Lupa Sandi?

Bentuk Ikon Persahabatan Belgia dan Indonesia Dalam Seri Petualangan Tintin

Ahda Fariha
Ahda Fariha
0 Komentar
Bentuk Ikon Persahabatan Belgia dan Indonesia Dalam Seri Petualangan Tintin

Bercerita tentang petualangan seorang pencari harta karun dan seorang detektif dalam memecahkan kasus begitulah yang tergambar dari seri petualangan Tintin. Kawan GNFI pasti mengenal Tintin, seorang jurnalis Belgia muda ini ternyata pernah berpetualang di Indonesia lo!

Serial komik yang diciptakan oleh Belgia Herge ini sejak kemunculannya dari tahun ke tahun telah menjadi bacaan favorit seluruh kalangan di dunia selama lebih dari 80 tahun. Komik yang terbit dalam 24 judul dan penjualannya mencapai lebih dari 200 kopi, telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa.

Komik yang menceritakan petualangan Tintin ke berbagai tempat di dunia tersebut diciptakan berdasarkan hasil penelitian dari Herge. Melalui penelitian dan beberapa referensi yang dibacanya, Herge mampu membangun cerita dengan latar belakang budaya politik dalam dunia Tintin.

Tidak banyak yang menyadari fakta bahwa Indonesia ditampilkan dalam serial petualangan Tintin. Pada 1966, Herge menggunakan Indonesia sebagai salah satu setting dalam serial komiknya. Kisah petualangan Tintin di Nusantara diterbitkan pada 2008 dalam serialnya yang ke 22 yang berjudul Penerbangan 714 ke Sydney ini ternyata dijadikan sebagai salah satu ikon persahabatan Belgia dengan Indonesia.

Baca Juga
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Salah satu cuplikan dalam komik Tintin ketika sampai di Indonesia ©kampungbugis

Cerita Tintin Singgah di Indonesia

Bersama dengan ketiga temannya, Milo, Kapten Haddock dan Profesor Lakmus, Tintin memulai petualangannya di Sondonesia atau Indonesia. Dalam perjalanannya menuju Sydney, di komik tersebut disebutkan mereka mendarat di Cengkareng.

Ketika di Jakarta, Tintin dan teman-temannya bertemu Kapten Snut yang merupakan kawan lama yang menjadi pilot pribadi millioner Laszlo Carreidas. Kemudian mereka diajak berkeliling dengan menumpangi pesawat jet Carreidas-160 untuk menuju Sydney.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pesawat Tintin hampir menabrak perahu pinisi ©theartsmechanical

Namun belum lama mereka terbang, pesawat tersebut dibajak oleh orang-orang yang berkomplot dengan Walter Spalding yang merupakan sekretaris Carreidas. Pesawat yang ditumpangi mereka pun mendarat darurat di sebuah pulan kecil yang terletak di Indonesia bagian timur yaitu Pulau Bompa.

Pulau Bompa dalam cerita komik diperkirakan dulunya terletak di sekitar Laut Sulawesi, dulunya disebut sebagi Kepulauan Sunda Kecil dan di tengah pulau tersebut terdapat gunung berapi yang masih aktif yaitu Krakatau.

Di Pulau Bompa mereka bertemu pertama kali dengan fauna khas Indonesia seperti Komodo, monyet Bekantan dan burung Rangkong. Uniknya, milisi lokal yang membajak pesawat Tintin yang digambarkan sebagai bekas pejuang kemerdekaan Indonesia juga memperlihatkan sisi ke-Indonesiaannya melalu pakaian tradisional yang dipakainya berupa kopiah dan ikat kepala khas Sulawesi.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pesawat Tintin yang terbang rendah menuju Pulau Bompa ©indonesiaexpat.biz

Singkat cerita, para pembajak gagal menyandera sang millioner untuk mendapatkan uang dan karena gunung berapi di pulau tersebut meletus maka mereka menyelamatkan diri masing-masing. Di saat Tintin dan teman-temannya menyelamatkan diri mereka menemukan situs purbakala di dalam goa yang mana reliefnya mirip dengan situs purbakala yang ada di Indonesia Timur.

Meskipun belum pernah menginjakkan kaki di Indonesia, Herge sebagai pencipta komik Tintin telah melakukan studi pustaka untuk membangun cerita Penerbangan 714 ke Sydney tersebut.

Sebagai Ikon Persahabatan

Cerita petualangan Tintin di Indonesia ternyata ada dalam perangko yang pernah diluncurkan oleh Belgia. Terdapat dua cerita yang berbeda dalam perangko Tintin, yakni petualangannya ketika singgah di Kemayoran dan saat Tintin berada di Pulau Komodo.

Peluncuran perangko Tintin waktu itu ditandai sebagai peringatan 65 tahun hubungan bilateral Indonesia dengan Belgia di Brussels. Kemudian perangko tersebut digunakan dalam kegiatan surat-menyurat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussels di seluruh wilayah Belgia.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Perangko edisi khusus Tintin di Kemayoran dan Tintin di pulau Komodo ©josstoday.com

Kisah tentang petualangan Tintin di Nusantara tersebut juga dijadikan sebagai salah satu ikon persahabatan dan simbol kedekatan Belgia dengan Indonesia melalui media komik.

Indonesia dan Belgia sendiri sudah bersahabat baik sejak 1947 di lingkup bilateral maupun dalam kerjasama di forum regional dan internasional.Hubungan baik tersebut tercermin dalam kerjasama dalam bentuk saling dukung dalam berbagai aspek seperti, dukungan politik dan kepedulian sosial, juga kerjasama dalam bidang ekonomi, politik, perdagangan dan investasi.

Eric Domb, yang merupakan konsul kehormatan RI untuk Wallonia waktu itu menyerahkan reproduksi beberapa cuplikan gambar komik petualangan Tintin di Indonesia. Reproduksi cuplikan komik tersebut dicetak dalam ukuran 60x80 cm yang dipajang di lobi utama KBRI Brussel. Hal ini ditujukan untuk warga Eropa yang berkunjung ke kantor KBRI Brussel akan kedekatan hubungan Indonesia dan Belgia.

“Hal ini membuktikan bahwa Indonesia melekat di hati masyarakat Belgia”, demikian ucap Dubes Oegroseno, seperti dilansir dalam antaranews.com.

 Sumber : dirangkum dalam berbagai sumber

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau3%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AHDA FARIHA

art - poetry ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata