Lupa Sandi?

Nusasvara Gagas Kegiatan Amal Lewat Pertunjukan Kebudayaan Indonesia di Birmingham

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Nusasvara Gagas Kegiatan Amal Lewat Pertunjukan Kebudayaan Indonesia di Birmingham

Sabtu kemarin menjadi hari bersejarah bagi para pelajar di Inggris khususnya di Birmingham. Pasalnya, rangkaian pertama dari acara Nusasvara Project yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar dan Masyarakat Indonesia Birmingham (PPI-MIB) telah berjalan dengan sukses pada 1 April 2017. Acara yang dimulai pada pukul 09:30 pagi waktu setempat di University of Birmingham tersebut diawali dengan Academic Talk yang dihadiri oleh tiga pembicara yaitu Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, M.A. PhD. dari Atase Pendidikan dan kebudayaan KBRI London, Dr. Nunung Nurul Hidayah selaku dosen Islamic Finance and Accounting dari Aston Business School, dan Bapak Endy Dwi Tjahjono selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London.

Tema yang diusung adalah kerjasama antara Inggris dan Indonesia dalam perspektif ekonomi, politik, pendidikan dan budaya pasca Brexit. Terlepas dari banyaknya ketidakpastian di masa mendatang, para pembicara berharap dengan adanya keputusan Brexit akan mempererat kerjasama strategis antar kedua negara. Meskipun topik tersebut terbilang cukup berat, namun academic talk yang dimoderatori oleh Ibu Herlina Yoka Roida selaku mahasiswi program doktoral dari Lancashire Business School tersebut sukses menarik perhatian mahasiswa dari kota lain seperti London, Leicester, Nottingham, Cranfield dan Liverpool.

Para peserta Academic Talks berfoto bersama usai acara (Foto: Nusasvara Project)
Para peserta Academic Talks berfoto bersama usai acara (Foto: Nusasvara Project)

Seusainya, pada pukul 12:00 siang para pembicara serta peserta academic talk segera menuju ke university square, tempat diadakannya Indonesia Showcase yang dihadiri oleh hampir 500 orang. Acara kedua tersebut resmi dimulai oleh Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, M.A. PhD. dengan pemukulan gong sebagai ciri khas acara Indonesia serta dilanjutkan dengan pertunjukan musik angklung dan live band.

Menariknya, Indonesia Showcase ini dirancang tidak hanya untuk kaum pemuda dan dewasa namun juga untuk anak-anak. Hal ini dikarenakan adanya Kids Corner tempat diselenggarakannya lomba mewarnai serta fasilitas melukis wajah untuk anak-anak. Ada pula booth khusus untuk menjual souvenir khas Indonesia serta batik karya anak bangsa yaitu “Kebaya Lence UK” yang baru-baru ini mengikuti Canada Fashion Week. Tidak ketinggalan, berbagai permainan seru pun berhasil mengundang gelak-tawa para pengunjung.

Baca Juga
Pertunjukan angklung yang juga mewarnai acara Nusasvara 2017 (Foto: Nusasvara Project)
Pertunjukan angklung yang juga mewarnai acara Nusasvara 2017 (Foto: Nusasvara Project)

Indonesia Showcase dari Divisi Sosial Masyarakat PPI-MIB menyuguhkan belasan vendor panganan Indonesia mulai dari makanan berat seperti nasi padang, bakso malang, sate ayam, soto mie bogor, nasi campur bali, gudeg, pempek sampai cemilan seperti kue pukis, martabak, es campur, gorengan, klepon dan es cendol. Momen ini tentunya kerap ditunggu-tunggu oleh para pengunjung sebab mereka memiliki kesempatan untuk mengobati rasa rindu terhadap tanah airnya melalui jajanan Indonesia yang terbilang langka di negeri Big Ben. Meskipun acara sempat diguyur hujan, tetapi antusiasme pengunjung tetap terjaga hingga akhir acara.

Puncak acara dari Nusasvara Project tahun 2017 ini adalah konser musik bertajuk Re[sound]nation Concert, yang akan berlangsung 7 Mei 2017 mendatang. Konser musik ini berkonsep penggabungan antara musik tradisional dan populer Indonesia. Salah satu musisi Indonesia yakni tulus akan berpartisipasi untuk menyemarakkan konser ini. Dengan semangat untuk memberikan kesetaraan pendidikan kepada seluruh anak-anak Indonesia maka konser amal ini dibuat, di mana nantinya uang dari hasil penjualan tiket akan didonasikan kepada salah satu NGO di Indonesia yang bergerak dalam bidang pendidikan.

Kegiatan yang mengusung tema “Volunteering for Children Education in Indonesia” ini terlaksana berkat kerja sama antara PPI-MIB dengan KBRI London, Hoshizora Foundation, PT TWC, Bank Indonesia, Indofood, dan media-media partner seperti Radio PPI Dunia, Radio PPI UK, PPI TV, RRI, The Jakarta Post, dan Good News From Indonesia. Makna filosofi Nusasvara berasal dari Bahasa Sansekerta (Nusa=Indonesia ; Svara=bernafas) adalah berbagi untuk memanjangkan nafas pendidikan anak-anak di Indonesia. Sebagian dari profit yang berhasil dikumpulkan akan didonasikan untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia melalui Hoshizora Foundation (www.hoshizora.org), salah satu NGO di Indonesia yang bergerak dalam bidang pendidikan. Respon positif pun mengalir dari para pengunjung yang menikmati rangkaian Nusasvara dari awal hingga akhir.

Pilih BanggaBangga14%
Pilih SedihSedih14%
Pilih SenangSenang43%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi29%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bertekad untuk mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara