Lupa Sandi?

Google Doodle Perkenalkan Sastrawan Indonesia Pramoedya pada Dunia

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Google Doodle Perkenalkan Sastrawan Indonesia Pramoedya pada Dunia

Pramoedya Ananta Toer lahir di Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada 6 Februari 1925. Berkali-kali ia menjadi tahanan di masa pemerintahan berbeda, akibat pemikirannya yang dianggap menentang. Meski menghabiskan sebagian besar masa dewasa di balik jeruji besi, Pram--begitu ia biasa dipanggil, mampu hasilkan karya tulis berharga. 

Pram menjadi salah satu sastrawan Indonesia paling produktif dalam hasilkan karya. Meski demikian, tak semua karyanya dapat dibaca publik. Oleh penguasa, sebagian tulisannya dibakar dan yang sudah menjadi buku pun dilarang beredar. Cara yang digunakan untuk selamatkan karyanya adalah dengan menitipkan potongan cerita secara lisan kepada teman-temannya di tahanan, atau dengan menyelundupkan ke luar negeri. [Baca: Kisah Tumiso, Penyelamat Naskah Pramoedya Ananta Toer]

Meski terus mengalami kesulitan dalam mengutarakan pikirannya dalam tulisan, Pram terus saja menulis hingga ajal menjemput. 

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. --Pramoedya Ananta Toer

Empat judul kronik berlatar sejarah Indonesia akhirnya hadir dan menjadi karya agung Pramoedya: Bumi Manusia. Meski berbentuk semi-fiksi, novel tetralogi ini menjadi salah satu catatan penting tentang sejarah Indonesia di masa penjajahan. Karya-karya lain yang dapat diselamatkan pun tak kalah pentingnya. Sebagian karya telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa di dunia.

Karya-karya yang menggugah membuat Pram mendapat berbagai penghargaan. Hingga hari ini--11 tahun sejak kepergiannya, penghargaan itu masih terus ada. Memperingati ulang tahun Pram yang ke 92, Google Doodle memajang gambar Pram yang sedang duduk menulis dengan mesin tik. 

Google Doodle merupakan logo yang ditampilkan di laman utama mesin pencari Google. Logo ini akan berubah setiap harinya. Ketika suatu negara pengguna Google memperingati hari tertentu, maka Google Doodle dibuat menggunakan logo terkait. Termasuk peringatan ulang tahun Pramoedya ini. Hari ini, Google perkenalkan sastrawan kebanggaan Indonesia itu ke berbagai belahan dunia. 

Pilih BanggaBangga93%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Dari Anak Jalanan Jadi Calon Ahli Kriminologi

Indah Gilang Pusparani2 bulan yang lalu

Ini Dia Peselancar Wanita Indonesia Yang Go International!

Agatha Olivia Victoria3 bulan yang lalu

Taufiq Effendi, Tunanetra Yang Berhasil Menggebrak Indonesia

Agatha Olivia Victoria4 bulan yang lalu

"Jika Perlu, Saya akan Bangkit dari Kubur"

Akhyari Hananto4 bulan yang lalu

"...Saya akan bangkit dari kubur"

Akhyari Hananto4 bulan yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara