meter untuk mengobservasi kehidupan laut. Pembuatan Makara 06 berlangsung dalam waktu yang lebih singkat, yaitu 6 bulan. Pada 2015, Tanoto Foundation mengakui keandalan Makara 05 dan Makara 06 ketika berhasil menyabet juara 1 Tanoto Student Research Award 2015.

Sesuai dengan visi Indonesia menjadi poros maritim dunia yang dituturkan Presiden Jokowi dalam KTT Asia Timur 2015 di Myanmar, Makara 05 dan Makara 06 berpotensi tegak menopang infrastruktur perairan Indonesia. Tidak hanya memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan kelautan Indonesia, melainkan juga dapat melaksanakan misi kemanusiaan apabila terjadi musibah di lautan.

Semangat generasi muda di sini terlihat mampu mengintip peluang dan melahirkan terobosan baru. Peluang itu tidak diwujudkan begitu saja tanpa niat tulus dan yakin akan manfaaat hal-hal kecil. Indonesia bisa jadi acuan meskipun perlahan berjalan. Pantau dan terus kembangkan harapan, shall we?

Sumber : Pemuda MaritimCikal NewsBisnis.com 
Sumber Gambar Sampul : Vivanews

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu