Perubahan terjadi karena ada yang bergerak. Perubahan itu ada, karena ada sosok yang mau melakukan perubahan. Heka Leka, sebuah gerakan yang fokus pada peningkatan pendidikan di tanah Maluku adalah sebuah contoh bagaimana satu dua orang manusia bergerak untuk menciptakan perubahan bagi lingkungannya.

Stanley Ferdinandus, seorang pemuda Maluku begitu tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu demi mewujudkan mimpinya yaitu menciptakan generasi Maluku yang cerdas. Didasari keprihatinannya akan kondisi pendidikan di tanah Maluku, Stanley mulai menjalankan sebuah gerakan dengan mengajak kaum muda Maluku lainnya yang memiliki potensi dan kerelaan hati untuk terlibat dalam gerakan ini. Stanley menyelesaikan pendidikannya di tanah Jawa, dan itu membuka kesempatan baginya untuk membangun jaringan dan membagi visi dan misinya kepada banyak orang. Tidak hanya kepada kaum muda di Ambon, namun juga kepada mereka yang berada di luar Maluku. Hasilnya cukup membanggakan, dengan tingginya animo para kaum muda untuk terlibat dalam gerakan ini sebab mereka pun memiliki mimpi yang sama. Pada 7 September 2011, Heka Leka resmi berdiri.

(sumber : hekaleka.org)

Kegiatan ini diawali dengan sebuah gerakan bernama 2 Jam Voor Masa Depan Maluku Cerdas, dimana anak – anak muda Maluku ditantang untuk melihat realita Maluku dan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Kaum muda ini lalu diajak untuk berbagi dengan anak – anak sekitar, dan akhirnya memunculkan  kelompok – kelompok belajar di berbagai tempat di kota Ambon. Hal ini berlanjut dengan pengembangan berbagai program yang hingga saat ini terus berjalan, mulai dengan kerjasama dengan sekolah – sekolah untuk pelatihan dan pengembangan kompetensi guru, kelas – kelas untuk para siswa dan sebagainya. Hingga saat ini, dari satu gerakan kecil berupa kelompok belajar, Heka Leka telah memiliki 20 program kegiatan yang dikelompokkan dalam beberapa departemen besar, yaitu Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Psikologi, Bahasa Inggris serta Riset dan Pengembangan, serta Kesehatan dan Lingkungan.

(sumber : hekaleka.org)
(sumber : hekaleka.org)

Salah satu program dari Heka Leka adalah Gerakan Maluku Membaca (GMM). Dengan mimpi untuk melihat anak – anak Maluku bertumbuh sebagai manusia merdeka yang memiliki mental belajar serta kompetensi level dunia tanpa lupa akan konsep budaya Maluku, Heka Leka mengajak kaum – kaum mudanya untuk ikut dalam aksi mengumpulkan dan menyumbangkan buku untuk anak – anak Maluku. Para anak muda Maluku yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta, Surabaya, Malang, Bandung dan sebagainya diajak untuk ambil bagian dalam gerakan ini. Bahkan, beberapa dari mereka yang terlibat bukanlah anak – anak Maluku namun mereka memiliki kerinduan yang sama untuk berbagi dengan generasi Maluku.  Saat ini, GMM tersebar di berbagai kota di Indonesia dan secara rutin mengumpulkan dan mengirimkan sumbangan buku ke tanah Maluku.

Hingga saat ini, Heka Leka telah berusia lima tahun. Respon besar dari masyarakat begitu terlihat, dibuktikan dengan dilibatkannya Heka Leka dalam berbagai program pendidikan oleh Pemerintah pusat maupun daerah. Tidak hanya itu, berbagai organisasi, yayasan, lembaga baik swasta maupun pemerintah, lokal maupun nasional turut terlibat sebagai mitra dari Heka Leka. Secara giat, mereka bekerja sama dan saling bahu – membahu, menyingsingkan lengan baju demi gerakan perubahan dan pengembangan pendidikan anak – anak Maluku.  Sesuai dengan filosofi yang terkandung dalam namanya, Heka Leka telah lahir kembali, dan tumbuh serta berkembang dalam misinya sebagai wadah dan fasilitator untuk pengembangan dan kemajuan pendidikan di tanah Maluku. Dengan komitmen yang sudah dibuat, mereka bergerak. Demi mewujudkan satu mimpi, generasi Maluku cerdas.   




Sumber :
Sumber Gambar Sampul :hekaleka.org

Ada 4 komentar

Ayo ikutan juga