Lupa Sandi?

Legiun Mangkunegaran, Pasukan Militer Jawa Modern Ala Eropa

Mutia Silviani Aflakhah
Mutia Silviani Aflakhah
0 Komentar
Legiun Mangkunegaran, Pasukan Militer Jawa Modern Ala Eropa

Jauh sebelum adanya pasukan militer modern seperti saat ini, Indonesia pernah memiliki Legiun Mangkunegaran, kesatuan militer paling modern pada zamannya, yang juga merupakan cikal bakal dari militer-militer yang ada di Indonesia saat ini.

Terinspirasi dari pasukan modern Grande Armee, pasukan ini dibentuk oleh Mangkunegara II, lengkap dengan seragam dan persenjataan ala pasukan yang menguasai daratan Eropa tersebut.

Legiun Mangkunegara merupakan bentuk perpaduan budaya asing dengan pengetahuan setempat. Cara berpakaian para anggotanya pun merupakan kombinasi antara militer Perancis dan Jawa.

Pasukan Legiun Mangkunergaran (foto: mobgenic.com)
Pasukan Legiun Mangkunergaran (foto: mobgenic.com)

Pasukan yang terdiri dari orang-orang terbaik di lingkungan Kasunanan Surakarta ini bertahan dari masa Mangkunegara II sampai Mangkunegara VII. Legiun Mangkunegaran mengadopsi latihan tempur ala pasukan Perancis, Legionnaire atau Legiun Asing Perancis. Namanya pun juga mengadopsi dari organisasi militer Perancis yang pernah menguasai Jawa di bawah kekuasaan Napoleon Bonaparte pada tahun 1808-1811 tersebut.

Pasukan ini diresmikan oleh Gubernur Jenderal Daendels yang saat itu berkuasa. Ia turut membantu memperbarui dan membesarkan Legiun Mangkunegaran di bawah kekuasaannya, dengan syarat pasukan ini harus mengabdi padanya. Sehingga pada saat itu, adanya Legiun Mangkunegaran ini sengaja dipersiapkan untuk membantu Belanda dalam melawan Inggris.

Pasukan yang dilatih untuk mempunyai mobilitas tinggi dengan berkuda ini dibentuk atas dua macam kepentingan, sebagai cadangan pasukan untuk tentara Hindia Belanda, dan juga sebagai alat untuk menakut-nakuti setiap ada uaha politik pecah belah.

Tidak hanya beranggota kaum lelaki, Legiun Mangkunegaran juga memiliki pasukan wanita bersenjata yang sama terlatihnya. Selain mahir menggunakan senjata, pasukan wanita muda ini juga piawai dalam berdendang serta memainkan alat musik.

Kekuatan dari pasukan elit yang mendapat berbagai pelatihan khusus dari instruktur Eropa ini tidak bisa dianggap remeh. Kiprahnya ditunjukkan dengan menaklukkan musuh dari berbagai pertempuran yang terjadi di Indonesia.

Pasukan Legiun Mangkunergaran (foto: mobgenic.com)
Pasukan Legiun Mangkunergaran (foto: mobgenic.com)

Kepiawaian Legiun Mangkunegaran ditunjukkan saat pertama kali bertugas dalam Perang Napoleon di Asia, sebagai bagian dari pasukan Perancis-Belanda dala melawan pasukan Inggris-Sepoy (India) tahun 1811.

Satuan elit ini bahkan turut berpartisipasi dalam Perang Diponegoro tahun 1825-1830, yang lebih dikerap disebut sebagai Perang Jawa. Keikutsertaannya dalam perang ini mengakibatkan Legiun sangat disegani oleh kerajaan-kerajaan lain khususnya di Jawa.

Tak hanya itu, Legiun Mangkunegaran saat itu juga terlibat dalam Perang Dunia II saat masa pendudukan Jepang. Namun, saat Jepang berhasil berkuasa, terdapat kebijakan akan pelarangan segala bentuk organisasi politik masyarakat pribumi.

Pasukan Legiun Mangkunergaran (foto: mobgenic.com)
Pasukan Legiun Mangkunergaran (foto: mobgenic.com)

Jepang pun berusaha melucuti semua persenjataan milik rakyat, termasuk milik Legiun Mangkunegaran. Akibatnya, pasukan militer ini menjadi hanya berkedudukan sebagai abdi dalem saja.

Legiun selalu menanamkan agar senantiasa patuh pada pemimpinnya dan memiliki rasa kesetiaan pada setiap anggota, juga pada tanah Kadipaten Mangkunegaran. Posisi Legiun Mangkunegaran akan lebih baik jika tidak dilihat dari pihak mana yang dibelanya, namun, dari aspek profesionalitas dan nasionalisme versi mereka, yakni Legiun itu sendiri.

Kondisi Gedung Kavallerie - Artillerie, markas Kavaleri dan Artileri Legiun Mangkunegaran (foto: wisbenbae.blogspot.com)
Kondisi Gedung Kavallerie - Artillerie saat ini, markas Kavaleri dan Artileri Legiun Mangkunegaran (foto: wisbenbae.blogspot.com)


Sumber : diolah dari beberapa sumber

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau13%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MUTIA SILVIANI AFLAKHAH

Art enthusiast | I'd like to tell you good things, with words I write. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie