Lupa Sandi?

Uniknya Lebong Tandai, Desa Kecil di Bengkulu yang Jadi Rebutan Banyak Negara

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Uniknya Lebong Tandai, Desa Kecil di Bengkulu yang  Jadi Rebutan Banyak Negara

Belum banyak telinga yang akrab dengan nama Desa Lebong Tandai.  Betapa tidak, letaknya yang cukup terpencil di Provinsi Bengkulu memang tidak banyak dikenal orang, walau sebenarnya desa ini menyimpan begitu banyak keunikan dan keindahan yang tidak kalah dengan daerah – daerah lainnya di Indonesia. Jika kita menoleh sejenak untuk kembali ke masa pra kemerdekaan, Lebong Tandai merupakan salah satu desa yang populer di Indonesia. Mengapa? Simak ulasannya berikut ini. 

1, Memiliki nama lain “Batavia Kecil”

Nama ini bukan sembarang nama yang diberikan oleh pemerintah Belanda. Lebong Tandai diberi julukan “Batavia Kecil” karena keindahan alamnya yang mirip dengan negeri dongeng yang ada dalam cerita – cerita fiksi. Desa ini memang terletak di antara bukit – bukit kecil yang di dalamnya mengalir sungai – sungai yang bersih dan indah dengan bebatuannya.

Karena keindahan alamnya yang begitu menarik mata, Lebong Tandai begitu diperhatikan oleh Pemerintah Belanda dengan membagun berbagai macam fasilitas dan hiburan. Pembangunan fasilitas hiburan pada saat itu dikarenakan letak Lebong Tandai yang cukup jauh dari kota sehingga untuk mendapatkan akses hiburan sangatlah susah.

Baca Juga
Kincir air peninggalan Belanda yang masih berfungsi hingga saat ini (sumber : boombastis.com)
Kincir air peninggalan Belanda yang masih berfungsi hingga saat ini (sumber : boombastis.com)

Salah satu fasilitas yang bertahan hingga saat ini adalah kincir air. Hingga saat ini, kebutuhan listrik warga Lebong Tandai masih menggunakan kincir air yang dibangun oleh Pemerintah Belanda.

2. Diincar berbagai negara karena kekayaannya

Lubang bekas tambang emas, bukti sejarah peninggalan penjajah. Kini jadi tempat wisata (sumber : kompas.com)
Lubang bekas tambang emas, bukti sejarah peninggalan penjajah. Kini jadi tempat wisata (sumber : kompas.com)

Tidak hanya indah, desa ini juga kaya. Lebong Tandai merupakan desa yang kaya akan emas. Tidak heran bahwa pada zaman itu, desa ini menjadi rebutan berbagai negara seoerti Portugis, Jepang, Inggris, Cina dan Belanda. Setelah dikuasai oleh Belanda, tidak terhitung berapa banyak emas yang sudah ditambang dan dibawa oleh pihak Belanda dari Lebong Tandai. Bahkan setelah kemerdekaan, desa ini masih tetap menjadi incaran para investor.

3. Memiliki alat transportasi yang unik.

Molek, moda transportasi yang menjadi akses menuju Lebong Tandai (sumber : kompas.com)
Molek, moda transportasi yang menjadi akses menuju Lebong Tandai (sumber : kompas.com)

Molek, merupakan singkatan dari Motor Lori Ekspress adalah alat transportasi yang ada di Desa Lebong Tandai.  Kereta mini ini sudah ada sejak zaman Belanda dan masih dipakai hingga hari ini sebagai alat transportasi. Dulunya, Molek merupakan kendaraan tambang untuk akses keluar masuk desa.

Ketika menaiki Molek anda akan disuguhi dengan pemandangan kanan dan kiri dari Desa Lebong Tandai yang sangat menakjubkan, termasuk melewati terowongan panjang yang sudah dibangun pada Zaman Belanda.

Baca juga : Satu-satunya di Indonesia, Mikrolet yang Menggunakan Rel Kereta Sebagai Lintasan

4. Emas Tugu Monas berasal dari Sini

Emas Tugu Monas (sumber : galeriabiee.wordpress.com)
Emas Tugu Monas (sumber : galeriabiee.wordpress.com)

Kita tentu tahu bahwa emas yang ada di Tugu Monas merupakan sumbangan dari seorang saudagar asal Aceh bernama Teuku Markam. Emas seberat 38 kilo gram tersebut ternyata berasal dari desa Lebong Tandai. Teuku Markam memperoleh emas dari Lebong Tandai kemudian menyumbangkan emas tersebut untuk dipasang di bagian puncak dari Tugu Monas.

5. Obyek wisata yang khas dan beragam

Sungai Lusang, tempat pemandian para Noni Belanda (sumber : kompas.com)
Sungai Lusang, tempat pemandian para Noni Belanda (sumber : kompas.com)

Beberapa fasilitas wisata yang masih bisa dinikmati di Desa Lebong Tandai adalah air terjun DAM Belanda setinggi 25 meter, Wisata Tambang, dimana kita bisa melihat Gudang Ampas Emas Peninggalah Belanda serta jejak – jejak penggalian tambang emas. Selain itu, terdapat Napal Basurat atau dinding sungai yang bertuliskan huruf Arab di Air Suwo yang berjarak 5 km dari pemukian warga dan beberpaa peninggalan sejarah seperti situs Kerajaan Batu di Lubuk Ilan dan Pemakaman Cina Kuno di Gunung Tinggi.  

Pula, yang tak kalah menarik adalah objek wisata Tempat Pemandian Noni – Noni Belanda yang berada di ujung desa. Menurut mitos yang berkembang di desa setempat, jika ada pemuda-pemudi yang mandi di di lokasi tersebut akan segera mendapatkan jodoh.


Sumber : boombastis.com, kompas.com
Sumber Gambar Sampul : boombastis.com 

Pilih BanggaBangga56%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau28%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara