Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Menyaksikan Kembali Perang 10 November Surabaya

Arif B Setyanto
Arif B Setyanto
0 Komentar
Menyaksikan Kembali Perang 10 November Surabaya
Keterangan Gambar Utama © Pemilik Gambar

Surabaya merupakan kota yang dijuluki sebagai kota pahlawan. Julukan itu disematkan karena pada 10 November 1945 di Surabaya terjadi perang besar melawan Inggris. Dalam perang tersebut RIbuan orang bahu membahu menahan serangan Inggris yang baru memenangkan peperangan melawan Nazi dan Jepang di Eropa dan Pasifik. Seluruh lapisan anggota masyarakat terjun dan mengangkat senjata mereka.

71 tahun silam perang itu sudah usai, untuk memperingati pengorbanan para pejuang terdahulu maka diadakan sebuah acara yaitu Parade Juang Surabaya.

Para pejuang dalam acara Parade Surabaya Juang
Para pejuang dalam acara Parade Surabaya Juang

Parade Surabaya Juang merupakan salah satu rangkaian acara untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Agenda parade juang tahun ini bertema “Perang Banteng Kedungcowek”dan mengambil rute dari tugu pahlawan serta berkahjir di taman bungkul Surabaya.

Seorang pejuang berlari membawa bendera Indonesia saat Parade Surabaya Juang
Seorang pejuang berlari membawa bendera Indonesia saat Parade Surabaya Juang

Dalam sepanjang rute yang dilalui parade ini, perang yang dulu terjadi rekonstruksi ulang momen momen yang menjadi bagian dalam peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya tahun 1945. salah satunya di kawasan gedung eks siola, digelar teatrikal perang Madun dan perang Benteng Kedungcowek. Kemudian dilakukan upacara di depan hotel majapahit. Hotel itu dulunya adalah hotel Yamato yang terkenal dengan aksi perobekan warna biru bendera belanda, sehingga bendera nya menjadi merah putih. Dalam upacara ini juga hadir para veteran.

Baca Juga
Rekonstruksi perang saat acara Parade Surabaya Juang
Rekonstruksi perang saat acara Parade Surabaya Juang
Rekonstruksi perang saat acara Parade Surabaya Juang
Rekonstruksi perang saat acara Parade Surabaya Juang
Para veteran mengikuti upacara saat Parade Surabaya Juang
Para veteran mengikuti upacara saat Parade Surabaya Juang
Pengibaran bendera Indonesia di Hotel Majapahit yang dulunya adalah hotel Yamato. Disitulah aksi penyobekan bendera Belanda dilakukan
Pengibaran bendera Indonesia di Hotel Majapahit yang dulunya adalah hotel Yamato. Disitulah aksi penyobekan bendera Belanda dilakukan

Selain Parade Surabaya Juang ada satu lagi drama teatrikal yang dilaksanakan di area tugu pahlawan yaitu Surabay Membara. Surabaya membara agak sedikit berbeda dengan Parade Surabaya Juang. Suasana teatrikalnya lebih mencekam dan ditambah dengan lampu serta kobaran api yang menyala nyala. Diikuti oleh 1.500 orang dari berbagi kalangan teatrikal ini bertajuk Radio Pemberontakan dan Pidato Bung Tomo.

Teatrikal dalam Surabaya Membara
Teatrikal dalam Surabaya Membara
Pasukan Inggris yang menyerang kota Surabaya
Pasukan Inggris yang menyerang kota Surabaya
Pejuang mengacungkan senjata khas perjuangan yaitu bambu runcing
Pejuang mengacungkan senjata khas perjuangan yaitu bambu runcing
Para pejuang yang gugur di medan perang
Para pejuang yang gugur di medan perang
Para pejuang yang memenangkan perang melawan pasukan Inggris
Para pejuang yang memenangkan perang melawan pasukan Inggris

Drama teatrikal yang berlangsung selama dua jam ini menyita perhatian masyarakat surabaya. Dengan adanya agenda seperti ini masyarakat bisa mengetahui sejarah dan tidak lupa begitu besarnya pengorbanan para pejuang untuk negeri ini.


Sumber :

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau80%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIF B SETYANTO

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara