Smart Lighting alias lampu pintar yang jadi bagian dari Smart City, ikut digarap oleh Telkom melalui anak usahanya, PINS Indonesia, dengan menggandeng Solarens Ledindo.

Solarens sendiri digandeng PINS untuk penyediaan solusi smart lighting berbasis lampu LED, instalasi, penyediaan support untuk warranty smart lighting, serta pengembangan devices yang mendukung aplikasi lampu pintar.

"Lampu pintar ini merupakan teknologi lampu yang didesain untuk bisa diremote jarak jauh, sehingga nyala lampu dapat terjadwal dengan baik. Serta lampu pintar ini dapat memberikan efisiensi energi," ungkap Presiden Direktur PINS Indonesia, Prasabri Pesti.

"Kerjasama antara PINS dengan Solarens merupakan kerjasama yang strategis, dimana saat ini tren bisnis di Indonesia mengacu pada IoT, dan lampu pintar merupakan bagian dari IoT yang merupakan fokus bisnis PINS," tambah Prasabri.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Merujuk data dari Research and Markets, secara global diprediski nilai pasar Smart Lighting mencapai USD 78 miliar pada tahun 2022 dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) 11,7%.

Kemudian untuk potensi market Internet of Things (IoT) di Indonesia berdasarkan data Machina and Cisco SPTG analysis, Smart City sampai tahun 2020 berada diperingkat ketiga dimana Smart Lighting masuk ke dalam ekosistem kota pintar.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Solarens Ledindo Irvin E Busser, mengatakan di Indonesia selama ini yang ada hanya lampu biasa saja yang tidak efisien, dan berakibat pada tingginya biaya listrik.

Solusi smart lighting ini terhubung dengan perangkat yang dapat dibawa-bawa seperti smartphone atau laptop, sehingga perangkat Node Controller yang terdapat pada setiap smart lighting, memungkinkan lampu dioperasikan dari jarak jauh, serta dapat mengoperasikan lampu secara terjadwal dan juga mendapatkan notifikasi jika terdapat gangguan pada lampu.

Dengan menggunakan solsusi smart lighting, dapat menjadi suatu solusi yang dapat mengefisienkan penggunaan listrik pada smart lighting. Ditambah lagi dengan solar panel, dapat lebih jauh menghemat penggunaan listrik sehingga biaya operasional lebih efisien.

Solusi smart lighting ini sudah diuji coba pada jembatan layang (flyover) Antapani Bandung yang baru saja diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 24 Januari 2017.

"Kami punya kesempatan bekerja sama dengan PINS yang merupakan subsidiary dari Telkom, dan Solarens sendiri siap untuk mendukung Telkom PINS dalam penyediaan solusi Smart Lighting," jelas Irvin.

Salah satu alasan PINS memilih Solarens sebagai mitra bisnisnya, tak lain karena perusahaan itu merupakan penyedia smart lighting karya anak bangsa dimana tingkat kandungan lokalnya (TKDN) tinggi yang merupakan salah satu regulasi penting.

"Tentunya produk lampu pintar ini akan melengkapi lini produk Telkom Solution, baik untuk target pasar korporasi dan bisnis serta pemerintahan di Smart City," pungkas Prasabri menutup percakapan

Sumber : detik.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu