Lupa Sandi?

Program Ciptaan Anak Bangsa Ini Berhasil Curi Perhatian Para Programmer Kelas Dunia

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Program Ciptaan Anak Bangsa Ini Berhasil Curi Perhatian Para Programmer Kelas Dunia

Diky Arga Anggara, seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini mencetak sebuah prestasi yang cukup membanggakan. Lewat program ciptaannya, Diky berhasil unjuk gigi dalam kompetisi programmer dunia di London, Inggris. Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika ini tampil dalam ajang bertajuk Mozzila Festival atau MozFest 2016, sebuah festival yang mewadahi programmer – programmer kelas dunia serta kompetisi dengan peseta dari berbagai negara.

Dalam ajang tersebut, Diky menampilkan program ciptaannya dalam bentuk software TeaLinux Operating System (TOS). Program yang ia ciptakan merupakan sebuah sistem operasi komputer yang disesain khusus untuk para programmer. Dikembangkan bersama komunitasnya, yakni Dinus Open Source Community (Doscom), program yang dikembangkan oleh Diky mampu menyita perhatian peserta lain di ajang bergenggsi tersebut.

Hal itu tidak lain karena filosofi menarik yang terkandung dalam program ciptaan Diky. “Nikmatnya sebuah racikan” merupakan filosofi yang terkandung dalam software buatan Diky ini sesuai namanya yaitu TeaLinuxOS. Selain itu, software ini dikembangkan untuk menghasilkan sitro Linux pemrograman untuk dunia pendidikan.

Persaingan Diky untuk masuk dalam ajang ini pun tidak mudah. ia harus bersaing dengan para programmer di seluruh dunia agar bisa menjadi salah satu bagian dari hampir 900 proposal dan 10 kategori yang dibuka dalam MozFest 2016. Baginya, ajang ini merupakan sebuah pembuktian akan karyanya yang juga ikut membawa nama negara ke kancah dunia.

Baca Juga

Berkat hal tersebut, Diky pun kini tergabung dalam Mozillian, yaitu Firefox Student Ambassador dan Mozilla Tech Speaker. Dalam tim ini, Diky bertugas untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggaraka oleh Mozilla. “Ini sebuah kesempatan yang langka bagi saya, dan harapan saya bisa memberi hasil yang baik untuk kemajuan programmer Indonesia ke depan,” ujarnya.


Sumber :vivanews.com

Pilih BanggaBangga89%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau6%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie