Selain Gili Labak, Madura masih memiliki pulau indah dan masih perawan. Pulau Giliyang namanya. Keindahan pulau kecil yang berada di ujung Jawa Timur ini masih belum terjamah dan sepi pengunjung. Tidak kalah dengan deretan pantai di Lombok, Pulau ini memiliki pantai yang bernama pantai Gili Iyang yang masih sangat asri dengan udara yang segar.

Pulau ini sempat dianggap hilang oleh penduduk setempat pada jaman kolonial Belanda. Ini dikarenakan Pulau Giliyang merupakan pulau yang baru ditemukan diantara pulau-pulau disekitarnya yang telah ada sejak dulu. Karena kemunculannya secara misterius, masyarakat menamainya dengan Gili Elang atau Pulau Elang yang berarti 'pulau yang hilang' dalam bahasa Madura.

Tebing di pinggil Pantai Gili Iyang, Sumenep, Madura. Sumber:http://wisatasumenep.com
Tebing di pinggir Pantai Gili Iyang, Sumenep, Madura. Sumber:wisatasumenep.com

Kisah menarik selanjutnya adalah saat pertama kali pulau ini ditemukan, pulau Giliyang dipenuhi dengan orang-orang gila. Sehingga penduduk masih ada yang menamakannya Gila Iyang, yang berarti 'gila dari nenek moyang'. Karenanya banyaknya orang gila yang ditemukan di pulau tersebut, warga menganggap pulau ini sempat menjadi tempat buangan orang-orang gila pada jaman dulu.

Setelah melalui proses verifikasi Tim Pembakuan Nama Rupabumi tahun 2006, pulau ini kemudian dinamakan Pulau Giliyang dan dikenal oleh masyarakat Sumenep sampai sekarang. Dibalik cerita yang melegenda itu, tidak ada yang menyangka bahwa kadar oksigen di Pulau Giliyang merupakan terbaik kedua di dunia setelah Yordania.

Hal ini terbukti saat tim Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN pada akhir 2006 lalu melakukan penelitian di daerah pulau Giliyang.Kemudian pada 27 Desember 201, Badan Lingkungan Hidup Sumenep bersama pihak Bappeda melakukan pengkajian ulang terhadap pulau Giliyang. Dari hasil penelitian tersebut tercatat bahwa kadar oksigen di pulau ini tetap 21,5%  atau 215.000 ppm, kemudian karbondioksida 265 ppm dengan ambang batas 387 ppm, dan  tingkat kebisingan 36,5 db.

Keindahan Pantai Gili Iyang. Sumber:antonprasetyo.com
Keindahan Pantai Gili Iyang. Sumber:antonprasetyo.com

Nilai kandungan oksigen di pulau tersebut antara 3,3-4,8% diatas normal disaat wilayah lain hanya memiliki nilai konsentrasi oksigen 20,9% dan LEL 0,0%. Karena tingginya kadar oksigen di daerah tersebut, tidak heran jika warga yang tinggal di pulau Giliyang memiliki umur panjang. Rata-rata usia warga yang tinggal di pulau tersebut mencapai usia 80-90 tahun.

Meskipun sudah lansia, namun menurut penduduk setempat banyak warga yang tetap beraktifitas sebagai nelayan dan memiliki daya ingat yang kuat. Sehingga dengan bukti dan statusnya ini, pemerintah Sumenep menjadikan Pulau Giliyang sebagai destinasi wisata kesehatan.

Letak Pulau Giliyang. Sumber:antonprasetyo.com
Letak Pulau Giliyang. Sumber:antonprasetyo.com

Walaupun masih sepi pengunjung, namun pulau ini telah dihuni oleh 3.620 kepala keluarga (KK) atau 8.600 jiwa. Keindahan bawah laut juga dapat memanjakan pengunjung dengan aktifitas diving atau snorkling.

Pulau Giliyang letaknya tidak jauh dengan Gili Labak. Yakni berada di desa Dungkek, Kecamatan Dungkek yang berjarak sekitar 28 km dari pusat Kabupaten Sumenep.




Sumber : skalanews.com  humaspemkabsumenep
Sumber Gambar : liputan6

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu