Lupa Sandi?

Indonesia Open, Turnamen Bulutangkis Dunia Bertabur Prestasi Anak Bangsa

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Indonesia Open, Turnamen Bulutangkis Dunia Bertabur Prestasi Anak Bangsa

Indonesia mencatat sejarah panjang kemenangan dalam berbagai turnamen bulutangkis dunia. Selain miliki atlet berkelas dunia, Indonesia juga miliki turnamen bergengsi kelas internasional, yaitu Indonesia Open. Berikut serba-serbi Indonesia Open Super Series, sebagaimana dirangkum kompas.com.

Saat penyelenggaraan pertama Indonesia Open di tahun 1982, Indonesia hanya meraih tiga gelar. Para atlet nasional baru menyabet semua kategori di tahun berikutnya. Kemenangan telak kembali terjadi pada 1996, 1997 dan 2001. 

Hingga 2003, perhelatan Indonesia Open dilaksanakan di delapan kota berbeda. Kemudian hanya diselenggarakan di Jakarta, hingga tahun ini. 

19 tahun setelah turnamen perdana, Indonesia Open mulai diperhitungkan sebagai salah satu ajang olahraga paling bergengsi dunia. Apalagi setelah menjadi bagian dari Federasi Badminton Dunia (BWF) Super Series. Pada 2011, BWF berikan label Super Series pada Indonesia Open, yang membuat turnamen ini masuk dalam kejuaraan papan atas dunia.

Baca Juga

Sebagai tuan rumah, rekor juara Indonesia Open pun dipegang sejumlah atlet nasional. Pada tunggal putri, nama Susi Susanti dinobatkan sebagai juara terbanyak, yakni sebanyak enam kali. Pada tunggal putra ada Taufik Hidayat dan Ardy Bernardus Wiranata, juga menjadi juara sebanyak enam kali.

Sedangkan pada nomor Ganda Campuran, Tri Kusharjanto juga menjuarai sebanyak enam kali. Secara keseluruhan, setidaknya ada 81 tropi yang diraih atlet nasional dalam Indonesia Open. Indonesia Open telah menggelar 135 pertandingan, yang diikuti oleh 310 atlet berbagai negara.

Pilih BanggaBangga91%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas