Lupa Sandi?

Dan Tesla Pun (Akan) Mengaspal di Jalanan Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Dan Tesla Pun (Akan) Mengaspal di Jalanan Indonesia

Beberapa hari ini, peminat dunia otomotif Indonesia dibuat terkejut dengan hadirnya Tesla Model X di sebuah dealer di Jakarta. Tesla, adalah sebuah brand kendaraan berbahan bakar listrik yang didirikan oleh Elon Musk dan berpusat di California, AS. Baru-baru ini, Tesla menjadi sebuah perusahaan dengan kapitalisasi pasar melebihi raksasa Amerika, Ford. Tesla ini tak hanya berbahan bakar non fosil (listrik), namun juga mobil yang mempunyai kemampuan auto-driving, yakni kemampuan melaju dengan tanpa sang driver.

Mobil Tesla ini akan mengaspal di Indonesia setelah dibawa masuk oleh Prestige Image Motor sebagai importir umum yang mendapat kesempatan sebagai distributor Tesla. Mobil yang paling banyak diperbincangkan di dunia ini tentu akan menjadi jawaban bagi mereka yang sadar akan isu lingkungan, terutama polusi yang mengakibatkan pemanasan global, dan tentu saja memiliki uang lebih untuk memilikinya.

Tesla Model X, kini ada di Indonesia | Otomania.com
Tesla Model X, kini ada di Indonesia | Aditya Maulana - Otomania

Tesla Model X yang di bawa ke Indonesia sendiri adalah sejenis SUV bertenaga listrik dengan bermacam fitur keamanan dan assist yang membantu pengemudi. Yang paling utama tentu saja adalah kemampuan Model X menghindari kecelakaan dengan 12 sensor ultrasonik di sekeliling mobil, juga sistem autopilot yang bisa memanjakan pengemudi.

Baca Juga

Seperti dilansir Kompas.com, sekali pengisian baterai, Tesla Model X mampu menempuh daya jelajah sejauh 380 kilometer, dengan kecepatan maksimal mencapai 210 km/jam. Konon, mobil ini sama sekali tidak memerlukan perawatan layaknya mobil konvensional. Hanya diperlukan upgrade sistem komputerisasi yang ada di dalam "otak" mobil.

Mobil listrik untuk saat ini dipercaya menjadi solusi untuk menekan emisi kendaraan. Kendaraan jenis ini juga dipercaya akan menjadi kendaraan mainstream di masa depan yang akan menggantikan mobil-mobil berbahan bakar konvensional seperti yang kita lihat setiap hari di jalanan.

Tesla sendiri kini sudah dapat ditemui lalu lalang di Amerika Serikat, terutama di negara bagian California. Tesla telah menciptakan era baru. Pabrikan mobil-mobil dunia kini berlomba-lomba membangun mobil listrik dan menyambut era baru ini. Sebuah era di mana kendaraan tak lagi berdiri sendiri, tapi sudah terkoneksi dengan server, dan mampu diupgrade 'otaknya' layaknya mengupgrade sistem operasi iPhone atau Android, kendaraan yang cerdas, dan mampu "berpikir" menggunakan algoritma big data.

Future Faraday 91, mobil cerdas saingan Tesla | DesignBoom.com
Future Faraday 91, mobil cerdas saingan Tesla | DesignBoom.com

Mulai dari startup-startup mobil cerdas seperti LeEco, Future Faraday, maupun Lucid, juga pabrikan besar seperti Porsche, Chevrolet, Toyota, BMW, dan lain-lain, sekarang memulai menuju ke arah itu.

Taksi berbahan bakar listrik tanpa pengemudi di Singapura | TechinAsia
Taksi berbahan bakar listrik tanpa pengemudi di Singapura | TechinAsia

Singapura akan segera memberlakan taksi berbahan bakar listrik ini, yang juga tanpa pengemudi. Dubai dan beberapa kota besar lain, akan mengikuti. India bahkan sudah mencanangkan ambisi besar, bahwa mulai tahun 2030, negara itu hanya akan menjual kendaraan berbahan bakar listrik.

Kita benar-benar memasuki era baru.

Siapkah Indonesia menyambut era ini?

Menurut saya, Indonesia sebaiknya memanfaatkan era baru ini untuk membangun sendiri kemampuan menciptakan mobil berbahan bakar non fosil. Toh, di luar sana, semua juga baru memulai, dan kalaupun kita tertinggal, belum begitu jauh tertinggal. Industri ini sedang menemukan pola.

Mobil listrik Selo, karya anak negeri | Liputan6.com
Mobil listrik Selo, karya anak negeri | Liputan6.com

Beberapa tahun lalu, hari-hari kita dihiasi dengan hadirnya mobil-mobil listrik karya anak bangsa. Kita ingat, pernah punya mobil sport listrik, bis listrik, dan lain-lain. Secara kemampuan, rasanya insinyur-insinsyur kita punya, dan tentu bisa selalu diupgrade. Tentu itu belum cukup, perlu ekosistem yang kuat agar kendaraan-kendaraan made-by and made-in Indonesia ini bisa terus berkembang, baik dari segi kualitas, maupun market engagement. Dan itu perlu peran semua pihak, pemerintah, kita, akademisi, kampus-kampus, dan tentu dana besar.

Mobil Listrik Gendhis, juga karya anak bangsa | kickdahlan.wordpress.com
Mobil Listrik Gendhis, juga karya anak bangsa | kickdahlan.wordpress.com

Kehadiran Tesla dengan segala kecanggihan dan kehebatannya, seyogianya tak lagi menjadi awal dari membanjirnya produk-produk serupa dari luar sana, tapi menjadi pemicu dan cambuk kita semua, untuk membangun industri sendiri, yang akan menjadi icon dan kebanggaan negeri.

Meanwhile, selamat datang, Tesla!

Label:
tesla
Pilih BanggaBangga18%
Pilih SedihSedih18%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi12%
Pilih TerpukauTerpukau29%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata