Lupa Sandi?

Dibalik Indonesia Hebat

Dian Erviana
Dian Erviana
0 Komentar
Dibalik Indonesia Hebat

Kita sepatutnya bangga menjadi warga Negara Indonesia. Negara Multikultural dengan luas wilayah 5.193.250 km²  (daratan dan lautan) hal ini mengantarkan Indonesia menduduki negara terluas ke-7 didunia setelah Rusia, Kanada, Amerika Serikat, China, Brasil dan Australia. Kemudian jika dilihat dari luas daratannya saja sejumlah 1.919.440 km²  mampu menempatkan Indonesia sebagai negara ke 15 terluas didunia. (Anonim. 2013. http://www.invonesia.com/luas-wilayah-negara-indonesia.html, diakses pada 30 januari 2017).

Peta wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke
Peta wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke. sumber http://www.satujam.com/luas-wilayah-indonesia/

Wilayah sebesar itu tentu harus diimbangi dengan pertumbuhan sumber daya manusia. Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga statistik pemerintah, pada studi terakhir (dirilis pada tahun 2010), Indonesia memiliki jumlah penduduk 237.6 juta orang. Namun, menurut perkiraan-perkiraan belakangan ini (dari berbagai lembaga) Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 255 juta penduduk pada tahun 2016. (Anonim. 2017. http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/penduduk/item67?, diakses pada tanggal 30 januari 2017).

Seperti halnya ungkapan bung karno "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia". Pada kalimat tersebut terkesan  Bung Karno percaya bahwa pemuda Indonesia mampu mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lebih baik.

Pada zaman sekarang bukan lagi penjajah yang akan dilawan oleh pemuda. Melainkan perang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jika masyarakat tidak siap maka yang terjadi hanya sikap konsumerisme dan gaya hidup hedonis. Hal tersebut tentu bukan keadaan yang diinginkan oleh pahlawan – pahlawan pendahulu.

Baca Juga

Dalam hal ini, pemuda memiliki peran penting untuk berperang dengan sehat dan intelektual. Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia dengan rentang usia 16-30 tahun, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan berjumlah 61,8 juta orang atau 24,5 persen dari total jumlah penduduk (BPS, 2014). Jumlah pemuda akan meningkat tajam pada 2020-2035, bersamaan dengan datangnya era bonus demografi bagi Indonesia. Ini era yang sangat langka bagi sebuah negara. Saat itu, jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 64 persen dari total penduduk 297 juta jiwa. (Nahrawi, I. 2016. https://www.tempo.co/read/kolom/2016/10/28/2415/pemuda-indonesia-siap-menatap-dunia, diakses pada tanggal 30 Januari 2017).

Pertumbuhan penduduk semakin meningkat
Pertumbuhan penduduk semakin meningkat. sumber http://geograph88.blogspot.co.id/2013/10/rumus-pertumbuhan-penduduk.html

Kepada para Pemuda mari mengingat ucapan Bung Karno “Jas Merah” yaitu jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Betapa banyak Pemuda Indonesia yang namanya telah melanglang buana ke seluruh penjuru Dunia dan mengharumkan tanah air tercinta.

Sebut saja, Presiden Ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie yaitu penemu pesawat terbang. Pengalamannya di industri penerbangan tidak diragukan lagi.  Ketika masih kuliah di Jerman dan tengah menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat mendapat gelar doktor, Habibie  diharuskan membuat pesawat yang kecepatannya 20 kali kecepatan suara. Sewaktu mengembangkan pesawat tersebut, Habibie bekerja di perusahaan kecil di Hamburg, Jerman. Kemudian ia berhasil dan pulang ke tanah air. Kisahnya sempat dijadikan sebuah film berjudul “Habibie dan Ainun” yang disutradai oleh Faozan Rizal.

Presiden Ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, Penemu Pesawat terbang.
Presiden Ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, Penemu Pesawat terbang. sumber http://www.bintang.com/lifestyle/read/2369594/5-fakta-pesawat-r80-karya-habibie-yang-bikin-bangga-indonesia

Tidak berhenti disitu, pemuda selayaknya dibuat kagum dengan beberapa penemu berasal dari Indonesia lainnya. Seperti Yudi Utomo Imardjoko, Seorang Peneliti dan Ketua Jurusan Teknik Nuklir, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada,  berhasil temukan kontainer limbah nuklir. Temuan merupakan buah dari penelitian bersama lima koleganya.
Pemikiran Yudi didasari pada kemungkinan penanganan limbah radioaktif nuklir dari uraian uranium dan plutonium. Diperkirakan jika ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia berkapasitas 1000 megawatt, paling tidak per tahun menghasilkan limbah sebanyak 797 ton.

Kemudian pada bidang lain, Indonesia dibuat bangga dengan putra terbaiknya, Prof. Khoirul Anwar merupakan penemu sekaligus pemegang hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Sistem ini mampu menurunkan energi hingga 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan. 

Karyanya telah digunakan perusahaan elektronik besar asal Jepang. Selain itu teknologi ini tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei Technology. Khoirul merupakan alumni Teknik Elektro ITB dengan cumlaude di 2000. Setelah itu dia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada 2008. Khoirul juga sempat menerima penghargaan IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.

Beberapa contoh tersebut sengaja penulis sampaikan agar tergeraklah hati para kawan –kawan pemuda yang masih mencari jati diri. Pemuda selayaknya tidak hanya mencari eksistensi melainkan menghasilkan karya yang mampu berguna dan bermanfaat bagi kehidupan khalayak umum.

Pada dasarnya hal tersebut berawal dari kreativitas dan kemauan besar. Menurut Carl Rogers, seorang Psikolog terkenal. Kreativitas sebagai proses munculnya hasil-hasil baru ke dalam tindakan. Hasil-hasil baru itu muncul dari sifat-sifat individu yang unik yang berinteraksi dengan individu lain, pengalaman, maupun keadaan hidupnya. Dengan kreativitas maka sebuah karya akan tercipta.

Namun, kita tidak harus berkecil hati. Pemuda jaman sekarang juga patut dibanggakan. Banyak karya mereka yang tidak bisa dianggap remeh. Pada industri kreatif misalnya, terdapat Christiawan Lie, ilustrator komik yang karyanya telah menembus pasar Amerika Serikat. Komik Return of The Labyrinth yang diterbitkan Tokyopop. Sukses menduduki posisi keempat komik terlaris di AS, bersaing dengan Naruto.

Adapula Bayu Santoso, Mahasiswa ISI Jogja jurusan Desain Komunikasi Visual ini memenangkan lomba desain cover album yang diadakan oleh band ternama asal California, Maroon 5. Desain karyanya berupa gambar wajah harimau putih dengan guratan berbentuk V pada bagian hidung. Hasil karyanya mampu memenangkan lomba desain yang diikuti oleh banyak orang dan berhak menjadi cover album Ke 5 dari Maroon 5. Bayu yang saat ini masih menekuni dunia kuliah memang sering mengikuti lomba desain. Dia juga sudah pernah memenangkan kontes artwork yang diadakan oleh musisi legendaris Billie Joe.

Pierre Coffin, anak dari penulis N.H Dini. seorang arsitek di balik kelahirannya Minion
Pierre Coffin, anak dari penulis N.H Dini. seorang arsitek di balik kelahirannya Minion. sumber https://ngonoo.com/2015/06/211851/17-fakta-pierre-coffin-putra-indonesia-pencipta-karakter-minions

Dan lagi sebuah tokoh kartun Minion, tidak disangka jika arsitek di balik kelahiran Minions merupakan seorang pria berdarah Indonesia, Pierre Coffin. Dia merupakan putra dari penulis ternama Indonesia, N.H Dini. Karena kesuksesannya ini dia akan bekerja sama dengan selebriti Hollywood papan atas di proyek film yang selanjutnya.

Kemudian Andre Surya, seorang animator kelahiran Jakarta tahun 1984 ini dulunya sempat mengenyam pendidikan di Untar dengan jurusan Desain Komunikasi Visual selama 1 tahun. Pendidikannya ini tidak dilanjutkan karena dia lebih memilih bekerja sebagai digital artist. Kemudian dia mengambil diploma di Kanada di bidang Film dan Special Effects. Namun, ilmu dan ketrampilannya dipelajari sendiri karena dia sudah tekun mendalaminya sejak duduk di bangku SMA.

Banyak karyanya yang telah memenangkan berbagai penghargaan. Bahkan, kemampuannya yang mumpuni menjadikannya satu-satunya orang Indonesia yang bisa bergabung dengan proyek film besar, Transformer 3D.  Dan tentu masih banyak lagi pemuda Indonesia dengan berjuta karya nya, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Grup band Mocca asal Bandung yang telah menginjak kancah industri musik internasional. sumber http://ketahui.com/mocca-grup-band-asal-bandung-yang-memiliki-pendukung-fanatik-di-seantero-asia
Grup band Mocca asal Bandung yang telah menginjak kancah industri musik internasional. sumber http://ketahui.com/mocca-grup-band-asal-bandung-yang-memiliki-pendukung-fanatik-di-seantero-asia

Pada industri musik banyak kita kenal para musisi yang telah “Go International” berkat karya dari hasil kerasnya. Seperti Anggun C Sasmi yang berkarya di negara perancis, Agnes Monica dengan jargon Go International nya dan sekarang telah merambah industri musik kancah internasional.

Nama-nama lain seperti, Joey Alexander Sila, pianis cilik yang berhasil meraih “Grand Prix 1st International Festival Contest of Jazz Improvisation Skill” yang diselenggarakan pada 5-8 Juni 2013 di Odessa, Ukraina. Pada festival musik Jazz itu, Joey adalah peserta termuda, dan dia berhasil mengalahkan 43 peserta dari berbagai dunia.

Mocca,  grup  musik indie dari Bandung. Di Jepang mereka juga mendatangani kontrak dengan salah satu indie record. Selain itu, Mocca juga sering menggelar konser di Singapura. Beragam masyarakat di negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, dan Korea juga banyak yang menjadi penikmat setia lagu-lagu mereka.

White Shoes and The Couples Company bahkan sampai ke Amerika dan Eropa, lalu Sandy Sondoro, dari pengamen jalanan menjadi musisi ternama di negara Jerman. Dan tentu masih banyak lagi musisi berbakat anak bangsa Indonesia yang mampu terbang ke kancah Internasional dan membanggakan.

Prestasi membanggakan untuk Indonesia diukir oleh mahasiswa Universitas Gunadarma yang tergabung dalam tim Garuda setelah berhasil menjuarai kompetisi CanSat International Competition 2016. sumber https://inet.detik.com/cyberlife/d-3307545/mahasiswa-gunadarma-juara-rancang-satelit-internasional
Prestasi membanggakan untuk Indonesia diukir oleh mahasiswa Universitas Gunadarma yang tergabung dalam tim Garuda setelah berhasil menjuarai kompetisi CanSat International Competition 2016. sumber https://inet.detik.com/cyberlife/d-3307545/mahasiswa-gunadarma-juara-rancang-satelit-internasional

Kemudian coretan – coretan mengesankan dari dunia pendidikan di Indonesia pun sangat membanggakan. Banyak pemberitaan mencatat beberapa Mahasiswa di perguruan tinggi memenangkan perlombaan ataupun olimpiade di luar negeri. Tidak tanggung-tanggung karya mereka telah di akui dunia dan tidak sedikit pula yang dipatenkan. Hal ini tentu membuat seluruh warga negara Indonesia bangga.

Bukankah semua itu  mampu menjadi kabar baik bagi bangsa Indonesia, bahwasannya Indonesia ialah negara yang hebat. Dan dibalik kehebatannya terdapat sosok – sosok yang kuat, terus berpikir dan berjuang. Terlebih jiwa-jiwa para pemuda yang masih bersih dan fresh hendaknya dijadikan sebagai kekuatan utama agar semakin hebat bagi Indonesia. Karena pada dasarnya Pemuda adalah Agent Of Change bagi tanah airnya. Salam!


Sumber :

http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/penduduk/item67?

https://www.tempo.co/read/kolom/2016/10/28/2415/pemuda-indonesia-siap-menatap-dunia

www.merdeka.com

canggih.co

pojoksatu.id

http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/869371-mobil-listrik-mahasiswa-unnes-semarang-juara-di-jepang

www.hipwee.com

 http://www.satujam.com/luas-wilayah-indonesia/

http://geograph88.blogspot.co.id/2013/10/rumus-pertumbuhan-penduduk.html

http://www.bintang.com/lifestyle/read/2369594/5-fakta-pesawat-r80-karya-habibie-yang-bikin-bangga-indonesia

 http://ketahui.com/mocca-grup-band-asal-bandung-yang-memiliki-pendukung-fanatik-di-seantero-asia

 https://inet.detik.com/cyberlife/d-3307545/mahasiswa-gunadarma-juara-rancang-satelit-internasional

Menulis Kabar Baik #2
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG DIAN ERVIANA

Dian Erviana, Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Angkatan 2014. Pegiat Pers Kampus, anggota aktif di Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BP2M) Unnes. Reporter ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata