Setidaknya terdapat 300 peserta yang terkumpul dalam program Indigo Batch II yang berlangsung sejak bulan Agustus yang lalu. Dari ratusan peserta tersebut akhirnya Indigo Creative Nation (ICN) mengumumkan 13 nama startup yang terpilih untuk mendapatkan dana inkubasi, program akselerasi dan venture. 

Startup-startup tersebut adalah Synchro, Chatkoo, Angon, Tessy, Koolva, Habibi Garden, Meetchange, Growpal, Simbah, dan Hooki Arisan. Pada umumnya, startup banyak bergerak di bidang teknologi informasi maupun data seperti Synchro merupakan aplikasi yang mampu melakukan distribusi data, kemudian Chatkoo merupakan aplikasi yang mengintegrasikan aplikasi chatting populer dengan pesanan pelanggan.

Namun juga terdapat startup yang bergerak di bidang pangan yang jumlahnya cukup mendominasi seperti Angon menjadi startup yang berusaha menghubungkan investor dengan peternak. Habibi Garden tampil menjadi startup yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk manajemen agrikultur. Kemudian Simbah yang berusaha menghubungkan pembeli dengan petani-petani lokal. Juga terdapat Growpal yang mirip seperti Angon namun menghubungkan investor dengan petani serta pembeli hasil tani. 

IoT Habibi Garden (Foto: dpsusanto / youtube.com)
IoT Habibi Garden (Foto: dpsusanto / youtube.com)

Selain itu juga terdapat startup lain yang bergerak di bidang pariwisata seperti Selanjutnya juga terdapat startup di bidang pariwisata seperti Koolva berusaha menjadi pasar perjalanan dan wisata secara daring. Ataupun aplikasi sosial masyarakat seperti Meetchange yang menghubungkan pengguna dengan organisasi non-profit. 

Mereka adalah perusahaan-perusahaan digital rintisan yang akan melalui proses validasi produk, pasarnya, dan penggunanya. 

EGM Divisi Digital Service PT Telkom, Arief Musta'in mengungkapkan bahwa 13 startup yang terpilih akan menjalani inkubasi selama enam bulan. 

"Program inkubasi akan berlangsung sekitar enam bulan menggunakan pendekatan metode lean startup dan agile development. Jadi, kami akan bina mereka agar makin meningkat dari tahapan dasar customer validation menuju product validation, business model validation, dan akhirnya market validation," jelas Arief. 

Arief juga menjelaskan bahwa inkubasi akan dibimbing oleh tiga jenis mentor resident mentor (mentor inti), visiting mentor (mentor tamu), dan Silicon Valley mentor (mentor langsung dari Silicon Valley, Amerika Serikat) yang semuanya merupakan praktisi bisnis digital yang telah teruji. Karena itu, pihaknya mendorong agar 13 startup terpilih tersebut dapat mengikusi semua program inkubasi dengan sungguh-sungguh dan bisa bekerja bersama untuk sama-sama meraih sukses.

Selain itu Managing Director Indigo Creative Nation, Ery Punta juga menambahkan, 13 startup terpilih tersebut menggenapi sembilan startup Batch I yang diumumkan pada Februari 2016 lalu.

"Di tengah gencarnya berbagai program seleksi sekaligus inkubasi startup beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, Indigo yang memasuki tahun ke tujuh, konsisten melakukan pembinaan pada rintisan usaha digital," kata Ery.

Menurutnya, sejak dimulai pada tahun 2009 hingga sekarang, Indigto telah melibatkan sebanyak 2000 peserta yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, startup yang dinilai layak dan masuk program inkubator terdapat 65 startup yang sebagian sudah memperoleh mentoring intens, pendanaan, hingga diberangkatkan ke Silicon Valley. Bahkan Beberapa peserta inkubator telah masuk pasar dan makin eksis melayani pengguna, baik oleh masyarakat luas maupun oleh Telkom Group yang memiliki puluhan anak perusahaan.

Contoh sukses tersebut antara lain Jarvis Store yang menjadi Divisi Business Servie PT Telkom ataupun X-Igent yang membuat tombol panik yang diadopsi oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil di Bandung Command Center. Selain itu juga Kakatu aplikasi penyaring konten berdasarkan umur yang kepopulerannya semakin meningkat. Dan banyak lagi lainnya..

Sementara itu, Nicko Widjaja, CEO MDI Ventures menyatakan, bahwa operasional pelaksanaan program inkubasi dan akselerasi startup Indigo seluruhnya akan dilaksanakan oleh MDI Ventures.

"Kami akan mengevaluasi sehingga mereka yang sudah di level customer validation misalnya, itu mungkin akan naik grade menjadi product validation, business model validation, hingga market validation," pungkasnya.

Dunia bisnis rintisan digital merupakan salah satu sub-sektor kreatif yang terus didorong dan didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Itu sebabnya, Indigo sejauh ini telah menjadi salah satu rujukan dalam bidang pengembangan startup di Indonesia. 


Sumber : Indotelko.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu