Sebanyak 34 mahasiswa asing dari berbagai negara seperti Jepang, Thailand, Sudan, India, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Vietnam, dan Malaysia ikut meriahkan acara Malam Budaya Sriwijaya Internasional 2016 di Palembang.

"Acara ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan budaya masing-masing negara," kata ketua pelaksana acara tersebut, Hasan Basri di Auditorium Pascasarjana Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, tadi malam.

Menurut dia, acara tersebut sangat diperlukan guna memperteguh visi dan misi Unsri menjadi world class university melalui kolaborasi dengan beberapa universitas di banyak negara seperti Korea, Jepang, Amerika Serikat, Uzbekistan, Turki, Tiongkok, Vietnam, dan Malaysia.

Salah satu mahasiswa asal Takoshoku University Jepang, Murayama Mizuki (22) mengatakan sangat antusias dengan acara tersebut karena dirinya dapat lebih memperkenalkan budaya Jepang yang lebih beragam.

"Saya prihatin sebab orang Indonesia tahu budaya Jepang hanya anime saja, padahal masih ada banyak budaya Jepang yang lain," kata Murayama.

Mahasiswa Jepang yang baru dua bulan kuliah di Palembang tersebut sangat menyukai keberagaman budaya yang ada di Kota Palembang, terutama setelah mengetahui bahwa Jembatan Ampera yang merupakan ikon Kota Palembang ternyata dirancang oleh orang Jepang.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Palembang, Ia ingin membuat kerja sama antara mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk mempererat hubungan budaya kedua negara tersebut.

Sementara mahasiswa asal Khortum University Sudan, Yahya, mengatakan sangat senang bisa mengenal kebudayaan negara rekan-rekannya sesama mahasiswa asing, lebih khusus budaya Indonesia yang dibawakan mahasiswa Unsri dalam bentuk tari-tarian dan atraksi silat.

"Salah satu alasan saya memilih Indonesia sebagai negara tujuan adalah karena ingin belajar Bahasa Indonesia, selain itu ingin belajar banyak mengenai keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Palembang," jelas Yahya.

Acara tersebut dibuka dengan tarian Gending Sriwijaya Palembang, kemudian atraksi pencak silat disusul masing-masing negara mahasiswa asing memperkenalkan budaya negara mereka.


Sumber : Okezone

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu