Lupa Sandi?

Pesona Indonesia di Desa Pacet Mojokerto

tias monika ferlia
tias monika ferlia
0 Komentar
Pesona Indonesia di Desa Pacet Mojokerto

Desa Pacet merupakan kelurahan Pacet kabupaten mojokerto jawa timur. Tepatnya, terletak di lereng kaki gunung Welirang. Udaranya sangat sejuk menambah keindahan tempat kelahiran saya yang satu ini, menyimpan keindahan tersendiri, keindahan alam yang begitu indah pantas dikagumi oleh semua warga yang tinggal di desa Pacet tersebut, maupun diluar desa.Kalau mendengar desa Pacet di telinga mereka, maka dibenak mereka sudah menggambarkan keindahan tentang desa Pacet.

Ya.. memang desa Pacet adalah desa yang terkenal dengan kesejukan udaranya, keasrian desanya, tentu juga dengan kenyamanan. Karena, desa Pacet desa indah sejuk nyaman, banyak bunga di dalam taman. Dari keramahan penduduk desanya yang menambah kesempurnaan desa Pacet. Hamparan sawah nan hijau selalu menghiasi pemandangan mata disetiap penjuru desa, disana kami bermain dengan lumpur yang mewarnai tubuh kita masing-masing, rasa gembira yang ada di sekeliling kami Sungguh begitu sempurnanya ciptaa-Mu Tuhan.

Sungai yang begitu jernih dan segar, dilengkapi dengan ikan-ikan wader beserta udang sebagai tempat tinggal habitat air,, tidak tercemar polusi apapun. Disanalah aku bersama teman-temanku melepaskan kelelahan seusai bermain di sawah, suara petir mengelegar ditelinga kami, disertai awan mendung yang petang mulai menyelimuti langit pada waktu itu, kami memutuskan untuk berteduh disuatu kandang sapi yang tak jauh dari tempat kami bermain di sawah.

Ya.. itu adalah kandang sapi milik Pak Nur.

Baca Juga

Disana kami berteduh sejenak menunggu hujan reda, kami disana bercengkerama, selain bercengkerama, kami melihat pemandangan yaitu, sapi lagi memakan rumptnya.

Eh,, tidak hanya itu saja, kami juga melihat Pak Nur lagi memerah susu sapi. Sungguh hangat suasana pada waktu itu, walaupun diluar sana hujan deras. Kami bercanda bersama disana, meskipun kami berada di kandang sapi, kami merasa gembira.

Pohon-pohon rindang yang tumbuh dengan rindang, Burung-burung berkicauan setiap pagi, dan setiap menjelang sore yang pulang ke rumahnya mereka masing- masing. Aku sulit untuk melupakan begitu banyak coretan kenangan yang sudah keluar dari tinta kehidupanku selama aku bersama keluargaku sanak saudaraku di desa tercinta. Memang sangat benar, walaupun banyak negeri ku jalani yang masyur permai di kata orang, tetapi kampung dan rumahku disanalah ku rasa senang.

Terima kasih banyak Tuhan, nikmatmu begitu indah, tiada hari untuk mengucap rasa syukur hambamu ini kepada Engkau.Rasanya aku sulit menghilangkan rasa rinduku kepada desaku tercinta, aku tak ingin meninggalkan desa tercintaku. Namun apa daya diriku, aku harus melanjutkan sekolahku di kota orang, untuk mrnggapai cita-citaku. Meskipun meninggalkan orang-orang yang aku sayangi, yaitu kedua orang tuaku, keluargaku, kerabatku, semua orang yang ada di desaku. Tapi, demi orang tuaku yang aku sayangi dan cintai aku akan berjuang untuk membanggakan mereka. Aku akan kembali pulang dengan kesuksesanku kelak amiiiinnn…

"Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Menulis Kabar Baik GNFI #2"

Sumber :inspirasi diri sendiri

Label:
tmf
Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG TIAS MONIKA FERLIA

Mensyukuri atas segala nikmat yang telah diberikan. Melakukan hal yang positif untuk mendatangkan manfaat ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata