Lupa Sandi?

Tim Kajian BMI: Wadah Kontribusi Nyata Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri

Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha
Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha
0 Komentar
Tim Kajian BMI: Wadah Kontribusi Nyata Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri

Buruh Migran Indonesia (BMI), yang memiliki istilah lain yaitu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan juga "pahlawan devisa", adalah setiap orang yang bermigrasi atau berpindah dari wilayah kelahiran atau lokasi tinggal yang bersifat tetap untuk keperluan bekerja (buruhmigran.or.id). Serupa dengan definisi tersebut, ternyata di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no. 3 tahun 2013 Tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, TKI didefinisikan sebagai setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah.

Dari kutipan tersebut telah jelas betapa pentingnya peran BMI bagi income negara kita. Bahkan di dalam sebuah kajian ilmiah dinyatakan bahwa "kepergian Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri biasanya diikuti dengan adanya fenomena perbaikan tingkat perekonomian keluarga" (Ritan, 2016). Untuk itulah, dalam upaya untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan BMI yang begitu mulia, perlu adanya sebuah perhatian khusus pemerintah Indonesia, baik melalui perpanjangan tangan Kementerian Luar Negeri dan juga Kementerian Ketenagakerjaan, yang secara perundang-undangan telah banyak dibuat dan disusun sebagai aturan koridor yang jelas untuk melindungi hak-hak BMI yang bekerja di luar negeri. Akan tetapi pada aplikasinya di lapangan, terkadang pemerintah Indonesia masih sering mengalami kendala dalam mengaji dan juga memonitor permasalahan-permasalahan yang terjadi di kalangan BMI yang ada di luar negeri. Sehingga penyelesaiannya pun juga menjadi tidak maksimal. Hal tersebut wajar dan sama sekali tak mengherankan, karena memang jumlah tenaga kerja Indonesia di luar negeri tak hanya segelintir, sudah mencapai angka ratusan ribu orang.

Jumlah Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri dari tahun 2011-2016 berdasarkan pemantauan BNP2TKI
Jumlah Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri dari tahun 2011-2016 berdasarkan pemantauan BNP2TKI urutan 1 sampai 19 dari 25 negara teratas

Maka dari itu, dipandang perlu adanya dukungan konkret dari para mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri, untuk membantu meringankan beban tanggung jawab pemerintah Indonesia dalam hal menghimpun data dan juga memonitor kondisi lapangan dari Buruh Migran Indonesia di luar negeri. Tentunya dengan didasari niat untuk berkontribusi sesuai kapasitasnya, yaitu sebagai mahasiswa. Apalagi, jika ditinjau dari tabel di atas, Taiwan menduduki peringkat kedua dengan jumlah BMI terbanyak. Beranjak dari awalan tersebut, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan) masa bakti 2017/2018 mencoba menginisiasi sebuah gerakan positif berupa pembentukan Tim Kajian Buruh Migran Indonesia (BMI). Meski Tim Kajian BMI berada di bawah otoritas PPI Taiwan, akan tetapi rencana strategis dari pembentukan tim ini tak jauh-jauh dari sebuah proses menghimpun volunteer dari berbagai negara, yang peduli terhadap nasib BMI, untuk nantinya dapat bersinergi dan berkolaborasi menjadikan tim ini sebagai pusat studi ilmiah tentang BMI di luar negeri (tak hanya di lingkup Taiwan saja). Seperti Tim Kajian Nuklir dan juga Tim Kajian Papua milik PPI Dunia yang telah terbentuk beberapa waktu lalu, harapan kami Tim Kajian BMI dari PPI Taiwan akan menjadi pelopor dalam penggerak studi ilmiah tentang BMI di seluruh dunia.

Kami sadar sepenuhnya bahwa peran dari mahasiswa hanyalah di bidang kajian sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas keilmuan, sedangkan sang eksekutor kebijakan dan solusi penanganan BMI sepenuhnya ada pada pemerintah Indonesia (lewat perpanjangan tangan dinas-dinas terkait yang dibentuk di berbagai negara). Berdasarkan pemahaman tersebut lah, Tim Kajian BMI dari PPI Taiwan ini dibentuk hanya sebagai supporting system pemerintah dalam penggalian info, kondisi lapangan, juga permasalahan-permasalahan yang ada di kalangan BMI di luar negeri (sementara ini, hanya terpusat yang ada di Taiwan). Untuk selanjutnya informasi-informasi yang telah didapatkan, akan dikaji dan diolah dengan berbagai metode serta analisis ilmiah, sehingga menghasilkan sebuah laporan tertulis yang nantinya akan dapat dijadikan rekomendasi untuk penyelesaian permasalahan-permasalahan yang ada di kalangan BMI, bagi pemerintah Indonesia.

Baca Juga

Tim Kajian BMI ini mengawali pergerakannya dengan pendeklarasian pembentukan pada tanggal 15 April 2017 di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, di Taipei, bertepatan dengan pelantikan pengurus PPI Taiwan masa bakti 2017/2018. Sejak pembentukannya, Tim Kajian BMI telah beberapa kali memperkenalkan diri. Diantaranya melalui wawancara eksklusif memperingati Hari Buruh Sedunia (biasa disebut Mayday), 1 Mei 2017 lalu, di media Radio PPI Dunia yang disampaikan oleh Andi Nova Ahmad (mahasiswa S2 di National Kaohsiung University of Applied Sciences) sebagai koordinator tim ini. Selain itu juga dengan sebuah peluncuran artikel khusus tentang reportase dari demo untuk memperingati Mayday, yang ditulis oleh Jonathan S. Parhusip (Mahasiswa S2 di National Chiao Tung University) di laman web Radio Republik Indonesia (RRI).

Harapannya, dengan adanya geliat positif Tim Kajian BMI dari PPI Taiwan ini, akan memantik simpati dari mahasiswa-mahasiswa lain yang tergabung di PPI negara-negara lain di dunia untuk turut serta bergabung menjadi supporting system agent pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan kesejahteraan BMI di luar negeri, sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas sebagai pelajar/mahasiswa.

Salam Perhimpunan!

#KotakAjaib

Sumber:

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no. 3 tahun 2013 Tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri
  2. Ritan, Rosvita Golu. 2016. JURNAL PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BURUH MIGRAN (STUDI KASUS BURUH MIGRAN ASAL KABUPATEN FLORES TIMUR). <http://e-journal.uajy.ac.id/9247/1/JURNALHK10922.pdf> diakses pada tanggal 7 Mei 2017
  3. http://www.bnp2tki.go.id/uploads/data/data_08-02-2017_111324_Data-P2TKI_tahun_2016.pdf
  4. https://buruhmigran.or.id/2012/09/20/apa-definisi-buruh-migran/
  5. http://rri.co.id/post/berita/389827/feature/wajah_kerah_biru_di_taiwan_refleksi_hari_buruh_indonesia_di_mancanegara.html yang di-refer dari https://ppitaiwan.org/2017/05/05/wajah-kerah-biru-di-taiwan-refleksi-hari-buruh-indonesia-di-mancanegara/ karena masalah loading pada web asli.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RAHMANDHIKA FIRDAUZHA HARY HERNANDHA

Mahasiswa di National Central University, Taiwan. Mengambil bidang study Material (ilmu bahan) dan fokus pada Magnesium sebagai obyek riset sejak S1. Selain kuliah, hobi sampingan saya adalah membaca ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie