Mudik Bareng Guyub Rukun. Begitu tema nasional untuk penyelenggaraan Mudik Lebaran 2017. Tema ini digagas pemerintah, melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Ekonomi Kreatif.

Menurut Kemensetneg, tema ini lahir sebagai refleksi akan kepedulian, kebersamaan dan kerukunan, yang berakar dari budaya Indonesia.

"Pemerintah berkomitmen untuk menjamin mudik Lebaran tahun ini berjalan dengan selamat, aman dan nyaman. Kami ingin masyarakat yang melakukan mudik dapat menikmati perjalanan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

Layanan angkutan Lebaran tahun ini diharap berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Untuk itu pemerintah mengharap bantuan dari segala pihak untuk bergotong royong memperlancar agenda mudik.

Demi dapat memberikan pelayanan terbaik, Menhub meminta seluruh jajarannya dan BUMN sektor transportasi untuk tidak mengambil cuti selama masa mudik. Masa mudik berlangsung mulai H-10 hingga H+15, atau pada 15 Juni sampai 11 juli 2017 mendatang.

Kemenhub telah mengidentifikasi tiga faktor utama untuk dijadikan prioritas, yaitu kesiapan sarana dan prasarana transportasi serta perilaku berkendara.

Pengguna angkutan umum tahun ini meningkat empat persen, atau sekitar 19 juta orang. Agar dapat mengangkut semua penumpang, Kemenhub tingkatkan kapasitas seluruh angkutan umum. Selain itu, kelaikan angkutan diperhatikan dengan melakukan pengecekan terhadap seluruh moda transportasi.

Khusus bus umum, akan ditempeli stiker bertanda laik jalan di kaca depan. Masyarakat diminta memastikan bus yang ditumpanginya memiliki stiker tanda tersebut.

Sedangkan pemudik dengan kendaraan pribadi diharap melakukan mudik di luar hari perkiraan puncak mudik, yaitu pada H-3 hingga H-2 Lebaran. Juga menghimbau agar pengguna sepeda motor memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang diberikan pemerintah maupun swasta.

Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan angka kecelakaan. Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan pemudik, agar tiba selamat sampai kampung halaman dan sekembalinya nanti.

Penetapan tema dengan nuansa penuh kebersamaan ini, sebagai kelanjutan dari perayaan Pekan Pancasila yang berlangsung 29 hingga 4 Juni 2017 lalu. Kebersamaan dan gotong-royong, menurut Kemensetneg, merupakan bagian dari perwujudan hidup Pancasila. 

Demi memeriahkan dan mengingatkan himbauan mudik bareng guyub rukun, Kemenhub menyiapkan materi publikasi yang dapat diunduh pengguna media sosial di situs Kemenhub. Kawan GNFI dapat pula ikut mengampanyekan mudik guyub dengan memasang foto diri, disamping himbauan pemerintah tersebut.

Mari ciptakan mudik bareng yang guyub dan rukun!

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu