Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Indonesian Street Festival 2016 Paling Meriah di New York

Indah Gilang  Pusparani
Indah Gilang Pusparani
0 Komentar
Indonesian Street Festival 2016 Paling Meriah di New York
Indonesian Street Festival 2016 Paling Meriah di New York

Salah satu kegiatan yang paling ditunggu di New York adalah Indonesian Street Festival yang telah diadakan pada tanggal 27 Agustus 2016. Acara ini diadakan di sepanjang jalan depan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York.

Bagi saya, acara ini merupakan salah satu acara yang paling saya tunggu di New York karena saya bisa melepas kerinduan saya pada masakan Nusantara.

Tahun ini, jumlah pengunjung tampak lebih banyak dua kali lipat dibanding tahun kemarin. Selain itu, tenda-tenda dibagi berdasarkan asal daerah makanan yang dijual di tenda tersebut. Tampaknya semua tenda selalu ramai dipadati antrian pengunjung. Dengan pembagian berdasarkan daerah seperti ini, pengunjung bisa tahu bahwa Indonesia kaya akan berbagai macam makanan dari berbagai daerah.

Tenda-tenda bertuliskan nama propinsi di Indonesia
Tenda-tenda bertuliskan nama propinsi di Indonesia

Saya segera mencari makanan yang menjadi target utama saya hari itu, yaitu cilok, yang saya temukan di “Dapur The Tios”. Setelah antri beberapa menit, akhirnya saya dapat juga cilok yang saya tunggu. Sambil menikmati gurih dan kenyalnya cilok, tiba-tiba ada wanita berwajah Eropa bertanya, “Ini terbuat dari apa ya?”. Saya jawab, “Ini dari ikan, kanji, dan saus kacang”. Wanita itu menampakkan wajah kaget lalu berkata,”Oh, OK terima kasih” sambil tersenyum.

Baca Juga

Setelah makan cilok dan bakso, saya melihat antrian yang lebih panjang dari antrian lain sampai menjalar ke tenda-tenda lain. Setelah saya dekati, ternyata para pembeli sedang mengantri untuk membeli Tuson Sate. Dari dulu memang sate ini banyak penggemarnya. Di tenda Tuson Sate tampak beberapa teman saya dari Permias (Perserikatan Mahasiswa Indonesia-Amerika Serikat) yang ikut membakar sate, salah satunya adalah Charlie dengan blangkon khasnya.

Charlie dengan blangkon khasnya sedang membakar sate
Charlie dengan blangkon khasnya sedang membakar sate

Di antara antrian para pembeli sate, saya sempat mendengar beberapa pemuda berkata, “Now this is what I call REAL satay! This is legit, man. Definitely legit!”. Memang benar, seperti di Indonesia, namanya membakar sate memang harus dengan sandal jepit, dengan arang, dan kipas bambu.

Selain stan makanan, terdapat panggung hiburan yang didirikan di depan gedung KJRI. Tampak di situ beberapa acara seperti lomba makan kerupuk, kuis pengetahuan tentang Indonesia, pertunjukkan tarian dari berbagai daerah, pertunjukkan pencak silat, pertunjukkan gamelan Kusuma Laras, dan lain-lain. Benar-benar mengingatkan pada acara panggung 17-an di kampung halaman. Bahkan artis Ayu Azhari pun sempat menyumbangkan suaranya sejenak di panggung.

Tak tanggung-tanggung, panggung hiburan menampilkan duet warga Amerika yang memang penyanyi dangdut. Beberapa penonton tampak ikut berjoget di depan panggung mengikuti irama.

Benar-benar salut dengan KJRI yang sudah mempersiapkan acara ini. Semoga tahun depan lebih ramai dan lebih bisa mengenalkan Indonesia secara Internasional.

Tulisan tamu dari Ramadhan Praditya Putra, New York City, Amerika Serikat
Sumber Gambar Sampul :Ramadhan Praditya Putra

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG INDAH GILANG PUSPARANI

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of In ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara