Lupa Sandi?

Mahasiswa UNY Ciptakan Media Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal

yuli widiyatmoko
yuli widiyatmoko
0 Komentar
Mahasiswa UNY Ciptakan Media Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal

Indonesia merupakan negara yang memiliki kondisi geografis yang begitu rentan terhadap bencana alam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukan data bahwa sejak Januari hingga September 2016 saja sudah terjadi bencana alam sebanyak 1.704 kali dengan total korban sebanyak 2.623.861 jiwa (BNPB, 2016).

Selama ini usaha peningkatan kemampuan kesiapsiagaan terhadap bencana hanya terfokus pada orang dewasa, sementara bagi anak-anak usia sekolah masih sangat minim. Penguasan kemampuan mitigasi bencana bagi siswa sekolah dasar begitu penting karena bermanfaat hingga dewasa. ­Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana yakni dengan pengadaan media pembelajaraan  Pop-Up Book. Pop-Up Book adalah salah satu bentuk media pembelajaran tiga dimensi. Pop-Up Book adalah sebuah buku yang memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur 3 dimensi serta memberikan visualisasi cerita yang menarik, mulai dari tampilan gambar yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka. Dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa media Pop-Up Book adalah media berbentuk buku yang mempunyai unsur tiga dimensi dan gerak. Pada Pop-Up Book, materi disampaikan dalam bentuk gambar yang menarik karena terdapat bagian yang jika dibuka dapat bergerak, berubah atau memberi kesan timbul (Pramesti, 2015 : 22).

Disisi lain, Indonesia memiliki kearifan lokal yang sangat banyak. Kearifan lokal merupakan pandangan dan pengetahuan tradisional yang menjadi acuan dalam berperilaku dan telah dipraktikkan secara turun temurun untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan dalam kehidupan suatu masyarakat. Kearifan lokal berfungsi dan bermakna dalam masyarakat baik dalam pelestarian sumber daya alam dan manusia, pemertahanan adat dan budaya, serta bermanfaat untuk kehidupan (Permana dkk, 2011).

Perpaduan antara materi mitigasi bencana dan kearifan lokal Indonesia melalui media pembelajaran Pop-Up Book merupakan kombinasi yang menarik. Hal tersebut menarik perhatian salah satu Tim PKMP-PSH UNY untuk memadukan keduanya ke dalam sebuah media pembelajaran. Tim yang diketuai oleh Yuli Widiyatmoko (Pendidikan Geografi 2015) dan beranggotakan Nuhnia Reny Pertiwi (Pendidikan Geografi 2015), Ika Vebrianti (Pendidikan Geografi 2015), dan Bagus Wibowo (Pendidikan IPA 2014) menciptakan produk media pembelajaran mitigasi bencana berbasis kearifan lokal yang dinamai “DIMIPOBO: Disaster Mitigation Pop-Up Book”. Nama Dimipobo dipilih karena menarik, mudah diingat, dan memiliki kesan anak-anak. Hal ini sesuai dengan target utama dari dibuatnya media pembelajaran ini yakni siswa kelas 4 sekolah dasar. 

Harapannya media pembelajaran mitigasi bencana berbasis kearifan lokal ini dapat diperbanyak jumlahnya dan disebarkan ke berbagai sekolah di Indonesia guna meningkatkan kemampuan mitigasi bencana pada siswa sekolah dasar melalui cara yang unik, menarik, dan inovatif.


Sumber:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2016. Jumlah Kejadian Bencana, Korban, dan Dampaknya sampai Bulan September 2016.
http://dibi.bnpb.go.id/. Diakses pada 05 Oktober 2016.

Permana, C.E. 2010. Kearifan Lokal Masyarakat Baduy dalam MitigasiBencana. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Pramesti, J. 2015. Pengembangan Media Pop-Up Book Tema Peristiwa Untuk Kelas III Sd Negeri Pakem 1. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG YULI WIDIYATMOKO

Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY '15 | Belajarlah karena tidak ada seseorang yang lahir dalam keadaan berilmu ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie