17-an di Inggris: Dari Durham ke Dunia

17-an di Inggris: Dari Durham ke Dunia

17-an di Inggris: Dari Durham ke Dunia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Pada tanggal 13 Agustus 2016, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Durham University, Inggris menyelenggarakan Indonesian Food and Cultural Festival (Indofest). Acara ini berhasil menarik sekitar 200 pengunjung warga lokal Inggris, pelajar internasional, dan para staf di Durham University.

Acara ini diselenggarakan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus dan memperkenalkan budaya dan keindahan alam Indonesia kepada dunia internasional.

Tentu saja, ada permaian khas 17 Agustusan, seperti lomba makan kerupuk dan lomba memasukkan pena ke dalam botol. Para pemenang mendapatkan hadiah suvenir khas Indonesia.

Lomba Makan Kerupuk di Indofest Durham, Inggris
Lomba Makan Kerupuk di Indofest, Durham, Inggris

Dengan merogoh kocek sebesar £2 atau Rp 35.000, pengunjung dapat mencicipi makan siang khas Indonesia, seperti sate ayam lontong, tempe mendoan, gado-gado, cimol, cilok, kue lapis batik, rujak buah, pisang goreng dan masih banyak lagi. Sambil santap siang, pengunjung disuguhi pertunjuka Tari Yapong dan “live” musik tradisional dari para pelajar Indonesia.

Acara ini juga menampilkan beberapa stand aktivitas tempat pengunjung bisa berpartisipasi, seperti stand baju tradisional dari berbagai provinsi, kerajinan tangan, gamelan, angklung, stand Bahasa Indonesia, dan stand pariwisata dimana para pengunjung dapat bertanya dan mendapatkan informasi melalui VR goggles dan layar LCD.

Pengunjung belajar gamelan di Indofest Durham, Inggris
Pengunjung belajar gamelan di Indofest Durham, Inggris

Menariknya, para pengunjung yang sudah belajar cara memainkan angklung dan gamelan, juga diundang untuk tampil untuk menunjukkan hasil latihan mereka dan beberapa pengunjung yang telah mencoba mengenakan pakaian tradisional Indonesia juga diajak untuk memamerkan dalam mini fashion show ke atas panggung.

Puncak acara ini diisi dengan pertunjukan tarian Ratoh Jaroe yang sungguh mengagumkan. Kemudian, pengunjung diundang untuk berpartisipasi naik ke atas panggung untuk menari Tarian Sajojo.

Caption (Sumber Gambar)

Teman-teman panitia PPI Durham bercerita walaupun mereka jauh dari tanah air tercinta, mereka ingin tetap memeriahkan perayaan 17 Agustusan dan kami sangat senang karena dengan adanya acara ini, mereka dapat turut mempromosikan Indonesia kepada rekan-rekan dunia.



Sumber : PPI Durham
Sumber Gambar Sampul :PPI Durham

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pesona Olahan Singkong Semarakkan Hari Kemerdekaan Sebelummnya

Pesona Olahan Singkong Semarakkan Hari Kemerdekaan

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.