Lupa Sandi?

Program Ini Dinobatkan Sebagai Program CSR Corporate Terbaik di Indonesia

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Program Ini Dinobatkan Sebagai Program CSR Corporate Terbaik di Indonesia

Program CSR atau Corporate Social Responsibility merupakan program yang dijalankan perusahaan untuk bisa memberikan dampak sosial pada lingkungan. CSR sangat dibutuhkan karena perusahaan kini telah dituntut untuk turut berkontribusi pada pembangunan masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia yang menjalankan program Indonesia Digital Learning (IDL), sebuah program CSR yang mendorong terjadinya perubahan paradigma digital untuk guru diseluruh Indonesia. Program ini rupanya mendapatkan apresiasi dan penghargaan sebagai The Best Program oleh The La Tofi School of CSR. 

Seperti diberitakan MetrotvNews, penghargaan tersebut diraih Telkom dalam ajang Nusantara CSR Summit & Awards 2016 untuk kategori Peningkatan Mutu Pendidikan pada Selasa, (18/10).

Program IDL dinilai berhasil memberikan pengaruh positif terhadap perubahan kehidupan komunitas guru di Indonesia. Sebab IDL mampu meningkatkan kompetensi, keterampilan dan kualitas pengajar lewat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Tidak heran bila kemudian para dewan juri yang beranggotakan Chairman The La Tofi School of CSR, La Tofi; Direktur Eksekutif Komisi CSR Nasional, Wahyu Aris Darmono; dan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Ibnu Hamad mengganjar program ini sebagai CSR terbaik pada tahun 2016. 

Penilaian yang dilakukan oleh The La Tofi School of CSR pada CSR yang dilakukan oleh perusahaan swasta maupun BUMN dilakukan menggunakan sejumlah alat ukur, seperti dampak dari program berdasarkan tingkat dan cakupan kesuksesan program dalam mengatasi masalah dari kebutuhan sosial. Penilaiannya dihitung berdasarkan hasil perhitungan kuantitatif. 

Selain kesuksesan CSR juga diukur berdasarkan faktor inovasi pada program yang menilik strategi atau inisiatif baru apa saja telah diadopsi untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Inovasi yang dimaksud adalah hasil inisiatif yang berbeda dengan pendekatan yang belum diterapkan secara luas. 

Asisten Vice President External Communication Telkom Pujo Pramono (kiri) menerima penghargaan Nusantara CSR Awards 2016 dari Chairman The La Tofi School of CSR La Tofi (kanan) (Foto: Dok.Telkom)
Asisten Vice President External Communication Telkom Pujo Pramono (kiri) menerima penghargaan Nusantara CSR Awards 2016 dari Chairman The La Tofi School of CSR La Tofi (kanan) (Foto: Dok.Telkom)

CSR juga diukur berdasarkan faktor kemudahan penerapan dan duplikasi, yang berarti seberapa mudah CSR tersebut mampu dan bisa merangsang dan mendorong pihak lain untuk menduplikasi metode mengentaskan masalah. Kemudahan penerapan menjadi penting karena akan membuat program menjadi efektif dan memberikan hasil yang konsisten di lokasi-lokasi berbeda.

Alat ukur yang terakhir adalah kemudahan untuk diukur, yang artinya program dapat diukur tingkat keberhasilannya sehingga mampu untuk dikembangkan potensinya. Kemudahan pengukuran akan memermudah program untuk mencapai target yang lebih besar dimasa yang akan datang.

Program pembelajaran ICT bagi guru di seluruh Indonesia telah dilakukan Telkom secara konsisten sejak 2008 yang lalu. Program yang dahulu dikenal dengan tajuk "Bagimu Guru Ku Persembahkan" tersebut telah melatih ribuan guru untuk menjadi lebih baik lewat penerapan metode-metode pengajaran yang lebih baik. Kini program tersebut telah menjadi program Indonesia Digital Learning yang berfokus pada bagaimana memberikan edukasi dan pelatihan pada para guru untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam melakukan pengajaran di kelas. 

Berkat penghargaan ini Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas penghargaan yang diberikan untuk program Indonesia Digital Learning.

“Indonesia Digital Learning merupakan salah satu bentuk komitmen Telkom dalam membangun masyarakat digital Indonesia, khususnya para guru melalui pembelajaran ICT bagi guru-guru di seluruh Indonesia,” ujar Arif.

"Melalui IDL, Telkom berharap peningkatan kualitas para pengajar di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan ICT dalam proses belajar mengajar dapat berdampak positif bagi iklim belajar dan mewujudkan generasi muda yang kreatif, inovatif dan memiliki kompetensi untuk menghadapi persaingan global," kata Arif.

Sumber : MetrotvNews
Sumber Gambar Sampul : lensaremaja.com

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi30%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie