Lupa Sandi?

Jejak Pria Indonesia di Jajaran Pilot Andalan Nazi

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Jejak Pria Indonesia di Jajaran Pilot Andalan Nazi

NAZI, siapa yang tidak tahu tentang hal ini? Partai politik bentukan Jerman di tahun 1920-an ini merupakan salah satu yang terkenal sepanjang sejarah sebagai gerakan yang menjadi sentral meletusnya Perang Dunia II di tahun 1940-an. Kita mungkin mengenal NAZI dengan kekejaman dan rasialisnya yang sangat mengerikan, namun ada satu hal menarik yang belum begitu banyak diketahui orang bahwa salah satu Pilot NAZI pada saat itu adalah seorang pria berdarah Indonesia. Sukses menjalankan berbagai misi rahasia untuk Jerman, dia menjadi salah satu andalan utama NAZI. Willem Eduard de Graaff, namanya.

De Graaff lahir di Soekaboemi, Hindia Belanda (Sukabumi, Indonesia) pada 11 Januari 1908 dari pasangan Gustaaf Willem de Gaaff, seorang pria Belanda dan Elisabeth Christina Füglistahler, seorang perempuan berdarah Jerman – Indonesia. Ia memiliki seorang kakak perempuan yang lahir di Kediri serta adik laki – laki yang lahir di Zaandfoord. Berdarah campuran, de Graaff memiliki perawakan yang sangat khas sebagaimana orang Indonesia umumnya.

Willem Eduard de Graaff (sumber : letletlet-warplanes.com)
Willem Eduard de Graaff (sumber : letletlet-warplanes.com)

Sebelum de Graaff bergabung dengan NAZI, ia merupakan seorang pekerja di maskapai penerbangan Belanda yaitu KLM. Mengawali sebagai seorang insinyur aeronautika pada 1926 lalu aktif di Departemen Angkatan Darat Belanda dan mendapat kulifikasi brevet pilot militer pada 1931 dan brevet B pada 1933. Pada Mei 1933 ia menjadi co-pilot untuk penerbangan KLM rute Eropa – Asia yang umumnya melayani rute Amsterdam – Batavia. Namun sayang, di masa – masa tugas inilah ia mengalami diskriminasi dan penolakan karena perawakannya yang tidak seperti orang Eropa. Setelah jerman menginvasi BEland apada 1940, de Graaff akhirnya bergabung dengan partai NAZI Belanda, Nationaal – Socialistische Beweging (NSB) pimpinan Anton Mussert. Ia diterima sebagai anggota penuh dan menjadi simpatisan fanatik partai itu.

Baca Juga

Pada tahun 1942 ia mendaftarkan diri sebagai pilot sukarelawan di Luftwaffe, angkatan udara Jerman pada zaman itu. Dari sinilah kariernya dalam dunia penerbangan NAZI dimulai. Selepas dari Luftwaffe ia menawarkan dirinya sebagai pilot di sebuah pabrik pesawat di Liepzig, lalu bertugas di Versuchsverband des Oberkommandos der Luftwaffe, sebuah unit elit NAZI yang bertugas melakukan pengintaian rahasia dan menerjunkan agen – agen rahasia Jerman di wilayah musuh. Posisinya sebagai pilot di unit elit tersebut menjadi sarana bagi de Graaff untuk membuktikan dirinya sebagai seorang yang berkompetensi tinggi. sayang, pada 1943 ia mengalami cedera serius di bagian kaki saat pesawat yang dikemudikannya jatuh. Ia pun absen selama beberapa bulan.

Februari 1944, de Graaff bergabung kembali dan akhirnya menjadi bagian dari sebuah skuadron khusus bernama Kampfgeschwader 200 (KG 200) yang dipimpin oleh salah satu pilot pembom terbaik milik Luftwaffe yaitu Obert Werner Baumbach. Di sini, ia banyak melakukan misi – misi rahasia dan berbahaya dari sebelumnya. De Graaff bisa menerbangkan berbagai jenis pesawat untuk menerjunkan agen – agen rahasia NAZI ke wilayah musuh. Selama berbulan – bulan, misi – misi beresiko tinggi berhasil dilakukan oleh Willem Eduard de Graaff hingga akhirnya Jerman menyerah di akhir Perang Dunia II pada tahun 1945.

De Graaff menyembunyikan diri dan menghilang di Jerman selama berbulan – bulan hingga akhirnya kabur ke Amerika Selatan. Sejak saat itu, keberadaan Willem Eduard de Graaff lenyap hingga saat ini. Jejak kehidupan dari seorang pilot andalan NAZI keturunan Indonesia ini semakin tidak terdeteksi dan segala informasi tentang dirinya seakan tidak diketahui lagi.


Sumber : letletlet-warplanes.com, postshare.co.id

Pilih BanggaBangga26%
Pilih SedihSedih26%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau39%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara