Lupa Sandi?

Makanan dan Minuman Vegetarian ala Indonesia

adli hazmi
adli hazmi
0 Komentar
Makanan dan Minuman Vegetarian ala Indonesia

Banyak orang yang merubah gaya hidupnya dari meat-eater atau pemakan daging menjadi vegetarian atau hanya memakan sayur-sayuran. Perubahan gaya hidup ini biasanya dikarenakan oleh faktor kesehatan, orang-orang vegetarian percaya bahwa daging itu memiliki dampak buruk untuk tubuh manusia sedangkan sayur memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh.

Mengenai makanan vegetarian, banyak orang mengira bahwa makanan vegetarian jatuh nya akan lebih mahal daripada makanan biasa sehari-hari. Pasalnya makanan vegetarian harus lah makanan yang organik dan biasanya berupa salad. Namun ternyata, makanan vegetarian pun juga ada yang murah nan enak. Makanan-makanan vegetarian ala Indonesia ini juga diminati oleh banyak orang.

  1. Gado- Gado
Gado-Gado (Sumber : Qraved)
Gado-Gado (Sumber : Qraved)

Gado-gado menjadi primadona kala perut ingin kenyang tapi tetap mempertahankan gaya hidup vegetarian, pasalnya gado-gado ini terdiri dari sayur-sayuran yang direbus seperti toge, kol dan kentang lalu dicampur menjadi satu dengan tahu, tempe dan irisan ketimun. kemudin disiram dengan bumbu kacang diatasnya disertai dengan irisan telur dan irisan tomat makanan ini biasanya ditemani dengan krupuk atau emping sebagai pelengkapnya.

  1. Lotek
Lotek (sumber : makanajib.com)
Lotek (sumber : makanajib.com)

Lotek sebenarnya hampir mirip dengan gado-gado yakni terdiri dari sayur-sayuran yang direbus seperti kacang panjang, kol, wortel dan toge yang kemudian dijadikan di satu dengan tempe di cobek besar, cobek besar ini berisi sambal kacang dngan tambahan bumbu seperti terasi, gula merah dan bawang putih. Semua bahan yang ada di cobek kemudian diaduk-aduk sehingga bumbu kacang merata, lalu disajikan. Banyak orang yang biasanya tidak suka makan sayuran, ketika mencoba lotek, mereka mulai menyukai nya dan memakan sayuran dengan lotek.

  1. Serabi
Serabi (Sumber : Youtube Account Nida Apriliani)
Serabi (Sumber : Youtube Account Nida Apriliani)

Jajanan pasar tradisional ini kadang disebut juga dengan Surabi. Terdapat dua jenis serab, yaitu serabi manis dan serabi asin. Untuk membuat adonan serabi, santan segar dicampurkan dengan tepung beras yang diaduk bersamaan dengan gula pasir, ragi, garam dan telur. Adonan kental serabi biasanya dikukus diatas tempat serabi yang berbentuk melengkung hingga jadi. Serabi ini biasanya memiliki toping seperti pisang, nangka dan variasi buah-buahan lainnya.

  1. Leker
Leker (hartono trade center)
Leker (hartono trade center)

Kue Leker ini memiliki proses yang mirip dengan serabi. Terbuat dari tepung terigu, telur, susu, gula dan air yang diaduk hingga mengental. Kue lekker ini akan dimasak diatas tungku kecil yang dipanaskan dengan baru bara. Kue lekker biasanya memiliki topping berupa pisang yang diiris. Ciri khas dari kue ini adalah adonannya yang crispy dan renyah.

  1. Es Cendol
Cendol (Sumber : Tokopedia)
Cendol (Sumber : Tokopedia)

Es dawet juga disebut dengan es cendol. Cendol terbuat dari tepung beras dan tepung suji yang dipanaskan bersamaan air pandan suji sehingga menghasilkan warna hijau alami ketika diaduk hingga mengental. Cendol yang sudah jadi disajikan bersama santan, gula merah cair dan es batu, namun juga bisa ditambahkan dengan irisan nangka untuk menambah kesegaran.

Kelima makanan dan minuman diatas tidak menggunakan daging dari makhluk hidup seperti daging sapi ataupun daging ayam sehingga para vegetarian pun bisa menyantap hidangan tersebut.

Sumber : Disadur dari berbagai Sumber

Label:
vegetarian
Pilih BanggaBangga17%
Pilih SedihSedih8%
Pilih SenangSenang42%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau8%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADLI HAZMI

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie