Lupa Sandi?

7 Hal Menarik Tentang Indonesia di Kota Leiden, Belanda

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
7 Hal Menarik Tentang Indonesia di Kota Leiden, Belanda

Ratusan tahun menduduki Indonesia merupakan sebuah rentang waktu yang tidak singkat. Inilah yang menyebabkan Indonesia memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan Belanda. Beragam peristiwa  yang terjadi menyimpan   kepingan – kepingan sejarah yang dikenang hingga saat ini, tidak hanya di Indonesia namun juga di Belanda. Leiden, salah satunya.

Terletak diantara dua kota penting Belanda, yaitu Amsterdam dan Den Haag, Leiden cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia karena keterikatannya dengan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Menyimpan banyak kisah perjuangan bangsa, berikut rangkuman beberapa kepingan sejarah Indonesia yang tersimpan di kota sarat sejarah ini.    

Patung Doktor Pertama Indonesia di Universitas Leiden

Dua orang ilmuwan berfoto di depan patung Husein Djajadiningrat (relindonesia.blogspot.id)
(relindonesia.blogspot.id)

Husein Djajadiningrat merupakan orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor. Gelar tersebut ia dapatkan dari Fakultas Humaniora Universitas Leiden, yang merupakan univeritas tertua di Belanda. sepanjang hidupnya, Husein merupakan salah satu intelektual Indonesia yang sangat disegani Belanda, karena kecerdasan yang ia miliki. Salah satunya adalah memenangi kompetisi penulisan ilmiah di Universitas Leiden. Sebagai penghargaan akan sosoknya, patung Husein kini berdiri di Aula Universitas Leiden.

Baca Juga

Tempat Lahirnya Organisasi Perhimpunan Indonesia

Para anggota Perhimpunan Indonesia tahun 1920-an (javapost.nl)
Para anggota Perhimpunan Indonesia tahun 1920-an (javapost.nl)

Leiden adalah saksi sejarah lahirnya organisasi Perhimpunan Indonesia atau Indische Vereeniging yang diprakarsai oleh pelajar – pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Belanda. Berdiri sejak tahun 1908, organisasi ini merupakan awal mula munculnya pergerakan perjuangan kemerdekaan dari para pelajar dan mahasiswa Indonesia di Belanda. Pula, lewat organisasi inilah muncul tokoh – tokoh bangsa yang cukup berjasa dalam perjuangan kemerdekaan indonesia, salah satunya adalah Mohammad Hatta yang kita kenal sebagai slaah satu bapak proklamator RI.

Bangunan tempat tinggal pelajar indonesia kala itu

Masih berdiri kokoh hingga saat ini (wikimedia.org)
Masih berdiri kokoh hingga saat ini (wikimedia.org)

Berada di Jalan Noordeinde no.32, tak jauh dari Universitas Leiden, rumah ini masih berdiri kokoh sebagai saksi sejarah Perhimpunan Indonesia masa itu. Ahmad Soebardjo, salah satu punggawa Perhimpunan Indonesia yang pernah tinggal di tempat tersebut menyediakan rumahnya sebagai temapt untuk melakukan pertemuan bagi para pelajar anggota Perhimpunan Indonesia dalam pergerakan mereka melawan kolonialisme. Selain menjadi markas diskusi perjuangan, rumah ini juga merupakan tempat mereka menyalurkan bakat lewat bermain musik.

Museum Volkenkunde dan Ruang Khusus Koleksi Indonesia

Beberapa koleksi Indonesia di Volkenkunde Museum ( tripadvisor.com)
Beberapa koleksi Indonesia di Volkenkunde Museum ( tripadvisor.com)

Volkenkunde adalah salah satu musem yang terkenal di Leiden, memiliki ruang khusus yang berisi koleksi – koleksi tentang dan dari indonesia. koleksiyang ada meliputi beragam peninggalan penting bangsa indonesia mulai dari arca dewa – dewi dan raja – raja nusantara, benda koleksi istana perhiasan tradisional hingga beragam kain khas suku – suku di Indonesia yang sudah berusia ratusan tahun.

Gudang ilmu tentang Indonesia

Gedung KITLV dengan penggalan aksara Elong - Bugis di tembok (kitlv.nl)
Gedung KITLV dengan penggalan aksara Elong - Bugis di tembok (kitlv.nl)

Bisa dikatakan bahwa Leiden merupakan gudang dari warisan literasi indonesia. Selain perpustakaan Universitas Leiden yang menyimpan La Galigo, manuskrip terpanjang di dunia, Leiden juga memiliki perpustakaan dengan koleksi buku tentang indonesia yang cukup lengkap.   Koninklijk Instituut voor Taal en Volkenkunde (KITLV) atau dalam bahasa Indonesia disebut Lembaga studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda merupakan perpustakaan yang memiliki hampir semua buku tentang Indonesia. Catatan – catatan sejarah tentang berbagai suku di Indonesia, bahasa, sastra dan beragam buku lainnya bisa dengan mudah ditemukan di perpustakaan ini. di perpustakaan ini juga terdapat ratusan surat Kartini beserta lukisan – lukisannya yang masih tersimpan dengan sangat rapi.  

Puisi Indonesia di tembok jalanan

 (kompasiana.com)
(kompasiana.com)

Selain dikenal sebagai kota sejarah, Leiden juga terkenal dengan seni dan sastra. Salah satu cara terbaik menikmati kota ini adalah menyusuri jalanan kota yang dihiasi dengan ratusan mural – mural puisi di berbagai bangunan yang ada. Lebih menarik lagi, puisi – puisi tersebut ditulis dalam bahasa aslinya.  Jangan kaget bila anda akan menemukan “Aku,” puisi fenomenal karya penyair Chairil Anwar yang terpampang diantara puisi – puisi yang lain. selain itu, ada juga Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita serta Penggalan Elong yang ditulis dalam bahasa suku bugis.

Makam Irawan Soejono, Mahasiswa Indonesia Pahlawan Belanda

(visualogy.net)
(visualogy.net)

Irawan Soejono adalah mahasiswa indonesia di Leiden yang waktu itu terbunuh karena membantu perjuangan Belanda melawan NAZI. Selama pendudukan NAZI di Belanda pada tahun 1940 – 1945, Irawan merupakan sosok yang paling dicari – cari oleh NAZI. Bersama kelompok pejuang bawah tanah, Irawan ikut berjuang melawan pendudukan NAZI pada waktu itu. Ia meninggal karena ditembak oleh salah satu polisi rahasia NAZI. Atas jasanya, ia dianugerahi gelar pahlawan oleh Kerajaan Belanda dan namanya diabadikan menjadi nama jalan di kota Osdorp, Amsterdam.


Sumber : artebia.com boombastis.com

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih10%
Pilih SenangSenang2%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi12%
Pilih TerpukauTerpukau42%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara