Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Lokananta Hadirkan Perpustakaan Musik Digital dan Museum Musik

Arif B Setyanto
Arif B Setyanto
0 Komentar
Lokananta Hadirkan Perpustakaan Musik Digital dan Museum Musik
Gedung Lokananta yang terletak di Jalan Ahmad Yani No. 39, Solo, Jawa Tengah. © Heru CN/Tempo

Lokananta merupakan perusahaan rekaman musik (label) pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 dan berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Melalui PP Nomor 215 tahun 1961 status Lokananta menjadi Perusahaan Negara, karena potensi penjualan piringan hitam mereka yang menjanjikan. Sejak saat itu Lokananta berkembang menjadi spesialisasi lagu daerah, pertunjukan kesenian, penerbit buku dan majalah. Nama-nama seperti Gesang, Sam Saimun, Waldjinah dan Jack Lesmana pernah menjadi bagian Lokananta.

Sampai Sekarang Lokananta masih menyimpan dengan rapi arsip lagu-lagu daerah dari penjuru Indonesia serta lagu-lagu pop, diantaranya termasuk keroncong. Selain itu, ada juga rekaman penting perjalanan sejarah Indonesia.

Arsip piringan hitam yang tersimpan di Lokananta (TEMPO/Ahmad Rafiq)
Arsip piringan hitam yang tersimpan di Lokananta (TEMPO/Ahmad Rafiq)

Tahun 1999 menjadi titik terburuk bagi Lokananta, mereka sempat berhenti produksi. Hal itu disebabkan karena terjadi pembajakan yang terus menerus. Pada tahun tersebut juga pemerintah memutuskan untuk membubarkan Departemen Penerangan, sehingga membuat Lokananta semakin terpuruk.

Baca Juga

Banyak hal yang telah dilakukan oleh Lokananta untuk kembali bangkit di kancah industri musik Indonesia. Salah satunya, resmi meluncurkan inovasi baru yaitu perpustakaan digital arsip musik dan buku Lokananta yang mendapat dukungan pendanaan dari Djarum Foundation. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan Lokananta sebagai arsip musik Indonesia kepada publik.

Perpustakaan digital kini sudah menggunggah 60 album rilisan Lokananta dari tahun 1956. diantaranya ada lagu “Indonesia Raya” versi instrumental dengan sampul lirik tiga stanza. Tak hanya itu, Ada juga pidato presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno saat pembukaan Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.

Piringan hitam lagu Indonesia Raya (TEMPO/Ahmad Rafiq)
Piringan hitam lagu Indonesia Raya (TEMPO/Ahmad Rafiq)

Ada satu langkah lain yang dilakukan oleh Lokananta yaitu berupa direktori digital dan museum musik. Langkah ini dilakukan bersama Badan Ekonomi Kreatif dan Irama Nusatara yang tengah mempersiapkan Rumah Musik Indonesia sebagai edukasi publik mengenai akar musik Indonesia.

Kepala Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Cabang Surakarta "Lokananta" Miftah C. Zubir mengatakan bahwa situs direktori nanti nya akan berisi lagu koleksi Lokananta, Irama Nusatara dan tidak menutup kemungkinan dari label rekaman seluruh Indonesia. Sedangkan untuk museum musiknya akan disiapkan di Lokananta tempatnya.

Selanjutnya, Lokananta juga akan mengajak para musisi untuk menyebarkan karyanya di ranah digital. Saat ini Lokananta sedang menyiapkan sarana untuk streaming katalog-katalog rekamannya. Setelah itu, akan menyiapkan mekanisme untuk masuk ke beberapa gerai musik digital ternama seperti iTunes, Deezer, dan Spotify.

Katalog musik digital yang ada dalam situs web Lokananta (http://www.lokanantamusik.com/)
Katalog musik digital yang ada dalam situs web Lokananta (http://www.lokanantamusik.com/)

Dengan adanya Arsip musik digital serta museum musik, diharapkan bisa menjadi titik balik bagi Lokananta untuk bisa merebut perhatian publik dan mengulang masa kejayaan yang sudah lama redup.


Sumber : http://www.lokanantamusik.com/

http://www.rollingstone.co.id/

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi75%
Pilih TerpukauTerpukau25%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIF B SETYANTO

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata