17-an di Inggris: Semangat Kemerdekaan dari Newcastle

17-an di Inggris: Semangat Kemerdekaan dari Newcastle

17-an di Inggris: Semangat Kemerdekaan dari Newcastle

Belajar dan menetap di negara lain tak membuat para pelajar Indonesia di Newcastle upon Tyne, Inggris, lupa akan rasa cintanya pada Tanah Air. Pada hari Rabu, 17 Agustus 2016 kemarin, sekitar 60 orang pelajar Indonesia yang terhimpun dalam Perkumpulan Pelajar Indonesia Newcastle (PPI Newcastle) berkumpul di Nuns Moor Park, sebelah barat kota Newcastle, untuk merayakan hari kemerdekaan RI yang ke-71.

Bekerja sama dengan komunitas Al-Imanu, sebuah paguyuban mahasiswa Indonesia di Newcastle berbasis Islami, PPI Newcastle mengadakan permainan-permainan khas Indonesia seperti balap karung dan lomba makan kerupuk untuk anak-anak, serta lomba membawa kelereng menggunakan sendok dan futsal untuk dewasa.

“Hanya saja futsal kali ini berbeda dengan yang lain karena bermainnya menggunakan sarung”, kata Yunita Purnama Sari, sekretaris PPI Newcastle periode 2015/2016.

Lomba Balap Karung di Newcastle, Inggris
Lomba Balap Karung di Newcastle, Inggris

Untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan tahun ini, disediakan menu makanan spesial yaitu tumpeng nasi kuning persembahan dari ibu-ibu Al-Imanu, lengkap dengan lauk pauknya yang khas Indonesia seperti telur balado, kering kentang dan perkedel jagung.

“Biar makin meriah, kami juga tak lupa dengan dekorasi dan dress code yang semuanya merah putih”, Yunita menambahkan.

Wahdan Ismudiar, seorang mahasiswa postgraduate di Newcastle University, menyatakan semangat cinta Tanah Air sangat terasa dalam perayaan hari kebangsaan ini.

“Semua orang Indonesia di Newcastle dari berbagai jenjang studi dan kalangan berkumpul disini untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Merasakan 17-an di luar negeri membuat saya merasa sangat bersyukur untuk bisa menuntut ilmu sampai ke sini, namun juga tetap ingat untuk menjaga semangat nasionalisme”, ucap Wahdan.

Lomba Makan Kerupuk di Newcastle, Inggris
Lomba Makan Kerupuk di Newcastle, Inggris

Mengenai arti kemerdekaan itu sendiri, Wahdan dan Yunita sama-sama berharap agar Indonesia bisa benar-benar merdeka dari kesenjangan pendidikan dan ekonomi.

“Merdeka berarti memiliki pendidikan yang layak, sehingga kualitas sumber daya manusia Indonesia meningkat dan bisa membantu pemerintah mencari solusi dari masalah yang ada, bukan hanya menuntut”, Yunita berpendapat.

Wahdan menambahkan, kemerdekaan juga berarti kebebasan berpikir dan bertindak. “Dapat berkarya dalam bidang yang disukai secara adil dan bertanggung jawab, menurut saya adalah arti kemerdekaan secara pribadi”, ucap Wahdan.

Peserta Perayaan 17an
Peserta Perayaan 17an

Diakhiri sekitar pukul 2 siang waktu setempat, acara ini tidak hanya untuk menyalurkan semangat kebangsaan dari para pelajar, namun juga untuk menjalin silaturhami antar sesama warga negara Indonesia.


Sumber : Livia Stella Putradjaja, PPI Newcastle
Sumber Gambar Sampul: http://www.ncl.ac.uk/

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inilah Pendiri Surat Kabar Pertama Milik Pribumi Indonesia Sebelummnya

Inilah Pendiri Surat Kabar Pertama Milik Pribumi Indonesia

Rimba Baca, Perpustakaan yang ‘Lebat’ Ilmunya Selanjutnya

Rimba Baca, Perpustakaan yang ‘Lebat’ Ilmunya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.