Lupa Sandi?

11 Elemen Indonesia ini Jadi Inspirasi Desain Interior Hotel Mewah

Huda Faridha
Huda Faridha
0 Komentar
11 Elemen Indonesia ini Jadi Inspirasi Desain Interior Hotel Mewah

1. Motif Batik Kawung dari Jawa

Motif Kawung
Motif Kawung

Kawung, bisa dihubungkan dengan serangga berwarna coklat mengkilap nan indah. Selain itu bisa juga bisa dimaknai sejenis pohoh palem, yaitu pohon aren atau kolang-kaling (buah pohon aren).

Bentuk kawung berpenampang lintang (irisan) dari kolang-kaling yang berbentuk oval dari keempat bijinya. Pendapat lain mengatakan, komposisi biji kolang-kaling merupakan penyederhanaan dari 4 kelopak bunga lotus (teratai) yang sedang mekar. Atau juga merupakan pengembangan dari sisik ikan. Motif batik Kawung memiliki berbagai jenis.

Konon satu Sultan Mataram yang menciptakan motif Kawung. Sejak abad 13, motif ini dikenal di Jawa karena kemunculannya pada ukiran dinding di beberapa kuil atau candi, seperti Candi Prambanan dan Candi di daerah Kediri.

Baca :http://batikdan.blogspot.co.id/2011/07/batik-kawung.html

2. Motif Sakura Khas Pekalongan

Motif Bunga Sakura Pekalongan
Motif Bunga Sakura Pekalongan

Merupakan motif batik khas daerah Pekalongan, Jawa Tengah. Motif bunga Sakura adalah salah satu jenis motif batik Jawa Hokokai yang dipengaruhi budaya Jepang.

3. Motif Mega Mendung Khas Cirebon

Batik Mega Mendung
Batik Mega Mendung

Merupakan motif khas daerah Cirebon. Identik dengan warna merah dan biru. Konon katanya terdapat makna yang luhur dari batik Mega Mendung. Menyiratkan bahwa dikondisi apapun manusia haruslah dapat meredam amarah. Dikala awan mendung (sedih, susah, terpuruk, mendapat musibah) harus dapat mengontrol diri juga perilakunya dalam konteks yang positif.

Warna biru menyiratkan kepemimpinan atau pengayom. Sedangkan warna merah diartikan dengan sifat lugas, dinamis, egaliter, terbuka, dll. Selain itu 7 gradasi warna mewakili 7 hari dalam seminggu, 7 lapisan tanah di bumi dan 7 lapisan langit. Satu lagi ciri khas batik Cirebon, yaitu langit yang cenderun lancip, lonjong dan segitiga.

4. Kain Gringsing dari Bali

Kain Gringsing dari Bali
Kain Gringsing dari Bali

Geringsing (Gringsing) memiliki arti bersinar. Merupakan kain sakral yang dibuat di desa Tenganan Pegeringsingan, Bali. Menggunakan cara ikat ganda, kain Patola ini dianggap memiliki kekuatan magis sebagai penolak bala di berbagai upacara adat di Bali. Konon pada zaman dahulu, diyakini bahwa zat warna merah yang digunakan untuk mencelup benang adalah darah manusia.

5. Songket Halaban

Songket Halaban
Songket Halaban

Songket berasal dari bahasa Melayu “sungkit” dan “mengait” atau “mencukil” dalam bahasa Indonesia. Karena metode pembuatan kainnya yang dikaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, kemudian menyelipkan benang emas. Merupakan kain tenun mewah yang biasanya dipakai pada perayaan dan pesta. Konon menurut tradisi, kain songket hanya boleh ditenun oleh anak dara atau anak gadis saja. Namun kini siapapun bisa menenunnya.

Dinamakan Songket Halaban, karena songket tersebut dibua di Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Warna-warna songket Halaban lebih inovatif dengn warna yang soft and sophisticated. Identitas Songket khas Minang ini yaitu menggunakan benang berwarna silver, gold, atau bronze.

6. Bambu

Pohon Bambu
Pohon Bambu

Bambu atau Bulo (dalam bahasa Makassar) memiliki makna persatuan. Berlian dan Rahayu, peneliti asal Indonesia, mengatakan bahwa bambu di Indonesia berjumlah sekitar 125 jenis. Sekitar 140 jenis atau 11% bambu di dunia adalah spesies asli Indonesia. Beberapa bambu dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis tinggi, seperti Bambu Andong, Bambu Atter, Bambu Tali, Bambu Talang, Bambu Tutul, Bambu Cendani, Bambu Cengkoreh, dll. Sedang yang lain masih tumbuh liar dan tidak diketahui dengan jelas kegunaannya. Bambu sudah sejak lama digunakan sebagai bahan bangunan rumah perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Meski hingga sekarang ia bukanlah prioritas pengembangan , juga masih diidentikkan dengan kaum miskin.

7. Kunyit

Kunyit
Kunyit

Merupakan rempah-rempah multiguna, dapat dikonsumsi sebagai obat, bumbu masakan, minuman untuk kesehatan dan kecantikan. Suku jawa menyebut kunyit dengan nama kunir. Warna kuningnya sangat khas, dan jika sudah terkena warna nya, sulit untuk dihilangkan.

8. Buah Kranji

Buah Kranji
Buah Kranji

Kranji atau keranji dikenal dengan nama velvet tamarind di luar negeri. Berbentuk bulat, kecil seukuran buah anggur, berwarna hitam pekat, dan mudah dihancurkan karena tekstur kulitnya yang renyah. Kulit kranji mempunyai ruang yang lebih sehingga pulp-nya tidak menempel pada kulit. Pulp kranji berwarna orange gelap atau kemerahan dan memiliki rasa asam yang segar. Bijinya berbentuk pipih dengan garis berwarna putih. Buah kranji dapat ditrmui di Pulau Kalimantan.

9. Buah Manggis

Buah Manggis
Buah Manggis

Dipercaya berasal dari Kepulauan Nusantara, ketika masak tanaman ini memiliki warna kulit ungu kemerahan. Sedang buahnya berwarna putih dan rasanya manis. Kaya akan antiinflamasi dan antioksidan.

10. Motif Parang

Motif Parang Rusak
Motif Parang Rusak

Salah satu motif tertua di Indonesia, batik ini merupakan batik asli Indonesia, tepatnya Solo. Dan sudah ada sejak zaman Keraton Mataram Kartasura. Berasal dari kata Pereng, motif batik Parang memiliki arti yaitu lereng. Menggambarkan garis lurus yang menurun secara diagonal dari tinggi ke rendah. Arti kesinambungan terdapat dalam susunan motif yang saling jalin-menjalin dan tidak terputus membentuk huruf S. Batik Parang memiliki 4 jenis, yaitu Parang Rusak, Parang Barong, Parang Klitik dan Parang Slobog.

11. Danau Tondano di Sulawesi Utara

Danau Tondano
Danau Tondano

Berada di Desa Remboken, 3 km dari kota Tomohon atau 30 km dari kota Tomohon, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, danau ini diapit oleh Gunung Kaweng, Pegunungan Lembean, Bukit Tampusu dan Gunung Masarang. Karena letaknya yang dilingkari jalan provinsi, danau tersebut menjadi penghubung antar kota Tondano, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, dan Kecamatan Tondano Selatan. Danau Tondano memiliki luas 4.278ha/42,78km³. Tak heran ia menjadi danau terluas di Sulawesi Utara karena letaknya itu. Disana terdapat sebuah pulau kecil bernama pulau Likri dengan ukuran 100 m x 30 m. Selain itu, Gunung Kaweng terlihat jelas di tepi danau.

Danau Tondano merupakan salah satu objek wisata di Manado. Danau ini adalah penghasil ikan air tawar. Diantaranya yaitu ikan mujair, pior/kabos, payangka wiko (udang kecil), nike sepat siang (arwana), tawes, pongkor, bontayan, lobster hitam, gurame kupu-kupu, karper. Satu yang khas dari danau ini yaitu ikan Marbel Goby atau Ikan Betutu. Jenis ikan ini memiliki nilai ekonomis tinggi. Di beberapa negara, perkilo ikan Betutu bisa mencapai kisaran ratusan ribu rupiah. Satu lagi daya tarik danau Tondano, yaitu Sumaru Endo Reboken dan Resor Wisata Bukit Pinus.

Baca :http://balibackpacker.blogspot.co.id/2012/09/danau-tondano-terluas-di-sulawesi-utara.html


Sumber : Berbagai sumber
Sumber Gambar Sampul :

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau67%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG HUDA FARIDHA

Mulai dari diri sendiri ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata