Pesawat Tanpa Awak Karya Anak Bangsa Akhirnya Lepas Landas…

Pesawat Tanpa Awak Karya Anak Bangsa Akhirnya Lepas Landas…

Pesawat Tanpa Awak Karya Anak Bangsa Akhirnya Lepas Landas…

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Pagi-pagi buta, ketika manusia masih terlelap dalam tidurnya, mereka sudah sibuk mempersiapkan sebuah ekspedisi terhebat sepanjang tahun 2016 ini. Mereka, Tim Menembus Langit, hari itu tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2016 telah bersiap menerbangkan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle) Ai-X1 di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Ini merupakan ekspedisi penerbangan pesawat tanpa awak yang pertama kali di Indonesia. Dengan mengusung konsep kolaborasi, Menembus Langit berkolaborasi dengan 18 entitas dari pemerintah dan swasta serta sedikitnya 95 individu yang turut membantu menyukseskan proyek akbar ini. Dengan fasilitator dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Menembus Langit hendak memberikan pencapaian baru di bidang kedirgantaraan dan kajian ilmu aeronautika di Indonesia.

Tim Menembus Langit siap menerbangkan UAV Ai-X1 (foto: Menembus Langit)
Tim Menembus Langit siap menerbangkan UAV Ai-X1 (foto: Menembus Langit)

Ekspedisi ini dilakukan dua kali penerbangan selama 2 hari pada 28-29 Oktober.

Pada hari pertama, Jumat (28/10), Ai-X1 terbang menuju stratosfer dengan menggunakan bantuan balon cuaca. Pesawat Ai-X1 berhasil terbang setinggi 10 Km di atas permukaan laut sampai akhirnya terjadi GPS glitch yang mengaktifkan salah satu failsafe scenario sehingga mengakibatkan pesawat Ai-X1 melepaskan diri dari balon cuaca dan menjalankan prosedur return-to-home untuk mengarahkan pesawat kembali ke titik awal peluncuran. GPS glitch yang dialami oleh Ai-X1 diduga karena pengaruh awan tebal yang menyebabkan berkurangnya akurasi sinyal navigasi GPS.

Flight director Menembus Langit Feti Ametia Pratama yang berada di lokasi peluncuran mengatakan sistem failsafe dan return-to-home pesawat berjalan sesuai rencana, “Namun setting Proportional-Integral-Derivative (PID) baru yang diterapkan untuk penerbangan kali ini terasa lebih stabil dibandingkan dengan penerbangan sebelumnya (red: Trial Flight). Untuk penerbangan selanjutnya kita akan perlu mengurangi sensitivitas scenario failsafe agar tahan terhadap gangguan navigasi yang diakibatkan oleh kondisi cuaca, ” jelas Feti.

UAV Ai-X1 diterbangkan dengan bantuan balon cuaca yang pada ketinggian 14 Km akan pecah dan pesawat akan terbang dengan sendirinya (foto: Menembus Langit)
UAV Ai-X1 diterbangkan dengan bantuan balon cuaca yang pada ketinggian 14 Km akan pecah dan pesawat akan terbang dengan sendirinya (foto: Menembus Langit)

Penerbangan selanjutnya dilakukan pada hari Sabtu, 29 Oktober 2016 di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer milik LAPAN. Pada penerbangan kali ini, dalam perjalanan kembali ke titik awal, Ai-X1 mengalami kondisi “GPS No-Fix” di mana terjadi gangguan pada GPS pesawat akibat awan tebal yang berada di stratosfer. Selama perjalanan kembali ke titik awal, Ai-X1 hanya mengandalkan sistem navigasi inersial untuk menentukan posisinya dan akhirnya berhasil mendarat kurang lebih 500 meter dari titik pendaratan awal.

Dalam penerbangannya, pesawat atau wahana berhasil mencapai zona stratosfer pada ketinggian 13 Km dan terus naik hingga di ketinggian 19,376m pada pukul 07.30 WIB. Pada ketinggian tersebut pesawat melepaskan diri dari balon cuaca dan terjun bebas selama kurang lebih 1 menit hingga ketinggian 14,140m. Kemudian wahana berhasil melakukan recovery atau menstabilkan sikap terbangnya dan lanjut mengarah ke titik peluncuran. Dengan begitu, pesawat telah berhasil terbang pada zona stratosfer.

Foto udara yang terekam oleh Ai-X1 (foto: Menembus Langit)
Foto udara yang terekam oleh Ai-X1 (foto: Menembus Langit)

UAV Ai-X1 tersebut merupakan pesawat tanpa awak buatan AeroTerrascan yang ditargetkan mampu terbang hingga ke titik 30 Km dengan menggunakan balon cuaca. Meski pada peluncurannya Ai-X1 tidak mencapai target ketinggian tersebut, namun program director Menembus Langir Azhar T. Pangesti menegaskan bahwa ekspedisi ini bukan semata berusaha mencapai target tersebut.

“Salah satu tujuan penting dari ekspedisi Menembus Langit adalah membuktikan bahwa kekuatan sebuah mimpi dan usaha swadaya dari pada kolaborator bisa membangkitkan semangat kedirgantaraan Nasional. Saya berharap apa yang sudah dilakukan tim Menembus Langit sampai titik ini bisa jadi inspirasi untuk melakukan hal serupa atau bahkan lebih,” ujar Azhar.

Suasana di dalam Command Center (foto: Menembus Langit)
Suasana di dalam Command Center (foto: Menembus Langit)

Ekspedisi Menembus Langit ini dilakukan sebagai persembahan khusus kepada seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, pada pelepasan Ai-X1 28 Oktober lalu Menembus Langit juga telah mempersiapkan Command Center yang digunakan untuk peliputan secara langsung Menembus Langit Lepas Landas ini dan dapat disaksikan langsung melalui akun twitter Menembus Langit. Namun, bagi yang belum sempat menyaksikan peluncuran pesawat tanpa awak ini, Menembus Langit pun akan menyajikan tayangan ulangnya di Twitter @Menembuslangit.

Atas peluncuran pertama kali pesawat tanpa awak buatan anak negeri ini, Museum Rekor Indonesia pun memberikan penghargaan kepada Menembus Langit dengan predikat “Pesawat Ulang Alik Stratosfer Tanpa Awak Pertama”.

--

Link tayangan ulang Menembus Langit: Lepas Landas

28 Oktober 2016 : https://twitter.com/MenembusLangit/status/791788812217180160

29 Oktober 2016 : https://twitter.com/MenembusLangit/status/792140000427073537


Sumber Gambar :Menembus Langit

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga74%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau7%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tertarik Wisata Ambarawa-Bedono? Tarifnya Rp 15 Juta loh! Sebelummnya

Tertarik Wisata Ambarawa-Bedono? Tarifnya Rp 15 Juta loh!

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Arifina Budi
@arifinabudi

Arifina Budi

http://wetanngulon.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.