Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Wah, Museum Seni Kelas Dunia Sebentar Lagi Dibuka di Indonesia

Arifina Budi
Arifina Budi
0 Komentar
Wah, Museum Seni Kelas Dunia Sebentar Lagi Dibuka di Indonesia
Keterangan Gambar Utama © facebook/MACAN

Belakangan ini bisa dikatakan minat masyarakat Indonesia terhadap seni makin tinggi. Kita bisa melihat ada banyak sekali seniman Indonesia dengan karya-karya khasnya yang sudah melanglangbuana ke mancanegara. Tak hanya itu, masyarakat awam pun kini amat antusias menghadiri pameran-pameran kesenian maupun pameran produk kreatif.

Dengan semakin tingginya minat tersebut tentu para seniman butuh satu tempat untuk bisa mengabadikan hasil karyanya. Tahun lalu, Galeri Nasional Indonesia akhirnya membuka galeri koleksi permanen mereka kepada publik setelah melalui masa renovasi yang cukup lama. Kemudian kabar baiknya, tahun ini di Jakarta akan diresmikan museum seni bertaraf internasional pertama di Indonesia.

Museum dengan nama Modern adn Contemporary Art in Nusantara (MACAN) ini akan menjadi museum seni yang amat besar dengan luas sebesar 4000 meter persegi. Museum ini merupakan inisiatif dari kolektor karya seni terkemuka Indonesia Haryanto Adikoesoemo. Dengan dibukanya museum ini ia berharap para seniman dapat saling memperkuat jejaringnya dan memperkaya khazanah seni dan budaya Indonesia.

Museum MACAN bisa jadi tempat para seniman untuk bertukar inspirasi (foto: MACAN)
Museum MACAN bisa jadi tempat para seniman untuk bertukar inspirasi (foto: MACAN)

Bangunan MACAN sendiri digadang-gadang menjadi bangunan yang unik. Nantinya, museum ini akan memiliki galeri pameran yang meliputi dua ruangan dengan total luas ruangan kira-kira 2000 meter persegi. Selain itu,museum ini akan dilengkapi dengan taman patung indoor seluar 500 meter persegi, zona pendidikan khusus, ruang A/V, dan sebuah kafe, restoran, serta toko ritel.

Baca Juga

Dalam perancangannya, Haryanto turut menggandeng studio desain asal London, yakni London MET Studio Design Ltd dengan desain yang terbuka dan ramah bagi pengunjung. Salah satu fitur yang paling menonjol dari galeri ini adalah kolaborasi digital "totem seni" dengan layar yang dapat diprogram. Dengan "totem seni" ini pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menciptakan dan mengunggah desain kreatif mereka untuk ditampilkan di layar dan dilihat oleh pengunjung lainnya.

Desain ruangan di Museum MACAN sangat interaktif dengan pengunjung (foto: MACAN)
Desain ruangan di Museum MACAN sangat interaktif dengan pengunjung (foto: MACAN)

Walaupun sentuhan seni akan diintegrasikan ke dalam hampir semua ruang yang tersedia di Museum MACAN, pameran utama akan diprogram mengikuti dua ruang utama.

Ruang pertama didesain terbuka dengan menampilkan langit-langit tinggi seluas 1.175 meter persegi yang memungkinkan pelenggaraan pameran bergilir, terutama seni kontemporer dan pameran proyek khusus. Sementara ruang kedua ada di arah belakang museum seluas 745 meter persegi dan akan menjadi ruang yang lebih impresif dengan desainnya agak lebih intim. Nantinya, di ruang ini dapat diselenggarakan pameran seni bersejarah yang lebih banyak dengan fokus pada lukisan, patung, dan karya-karya penting seni modern abad ke-20.

Desain kafe museum MACAN
Desain kafe museum MACAN

Nantinya museum seni ini akan menampilkan karya-karya maestro seni tak hanya dari Indonesia melainkan juga seniman mancanegara seperti Eropa, Amerika, Cina, dan wilayah Asia lainnya. Tak kurang 800 koleksi akan dipamerkan seperti karya dari Raden Saleh, S. Sudjojono, Affandi, Lee Man Fong, Heri Dono, FX Harsono, Agus Suwage, Christine Ay Tjoe, dan Handiwirman Saputra; seniman regional penting seperti Fernando Cueto Amorsolo, Sanyu, Yang Maolin, dan Wu Guanzhong; serta seniman internasional penting seperti Ai Wei Wei, Robert Rauschenberg, Anish Kapoor, Gerhard Richter, Banksy, Andy Warhol, Jean Michel Basquiat, Jeff Koons, Ed Ruscha, Keith Haring, David Hockney, Frank Stella, dan Antoni Tapies.

Tak lain dan tak bukan, luasnya museum seni ini menurut Haryanto diharapkan juga bisa mendukung dan memperluas industri kreatif dan ragam komunitas seni.  “Indonesia sudah lama menjadi rumah bagi seniman berbakat dan eksperimental yang terhitung jumlahnya di semua genre,” ujar Haryanto.

Tentunya dengan dibukanya museum ini akan semakin terbuka juga kesempatan para seniman untuk berkolaborasi dan berinovasi pada karya-karyanya. Rencananya museum MACAN akan dibuka pada November 2017 bersamaan dengan digelarnya Jakarta Biennale 2017.

Sumber : diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga78%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau6%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIFINA BUDI

Pencerita hal-hal baik untuk dunia. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara