Indonesia dengan segala potensi yang ada mulai dari sumber daya manusia hingga sumber daya alamnya sangat tidak keliru untuk punya ambisi menjadi raja digital di Asia Tenggara. PT Telkom Indonesia terus menggenjot usaha untuk mewujudkan ambisi tersebut dengan memfokuskannya pada tujuh pilar industri.

Ketujuh pilar yang dimaksud adalah musik, video, gaming, travel and tourism, e-commerce, digital advertising dan financial technology. Bisnis tersebut akan didukung oleh kapabilitas yang dimiliki kelompok usaha Telkom, seperti big data analytic dan payment.

Untuk memperkuatnya, Telkom pun menjalin kerja sama dengan banyak mitra dan telah meresmikan kerja sama tersebut melalui nota kesepahaman dengan para mitra lokal dan internasional di sela acara Telkom Group Digi Summit 2016 Jakarta.

"Melalui kerjasama ini, Telkom Group mendukung visi Presiden Joko Widodo yang mencanangkan digital ekonomi Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Karenanya, Telkom Group tengah bertransformasi menjadi digital company dan mewujudkan visi sebagai the king of digital in the region," kata CEO Telkom Group Alex J. Sinaga.

Telkom resmi menggandeng mitra antara lain Labolla, i811, Solusi 247, Data Science Indonesia, Kofera, Wipro, ArcGIS, Acxim, Walden lobal Service, Shazam, Radiumone, Geniee, Adskom dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Seperti telah diketahui, dari tujuh pilar industri digital tersebut Telkom beserta anak-anak perusahannya telah membangun berbagai layanan digital seperti Melon dan Telkomsel Langit Musik, Metranet untuk bisnis digital advertising (U-Ad), Metra Plasa dengan e-commerce melalui Blanja.com.

Demi memastikan inovasi dan bisnis digital berhasil, Telkom telah membentuk unit Media and Digital Business yang fokus membangun layanan dan kapabilitas bisnis digital.

Unit itu juga menggandeng 15 mitra yang akan mendukung Telkom menjalankan bisnis di industri digital, setelah sebelumnya Telkom juga bekerja sama dengan Iflix, Catchplay dan Viu sebagai mitra untuk konten video.

"Telkom mempunyai big asset, sedangkan mitra mempunyai inovasi, untuk bersama meraih tujuan yang diinginkan. Dengan kerja sama ini, para mitra sudah menjadi bagian dari digital company in Indonesia. Mari kita melakukan kolaborasi. Together we are faster, stronger and bigger," pungkas Alex.


Sumber : detik.com
Sumber Gambar : forbes.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu