Bertepatan dengan Hari Pengentasan Kemiskinan dunia yang jatuh pada 17 Oktober 2019, Supermentor bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FCPI) kembali mengadakan seminar yang bertajuk End Poverty. Pada acara Supermentor yang ke-16 ini didatangkan para pembicara dari berbagai instansi yang bergerak untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan ataupun memerhatikan isu ini sesuai dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Para pembicara tersebut adalah Reza Rahadian, Vivi Alatas, Rodrigo Chaves, Paul Grigson, dan Sri Mulyani.

Aktor peraih Piala Citra, Reza Rahadian malam itu menaiki panggung Djakarta Theater XII Ballroom dan berbagi cerita tentang pengalamannya bersama United Nation Development Program (UNDP) membangun Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. 

Pengentasan kemiskinan ekstrim di Nusa Tenggara Timur memang menjadi perhatian khusus tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga organisasi non-pemerintah lainnya. Reza dalam konferensi pers sebelum Supermentor 16 dimulai mengatakan bahwa untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan adanya akses-akses terhadap kebutuhan dasar seperti air ataupun listrik di NTT. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, barulah kita dapat membahas tentang pendidikan.

"Listrik di Indonesia Timur masih mahal. Edukasi merupakan kunci mengatasi kemiskinan, sehingga perlu peran orangtua dan guru untuk meningkatkan edukasi sang anak," jelasnya.

Reza yang telah menghabiskan waktunya selama tiga bulan untuk hidup bersama masyarakat pedesaan menceritakan bagaimana kemiskinan ekstrim yang terjadi di sana. Dia mengungkapkan bahwa anak-anak di sana setiap harinya harus bejalan jauh untuk mencari sumber air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perjalanan tersebut tidak dilalui dengan cara yang mudah, tetapi mereka harus melewati jalanan berbatu yang buruk sehingga setiap mengambil air dengan satu atau dua jerigen, mereka menghabiskan waktu hingga berjam-jam lamanya. Itu sebabnya, pendidikan anak-anak di Pelanggai tidak dapat berjalan dengan baik. Anak-anak disana lebih memilih untuk membantu orang tua ketimbang harus berada di ruang kelas.

Pria kelahiran Bogor tersebut mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari UNDP dan merasakan pengalaman tersebut. Hingga kemudian dirinya dan penyanyi Eva Celia turut berkampanye menggalang dana lewat situs crowdfunding (pendanaan gotong royong) Kitabisa.com.

Kampanye yang bertajuk Bring Water For Life tersebut pada mulanya menargetkan pencapaian dana sebesar 350 juta rupiah. Namun dalam jangka waktu empat bulan akhirnya terkumpul uang sebesar 370 juta rupiah. Uang tersebut akhirnya digunakan untuk membangun sumur dan penampungan air yang diletakkan dekat dengan pemukiman warga desa Napu. Ini adalah salah satu program yang menjadi perhatian UNDP untuk mencapai agenda Sustainable Development Goals (SDGs) terkait isu pengadaan air bersih.

Dana hasil crowdfunding yang didapatkan (Foto: dok. UNDP Indonesia)
Dana hasil crowdfunding yang didapatkan (Foto: dok. UNDP Indonesia)

Dari kesuksesan itu, pria yang telah berperan sebagai presiden RI ke-3, B.J Habibie tersebut menyadari bahwa kini dia menjadi enggan untuk ‎berkeluh kesah dan terus mengeluh menyalahkan pemerintah yang tak pernah bisa memberikan fasilitas memadai bagi warganya.

Dalam forum yang dihadiri sekitar 3.000 anak muda tersebut, Reza mengajak para hadirin untuk melakukan aksi nyata dengan mengeluarkan uang Rp 1.000 dan mengumpulkannya. Uang yang terkumpul itu akan digunakan untuk membantu sesama sebagaimana Reza percaya akan ada nasib orang yang berubah dengan bantuan tersebut. 

"Dari uang seribu, tiga juta itu dapat merubah hidup seseorang," jelasnya. 

Dirinya pun menjelaskan pernyataanya tersebut dengan kisahnya bertemu dengan seorang pedagang bakso di lokasi syuting. Dirinya bertanya kepada pedagang tersebut berapa harga gerobak bakso yang dibawa itu. Dan ternyata harganya sekitar delapan ratus sampai satu juta rupiah belum termasuk bahan-bahan bakso. Namun ternyata pedagang bakso tersebut bisa menyekolahkan ketiga anaknya sampai ke jenjang sekolah menengah.

Berdasarkan cerita tersebut, Reza mengungkapkan bahwa bersama UNDP dirinya akan memastikan bahwa uang yang telah terkumpul akan bisa bermanfaat dan mampu mengubah hidup seseorang. 

Sumber : GNFI
Sumber Gambar Sampul : Bagus DR / GNFI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu