Senin, 21 November 2016 malam itu di Singapura, anak-anak muda Indonesia membuat bangga penduduk bumi pertiwi. Pada puncak perhelatan “The 5-Min Video Challenge” yang diselenggarakan oleh Singtel Group, Indonesia berjaya karena video pendek berjudul “Rotasi” karya Destian Rendra dan Premy Bima K. berhasil keluar sebagai juara utama dan juara favorit.

Rendra yang berlaku sebagai sutradara video “Rotasi” kepada GNFI bercerita, ia dan timnya mengaku tidak menyangka bisa sampai menang di kancah internasional. Sebelumnya, “Rotasi” sendiri sudah memenangi juara 2 di tingkat nasional, sementara juara 1 nya adalah video “Bali Connecting Lives” karya anak-anak muda Bali.

“Kami nggak menyangka banget bisa menang karena waktu di tingkat nasional pun kami nggak menargetkan apa-apa. Lalu waktu di Singapura kami juga nggak banyak berharap. Sampai sekarang kami masih nggak percaya,” ujar Rendra saat dihubungi GNFI, Selasa (23/11).

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengaku bahagia dengan prestasi arek-arek Malang ini.

“Kami sangat bangga ‘Rotasi’ keluar sebagai Pemenang Utama sekaligus sebagai Pemenang Favorit Pilihan Publik dalam kompetisi ini menyisihkan para peserta dari negara lainnya. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki kreativitas yang luar biasa, dan semoga kemenangan ini dapat menginspirasi anak muda lainnya untuk terus berkarya dan membuktikan dirinya hingga tingkat internasional," kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, dalam rilisnya.

Ririek lebih lanjut menjelaskan bahwa saat ini video menjadi media yang sangat powerful untuk menyampaikan pesan dan menjangkau audiens di mana saja. Maka dari itu hadirnya kompetisi ini tentunya menjadi wadah tersendiri berkumpulnya berbagai ide, cerita, dan pesan yang dibalut oleh kreativitas dari para videomaker.

Video berdurasi 5 menit yang lokasi syutingnya melibatkan kawasan Bromo dan beberapa kafe di Malang ini sebelumnya telah diseleksi oleh juri dari The 5-Min Video Challenge Telkomsel pada bulan Oktober lalu bersama dengan 600 video lainnya dari seluruh nusantara. Kemudian, pada bulan November video yang terpilih dikirimkan ke tingkat internasional yang melibatkan juri dan pakar film tingkat dunia.

Rendra sendiri mengaku waktu produksinya hanya dilakukan selama 10 hari mulai dari pematangan ide sampai penyelesaian final video. Cerita yang diangkat dari video “Rotasi” pun terbilang sangat sederhana. Video ini mengisahkan tentang seorang fotografer muda yang tengah dirundung masalah komunikasi antara rekan fotografi, kekasih, dan ibunya. Ia pun memilih pergi ke tempat yang hening untuk merenungkan bahwa dengan adanya masalah-masalah tersebut, hidup tetap berjalan. Bumi tetap berotasi.

“Ya, konsep video ini memang kami pilih yang sederhana dan lebih terkait dengan kehidupan sehari-hari. Jadi masalahnya juga pilih yang sederhana. Dari cerita itu memperlihatkan kalau kita suka gengsi untuk bilang maaf. Kami ingin menyampaikan agar untuk melihat satu masalah itu tidak Cuma dari satu sudut pandang, kita juga perlu tahu sudut pandang dari orang lain,” jelas Rendra.

Tim Rotasi yang tergabung dalam rumah produksi HisStory bisa dibilang terbentuk secara mendadak (source image: Tim Rotasi)
Tim Rotasi yang tergabung dalam rumah produksi HisStory bisa dibilang terbentuk secara mendadak (source image: Tim Rotasi)

Joko Anwar, salah satu juri nasional untuk kompetisi ini menilai cerita dalam video “Rotasi” itu tidak bertele-tele dan tepat sasaran. Sementara itu sutradara Monty Tiwa yang juga menjadi juri menilai pengambilan gambar dan editing videonya sangat bagus.

Rendra menambahkan kalau ide cerita video karya timnya ini memang datang dari pengalaman pribadi salah satu kru. Karena waktu pengumpulan video kala itu tinggal satu bulan lagi, maka tim Rotasi yang tergabung dalam rumah produksi HisStory tidak sempat mematangkan ide terlalu lama. Pun tim yang dihuni oleh mahasiswa Malang dari berbagai universitas ini seringkali kesulitan menentukan waktu produksi film karena perbedaan jadwal kuliah.

“Jadi, sebenarnya tim ini terbentuk karena memang mau mengikuti kompetisi ini pada bulan September, sekitar sebulan sebelum deadline pengumpulan. Awalnya malah kami ada yang belum kenal satu sama lain. Kami juga berasal dari kampus yang berbeda-beda, jadi sering susah menyamakan jadwal,” ungkapnya.

Namun, pihaknya bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan video ini dan bahkan mampu mengalahkan video-video lain dari 10 negara yang hadir dalam final ajang “The 5-Min Video Challenge” tersebut. Rendra sendiri sangat mengapresiasi adanya kompetisi ini karena melalui ajang ini film maker muda yang berasal dari daerah-daerah kecil bisa terwadahi.

“Dengan kompetisi ini kemarin memberikan kesempatan kepada seluruh anak-anak muda Indonesia apalagi di daerah kecil untuk membuktikan kalau kami ternyata juga tidak kalah,” kata Rendra dengan sangat antusias.

Mengambil tema “Connecting Lives”, kompetisi video berdurasi lima menit yang telah berlangsung di Indonesia pada 15 Agustus-31 September 2016 ini berhasil menjaring sebanyak lebih dari 600 video yang berasal dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa hingga pembuat film amatir dan profesional, dengan membawa berbagai genre, mulai dari komedi hingga drama.

Kompetisi ini merupakan kompetisi video pendek hasil kolaborasi para operator seluler yang tergabung dalam Singtel Group, yakni Singtel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), Airtel (Afrika), Globe (Filipina), dan Telkomsel (Indonesia).

Penasaran dengan kerennya video Rotasi karya Rendra dan kawan-kawan? Simak videonya di bawah ini.


*

GNFI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu