Lupa Sandi?

Dari Tetralogi Buru hingga Rumah Sakit Apung

Fairuz Rana Ulfah
Fairuz Rana Ulfah
0 Komentar
Dari Tetralogi Buru hingga Rumah Sakit Apung

Dokter Jawa Tua itu menyerukan kepada murid-murid STOVIA (Sekolah kedokteran untuk kaum Pribumi pada masa kolonialisasi Belanda) untuk berorganisasi seperti yang dilakukan oleh golongan Tionghoa. Dalam kuliah umumnya Dokter Jawa itu mengatakan golongan pribumi harus bangun dari tidurnya, jika tidak pribumi akan semakin tertinggal dari bangsa-bangsa lain.

dr. Lie A. Dharmawan pendiri DoctorSHARE, sumber: doctorshare.org
dr. Lie A. Dharmawan pendiri DoctorSHARE, sumber: doctorshare.org

Narasi tersebut dapat ditemukan dalam buku Tetralogi Buru yaitu Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer. Dalam buku ini, Pramoedya menceritakan tentang kelahiran pergerakan nasional yang nantinya dikenal dengan nama Syarikat Priyayi, Budi Oetomo, dan Serikat Dagang Islam. Seruan Dokter Jawa yang terinspiras dari tokoh nyata yaitu Wahidin Soedirohoesodo, yang digambarkan oleh Pramoedya dengan kata-kata “ Dokter Jawa itu seakan berseru kepada padang pasir.” Seruan ini ternyata tidak sia-sia karena kuliah umum dokter Jawa tersebut benar-benar mempengaruhi Minke yang kala itu sedang menempuk pendidikan dokter. Minke adalah tokoh utama dalam Tetralogi Buru. Tokoh ini sebenarnya merepresentasikan sosok asli R.M. Tirto Adhi Soerjo yang pada November 2006 ditetapkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pahlawan nasional.

Dalam bukunya berjudul Sejarah kecil “petite histoire” Indonesia, Volume 3, Rosihan Anwar juga menegaskan penaranan dokter dalam mendorong kemerdekaan Indonesia. Setelah 71 tahun Indonesia merdeka, tentu terjadi perubahan dalam peta-peta pergerakan termasuk pergerakan dokter. Jika dulu pergerakan dokter menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan, sekarang para dokter Indonesia juga masih berjuang dalam kemanusiaan. Setidaknya hal itulah yang coba diperjuangkan oleh sekelompok dokter yang tergabung dalam organisasi DoctorSHARE.

Lembaga non-profit ini menciptakan Rumah Sakit Apung yang bertujuan melakukan aksi “jemput bola” ke daerah-daerah terpencil Indonesia. Berdiri pada 19 November 2009, organisasi ini berfokus pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Dalam menjalankan prinsip kemanusiaannya DoctorSHARE berkomitmen untuk melakukan perawatan kesehatan untuk orang yang berada dalam kondisi krisis tanpa memandang ras, etnis, suku, agama, antar golongan, atau afiliasi politik. Setelah tujuh tahun berdiri, organisasi ini kini memiliki dua rumah sakit apung yakni RSA dr Lie Dharmawan dan RSA Nusa Waluya I.

Sosok dibalik DoctorSHARE

“Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.” Pramoedya Ananta Toer, dalam Rumah Kaca.

Kekuatan dahsyat yang dimaksud oleh Pramoedya sepertinya terefleksi dalam sosok dr Lie A Dharmawan. Dokter yang memiliki nama Tionghoa Lie Tek Bie merupakan inisiator berdirinya organisasi non-profit DoctorSHARE. Lie lahir dan besar di Kota Padang, Sumatera Barat. Lie memiliki enam saudara, dan pada usianya yang kesepuluh, ayahnya Lie Goan Hoey meninggal dunia. Hal ini menyebabkan Ibu Lie yang bernama Pek Leng Kiau, yang hanya lulusan Sekolah Dasar harus bekerja keras menyekolahkan ketujuh anaknya.

Di tengah himpitan kemiskinan, ibunya Lie tidak pernah menyerah dan putus asa bahkan ia masih sering mengasihi orang-orang miskin disekitarnya. Hidup dan dibesarkan dilingkungan yang dipenuhi kemiskinan tidak mengurangi semangat Lie dalam menolong sesama. Bahkan bisa dikatakan, latar belakangnya itulah yang mendorong Lie membangun rumah sakit apung gratis bagi siapapun yang membutuhkan perawatan medis.

Sosok Lie dan para dokter yang tergabung dalam DoctorSHARE mengingatkan kita bahwa semangat untuk berbakti kepada kemanusiaan tidak hanya tercatat dalam novel saja. Kenyataannya gerakan-gerakan melawan ketertindasan, kemiskinan, kesenjangan sosial terus ada meskipun bertransformasi dalam bentuk-bentuk berbeda.


Sumber :

pustakaide.wordpress.com | biografiku.com | beritasatu.com | doctorshare.org

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FAIRUZ RANA ULFAH

Penikmat alam, kopi, sastra. Sedang tertarik dengan isu-isu kelas, gender, lingkungan. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara