Makin masifnya penetrasi internet cepat dan penggunaan smartphone di Indonesia membuka banyak kesempatan bagi banyak orang untuk memanfaatkan niche-niche startup baru. Tak ketinggalan, Cak Junaidi Irwan, seorang pakar IT dari Surabaya yang sudah lama malang melintang negeri Paman Sam, juga melihat adanya kesempatan untuk menjawab kebutuhan online marketing yang efektif, mudah dibuat dan dishare, dan yang lebih penting hasilnya sama dengan karya para profesional digital marketer. 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Namanya Imooji.

Platform berbasis web ini mampu membuat tampilan promosi atau presentasi kita menjadi jauh lebih menarik lagi. Selama ini, bisa jadi salah satu permasalahan kita dalam menjalankan bisnis adalah kesulitan dalam mendesain materi promosi, terutama yang berbasis digital. Apalagi sekarang dimana banyak promosi digital yang sangat menarik ditambah dengan animasi yang menawan. Imooji adalah solusi yang menarik, karena praktis tanpa skill design yang memadai pun, materi promosi kita akan menjadi menarik.

Junaidi, lebih memilih Surabaya dibanding AS | foto : GNFI
Junaidi, lebih memilih Surabaya dibanding AS | foto : GNFI

GNFI sempat mencoba platform ini, dan sekilas memang tampak seperti Steller. Yang membedakan, selain tampilan webnya tentu saja, juga adalah template-template yang memudahkan kita untuk memasukkan foto, text, dan mendesain keseluruhan halaman-halaman promosi kita. Selain itu, setiap halaman promosi juga bisa ditautkan secara langsung dengan aplikasi lain seperti Youtube, Google Map, dan lainnya, dan kemampuan cross-platform secara langsung ini sungguh memudahkan pengguna untuk memasukkan berbagai informasi produk, event, maupun promosi lain secara integrated. 

Integrasi cross-platform | foto : GNFI

Keunggulan lain, setelah kita menampilkan beberapa halaman-halaman promosi tersebut, kita bisa mengakhirinya dengan  menambahkan call to action ke web atau landing page kita. Sehingga user langsung diarahkan ke tujuan akhir kita.

Dan yang menurut saya paling berbeda adalah, platform ini sepenuhnya berbasis web, sehingga pengguna maupun publik luas tidak perlu melakukan registrasi (sign-up) maupun download app.  

Imooji, asli Suroboyo | foto : GNFI
Imooji, asli Suroboyo | foto : GNFI

Junaidi Irwan, yang memilih pulang kampung ke Surabaya dibandingkan meneruskan pekerjaan ITnya di AS, mengatakan bahwa  platform seperti ini belum banyak (kalau tidak bisa dibilang belum ada) di Indonesia, dan menurut sang kreator. Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, ribuan orang dan ratusan perusahaan sudah menggunakan platform ini untuk berbagai tujuan, mulai dari promosi barang maupun jasa, hingga berbagai event. Saat ini, Imooji masih menggunakan bahasa Indonesia dalam platformnya, dan dalam waktu dekat, bahasa Inggris akan ditambahkan. 

(akhyari hananto)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu