Jaga Tradisi, Pesilat Banten Berbagi Jurus Di Bandung

Jaga Tradisi, Pesilat Banten Berbagi Jurus Di Bandung

Jaga Tradisi, Pesilat Banten Berbagi Jurus Di Bandung

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Di tengah kepopuleran seni bela diri dari luar negeri, perguruan pencak silat tradisional terus berjuang memperkenalkan dan mengembangkan pencak silat. Kali ini, Perguruan Silat Haji Salam (PSHS) Banten untuk pertama kalinya menyelenggarakan workshop silat di luar wilayah Banten. Bersama Lembaga Pewarisan Pencak Silat (Garis Paksi), Sumianto praktisi PSHS mengajarkan jurus-jurus dasar pencak silat khas Banten.

PSHS merupakan salah satu perguruan silat yang tertua dan paling aktif di Banten. Alirannya diyakini telah ada sejak pendirinya, Haji Salam hidup di periode 1860-1955. Meskipun telah lama berdiri, pencak silat ini belum banyak dikenal khalayak di luar Banten.

Peserta workshop memeragakan jurus sambut (Dok Garis Paksi/Shihab).

"Saya selama beberapa tahun pernah tinggal di Riau. Tapi setelah saya kembali ke Banten dan melihat PSHS hanya eksis di Banten saja, maka saya berniat untuk mengembangkan di luar Banten. Bahkan saya ingin mengajarkan PSHS di Bandung," tutur Sumianto di sela-sela workshop di Gedung Lembaga Budaya Sunda Universitas Pasundan Bandung, Minggu (2/10).

Gerakan bela diri PSHS terdiri dari 12 jurus inti, 23 jurus sambut, dan 17 jurus sambut-isi atau sambut 'ewoh' yang secara efektif dapat digunakan untuk melumpuhkan lawan.

Sumianto (kiri) menerima penghargaan sebagai pemateri dalam workshop silat (Dok Garis Paksi/Shihab).

"Gerakan pencak silat di mana-mana bentuknya banyak yang sama, tapi namanya saja yang berbeda di setiap daerah. Uniknya karena Haji Salam banyak belajar berbagai aliran silat, semua aliran silat ada di PSHS. Mengambil inti-inti dari berbagai aliran kemudian diramu oleh Haji Salam ke dalam jurus dan aplikasinya," lanjut Sumianto yang juga merupakan praktisi debus Banten.

Penyelenggaraan workshop ini juga didukung oleh Lembaga Budaya Sunda yang bernaung di bawah Rektorat Universitas Pasundan. Saat ini, LBS Unpas fokus memperkenalkan budaya Sunda di antaranya wayang golek, gamelan tradisional, rampak kendang, dan latihan pencak silat yang bekerja sama dengan Garis Paksi.

Artikel ini telah dikirim, ditulis kembali, dan dimuat di berbagai media online.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Benarkah PTDI Kembangkan Pesawat Jet ? Sebelummnya

Benarkah PTDI Kembangkan Pesawat Jet ?

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia Selanjutnya

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia

Mohammad Shihab
@mohammadshihab

Mohammad Shihab

http://shihab.my id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.