Lupa Sandi?

Helianti Hilman, Menduniakan Pangan Lokal Lewat Javara

Ahda Fariha
Ahda Fariha
0 Komentar
Helianti Hilman, Menduniakan Pangan Lokal Lewat Javara

Indonesia memiliki keanekaragaman dan kekayaan biodiversitas yang melimpah. Tak heran jika kemudian lahir berbagai kuliner kaya akan cita rasa yang khas dari seluruh daerah di Nusantara.

Ragam kuliner dan produk lokal seperti beras, rempah-rempah, kacang hijau, pisang, minyak, rumput laut memang sudah tidak asing lagi di masyarakat Indonesia. Tahukah kawan GNFI bahwa produk pangan lokal Indonesia kian diminati konsumen luar negeri dan produksinya mampu menembus pasar global?

Produk yang berhasil menciptakan pasar untuk produk pangan lokal dalam skala global adalah Javara. Didirikan oleh Helianti Hilman seorang lulusan Kings College University of London, Javara hadir untuk membantu petani kecil meningkatkan dan melestarikan produk pangan lokal asli Indonesia.

Kata Javara yang berasal dari bahasa Sansekerta dipilih untuk menggambarkan kekayaan hasil bumi dari sisi terbaik pulau Jawa, selain itu untuk menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia ini variatif dan mampu bersaing dengan produk kompetitor luar lainnya.

Baca Juga
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
©javara.co.id

Melihat peluang

Berangkat dari hijrahnya di negara kawasan Asia Selatan yakni India, Nepal dan Sri Lanka, membuatnya melihat situasi akan peluang produk lokal Indonesia untuk masuk ke pasar global.

Melalui pengalamannya ketika melihat banyak toko makanan organik di Inggris, membuatnya kemudian melihat Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayatinya pasti mampu untuk menciptakan produk pertanian organik yang berkualitas, begitulah pikir Helianti saat itu.

Wanita yang pernah berkerja sebagai konsultan tersebut bertemu dengan komunitas petani di daerah terpencil di Jawa dan Bali selama 3 bulan lamanya pada 2004. Melihat para petani yang gigih mempertahankan varietas padi dengan kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi, disitu lah kemudian persepsi Helianti terhadap petani berubah.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
©vidabekasi.com

Terinspirasi dari keuletan para petani lah yang melatar belakangi Helianti untuk kemudian mendorong dirinya untuk berbuat sesuatu bagi para petani.

“Saya sebelumnya bekerja sebagai konsultan Bank Dunia dan UNDP pernah ditempatkan di Banglades dan Nepal. Pulang ke Indonesia saya dikenalkan teman yang kerja di FAO. Mengunjungi petani Jawa sampai Bali selama 3 bulan. Mengubah perjalan hidup saya sampai hari ini,” kata Helianti pada talkshow Entrepreneurship UGM seperti dilansir dalam ugm.ac.id.

Helianti awalnya memasarkan produknya ke dalam negeri, namun sejak 2011 produknya lebih menyasar ke pasar global. Dirinya melihat peluang dalam tren internasional di mana konsumen semakin cerdas untuk memilih produk yang baik bagi kesehatan.

Dikemas Menarik

Javara selalu mengunggulkan produk pangan yang ditanam secara organik oleh petani di kawasan pelosok Indonesia. Apabila biasanya kita menemukan beras yang dikemas dengan karung yang tembus pandang dan berwarna putih, berbeda dengan Javara yang produknya dikemas secara eksklusif dan menonjolkan sisi kearifan budaya Indonesia yang kuat dan khas.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
©qubicle.id

Misalnya varian beras lokal yang namanya kini asing di masyarakat Indonesia seperti Andel Abang, Cempo Merah, Wangi Menyan, Jenggot Netep dan Menthik Susu, dikemasnya dengan berat antara 400 gram dan 5 kilogram. Uniknya pada kemasan produk Javara kita bisa melihat kisah proses pembuatan produknya yang sehat dan diproduksi oleh petani yang ada di daerah terpencil Indonesia.

Dikenal Dunia

Siapa sangka, kini lebih dari 800 jenis produk Javara mampu menembus pasar global hingga 90 persen. Jenis produk dari beras, kopi, madu, aneka rempah, kokoa, kacang mete, gula aren, minyak kelapa, selai, pisang, bumbu, rumput laut dan berbagai jenis produk lainnya berhasil mendapatkan apresiasi dari sejumlah negara lain.

Keberadaan Javara sebagai produk pangan lokal menengah ke atas di Australia, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Inggris, Jerman, Italia dan negara Eropa lainnya semakin kuat. Oleh karena itu untuk memperkenalkan keanekaragaman produk pangan Indonesia agar lebih dikenal dunia, Helianti rutin mengikuti pameran dan memadukan sejumlah resep internasional dengan rempah Indonesia.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
©qubicle.id

Helianti mengatakan bahwa pasar global sangat positif merespon produk Javara, sehingga dirinya terus berkomitmen untuk menjaga kualitas dan kearifan lokal Indonesia.

Javara menjadi bukti bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Sebab Indonesia memang kaya akan keunikan dan kearifan lokalnya.

Sumber : dirangkum dalam berbagai sumber

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih8%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AHDA FARIHA

art - poetry ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata