Pejuang Wanita Indonesia, Bukan Cuma Kartini lho

Pejuang Wanita Indonesia, Bukan Cuma Kartini lho

Pejuang Wanita Indonesia, Bukan Cuma Kartini lho

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Semakin maraknya wacana emansipasi dan gerakan wanita sekarang ini, menunjukkan bahwa peran wanita tak bisa dianggap remeh temeh. Anggapan stereotipe sebagian masyarakat mengenai gender perempuan memang tak ada habisnya. Namun sejumlah deretan kartini Indonesia masa kini membantah hal tersebut melalui torehan prestasinya, mulai dari atlit, pekerja seni, menteri, pelajar, dll.

Ibu kita Kartini menjadi simbol pergerakan wanita di Indonesia. Melalui semangat dan karya beliau, wanita di Indonesia memiliki harapan serta kedudukan yang sejajar dengan pria sebagai sesama manusia. Bernama Raden Ajeng (RA) Kartini, lewat kisah hidupnya ia menginspirasi dan memotivasi berjuta-juta wanita lainnya di seluruh dunia.

Tapi terbesitkah di pikiran kita, mengapa harus sosok Kartini saja yang dirasa bisa mewakili wanita ? Tahukah kamu, selain RA Kartini ternyata Indonesia juga punya seabrek pahlawan-pahlawan wanita lainnya yang berjuang melawan penjajah di medan perang.

Ini dia empat pejuang wanita tangguh tersebut :

  1. Keumalahayati
Sumber : acehkita.com
Sumber : acehkita.com

Beliau adalah anak dari Laksamana Mahmud Syah, orang menyebutnya Laksamana Malahayati. Mengumpulkan para janda korban perang dan membentuk sebuah armada perang yang dinamai Inong Balee.

Inong Balee sendiri memiliki 100 Kapal perang yang masing-masing diawaki sekitar 400-500 janda.

Olehnya, pemimpin saah satu kapal dagang Belanda yang datang ke Aceh, Cornelis de Houtman, tewas terbunuh di tangan wanita yang telah mengenyam pendidikan di pusat pendidikan militer Aceh Baital Makdis itu.

  1. Ladrang Mangungkung
Sumber : planet.merdeka.com
Sumber : planet.merdeka.com

Ladrang Mangungkung merupakan nama suatu perkumpulan (korps militer) wanita. Peter Carey, dalam bukunya berjudul Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa 1785-1855, menyebutkan korps tersebut adalah pengawal sultan yang biasa disebut dengan Laskar Estri. Mereka dibekali senjata yaitu sepucuk bedil. Tak hanya piawai menggunakan senjata saja, mereka juga jago dalam berkuda. Bahkan menembak sambil menunggang kuda. WOW !!!

Hal tersebut akibat dari adanya keprihatinan Sultan Mangkunegara I, pada masa pemerintahannya, akan nasib kaum wanita yang sangat termarginalkan.

  1. Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi (Nyi Ageng Serang)
Sumber : flickr.com
Sumber : flickr.com

Dikenal dengan nama Nyi Ageng Serang. Disebutkan bahwa beliau ikut berperang melawan Belanda bersama putranya. Ia menciptakan teknik kamuflase menggunakan daun lumbu dan daun keladi yang harus dibawa oleh seluruh pasukan.

  1. Cut Nyak Dhien
Sumber :wowkeren.com
Sumber :wowkeren.com

Merupakan istri dari Teuku Umar. Berdua, menjalankan siasat untuk melawan penjajah. Setelah Teuku Umar ditembak oleh Belanda hingga gugur, beliau memimpin puluhan pasukan gerilya di kawasan Aceh selama enam tahun. Unik, siasat yang digunakan Cut Nyak Dhien. Berpura-pura tunduk kepada Belanda serta membangun relasi dengan tujuan mengumpulkan senjata milik Belanda. Setelah dirasa cukup, Perlawanan secara gerilya pun akhirnya dilaksanakan.




Sumber : planet.merdeka.com
Sumber Gambar Sampul :olarv.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga62%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi19%
Pilih TerpukauTerpukau5%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Saatnya Koleksi Perangko Edisi PON XIX 2016 Sebelummnya

Saatnya Koleksi Perangko Edisi PON XIX 2016

Menyaksikan Cara Seniman Memberi HIburan Saat Sedang #dirumahaja Selanjutnya

Menyaksikan Cara Seniman Memberi HIburan Saat Sedang #dirumahaja

Huda Faridha
@faridhahuda

Huda Faridha

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.