Lupa Sandi?

Menengok Taman Paling Ujung Timur Indonesia

Agustina  Suminar
Agustina Suminar
0 Komentar
Menengok Taman Paling Ujung Timur Indonesia

Wilayah Indonesia yang terdiri dari lautan dan daratan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Perbatasan identik dengan terasing dan jejak NKRI yang masih kabur. Namun berbeda dengan Merauke. Meskipun terletak di paling ujung timur Indonesia, namun di distrik ini terdapat taman yang berhadapan langsung dengan Papua Nugini. Taman ini bernama Taman Sota.

Sumber: indonesiakaya
Sumber: indonesiakaya

Sota merupakan distrik yang berada dalam wilayah administratif Kabupaten Merauke. Jarak Sota dari Kabupaten Merauke adalah 80 km, yang dapat ditempuh selama 1-2 jam perjalanan dengan melewati Kampung Wasur dan Kawasan Taman Nasional Wasur. Bila beruntung, pengunjung dapat bertemu dengan Kangguru Tanah yang hidup di sekitar tempat ini. Walaupun terletak di perbatasan, kondisi jalan sepanjang Merauke – Sota sudah cukup baik dan beraspal.

Memasuki taman ini, pengunjung akan disambut dengan papan selamat datang dengan nuansa merah putih. Papan bertuliskan "Bahasa Indonesia, penjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI” mengesankan bahwa jiwa nasionalisme dan NKRI masih utuh ditempat ini. Taman Sota adalah pos terakhir wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini. Tak heran sebelum memasuki taman ini, pengunjung harus melewati pos penjagaan oleh petugas TNI dan POLRI.

sumber: indonesiakaya
sumber: indonesiakaya

Selain papan selamat datang, gapura taman menunjukkan lambang Negara Garuda Pancasila serta nuansa merah putih di banyak sudut taman. Ini menambah kesan nasionalisme bagi pengunjung. Terlebih saat pengunjung mendapati batu berwarna merah putih yang bertuliskan “Aku Cinta Indonesia, Izakod Bezai Izakod Kai". Semua kesan tersebut menjadi satu, terbungkus rapi ketika pengunjung menemui tulisan "Selamat Datang di Perbatasan RI-PNG” sebagai penyambutan

Baca Juga
Sumber: 2.bp.blogspot
Sumber: 2.bp.blogspot

Bukan sekedar sebagai pos penjagaan, taman Sota juga terdapat Tugu Sabang-Merauke yang menjadi simbol perbatasan dengan titik koordinat penanda letak perbatasan. Sehingga tak hanya sebagai batas wilayah dua negara, namun taman Sota juga sebagai sarana rekreasi dan komunikasi warga yang tinggal di perbatasan. Setiap hari minggu, taman ini ramai oleh warga sekitar yang berjualan maupun berinteraksi satu sama lain. Selain tugu perbatasan, di taman Sota juga terdapat banyak sekali gapura maupun prasasti.

Tugu Perbatasan Merauke-PNG. Sumber:indonesiakaya
Tugu Perbatasan Merauke-PNG. Sumber:indonesiakaya

Aktivitas warga secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, di mana aktivitas warga pribumi berupa berburu di hutan baik di wilayah Indonesia maupun Papua Nugini, sedangkan warga pendatang khusunya Jawa, berupa petani dan pedagang. Dengan lahan pertanian itu berada di sekitar pemukiman baik sawah lahan kering maupun ladang.

Bagi masyarakat lokal, tugu perbatasan Sabang-Merauke tidak memiliki pengaruh besar bagi aktivitas mereka. Kedua warga negara sering saling mengunjungi satu sama lain saat melewati Taman Sota tanpa mengurusi birokrasi administrasi. Hubungan kedua warga negara terjalin sangat baik sampai saat ini.




Sumber :

wikipedia

indonesiakaya


Sumber Gambar : kanalsatu.com

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AGUSTINA SUMINAR

We write to taste life twice. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara