Lupa Sandi?

[Foto] Catatan Mudik 2017: Indonesia benar-benar Bangsa Guyub, Ini Buktinya

Wahyu Aji
Wahyu Aji
0 Komentar
[Foto] Catatan Mudik 2017:  Indonesia benar-benar Bangsa Guyub, Ini Buktinya

Energi itu pastilah bernama rindu. Dialah yang menggerakkan jutaan penduduk Indonesia  dalam waktu hampir bersama, pergi dan pulang. Jalan raya, stasiun, terminal, pelabuhan, bandar udara, semuanya dipadati orang yang hendak bertemu keluarga dan sanak kerabat di hari lebaran. Inilah mudik. 

Namanya juga rindu, seperti cinta kadang bisa membuat orang sangat nekat. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan kilometer ditempuh. Ada yang dengan persiapan matang, ada juga yang pokoknya berangkat bagaimanapun caranya. Hingga ada kakak beradik yang memaksakan diri pulang dari Palembang ke Ciledug, Tangerang, dengan mengayuh sepeda karena tak punya ongkos tapi sudah kepalang kangen dan ingin berlebaran dengan sang Ibu. Tentu saja ini bukan kenyataan yang aman untuk dincontoh. Menempuh perjalanan jauh haruslah butuh persiapan yang cukup, mulai fisik, sarana transportasi, hingga persiapan ekonomi. 

Di Indonesia, mudik adalah pekerjaan yang sangat besar. Bagaimana tidak besar, jumlah yang mudik lebih dari 18 juta orang. Jumlah ini lebih dari separuh penduduk Malaysia, dan  lebih dari dua per tiga total penduduk Australia. Maka sebenarnya wajar kalau di masa mudik kepadatan terjadi di mana-mana, seperti apapun antisipasi yang sudah dilakukan oleh pemerintah. 

Seorang sumber di Kementerian Perhubungan menyebutkan, “Seandainya para pemudik bisa diatur pergi dan pulang secara bergantian selama empat bulan, semuanya akan aman dan normal. Tapi kan tidak mungkin seperti itu, semuanya ingin dekat-dekat waktu lebaran, kita hanya punya beberapa hari saja untuk pergi dan pulang,” tuturnya. 

Tapi kita perlu bersyukur, dari tahun ke tahun mudik berjalan semakin baik. Penyelenggaraan mudik tahun sebelumnya selalu dijadikan bahan evaluasi untuk  menyambut mudik tahun berikutnya, dan kita melihat tahun ini persiapan jauh yang lebih matang dengan kolaborasi antar pihak yang bertanggung jawab secara langsung dan pemangku kepentingan lainnya.  

Angka resmi dari Kementerian Perhubungan menyebutkan, 167.146 personil dari berbagai instansi diterjunkan untuk kelancaran, kenyamanan, dan keamanan masyarakat selama operasi mudik tahun 2017, yang berlangsung dari 15 Juni hingga 10 Juli. Angka tersebut berasal dari Polri, TNI, Dinas-Dinas Perhubungan, Dinas-Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga Pramuka. Ini belum termasuk unsur swasta dan masyarakat lainnya yang memgambil berbagai peran, mulai dari membuat posko-posko mudik, hingga penyelenggaraan mudik gratis.  

Ratusan kilometer ruas jalan tol yang masih dalam proses penyelesaian pun dibuka sebagai jalan fungsional untuk mengurangi kepadatan di jalan-jalan arteri. Kantor-kantor pemerintahan dan  fasilitas umum lainnya di berbagai daerah  digunakan sebagai tempat-tempat istirahat bagi pemudik.

Guyub dan Rukun

Mudik tahun ini pun terasa berbeda, karena terdapat tema besar yang menjadi semangat semua pihak untuk menyukseskan mudik. Tema itu adalah Guyub Rukun. 

Bukan sekadar menjadi tema atau slogan, hal ini diterjemahkan dalam berbagai aspek penyelenggaraan mudik. Antara lain dalam hal koordinasi antar sektor untuk memberikan pelayanan mudik yang maksimal.

“Tema ini lahir dengan merefleksikan kepedulian, kebersamaan, kerukunan, serta berangkat dari akar budaya Indonesia,” demikian penjelasan Sekretariat Negara RI tentang tema Guyub Rukun. 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
  Kerja sama antar sektor membuahkan penyelenggaraan mudik yang lebih "selamat dan nyaman" I @kemenhub151

Bangsa Bahagia

Idul Fitri dan Mudik, bagaimanapun selalu memberikan pengalaman kolektif dan personal yang luar biasa bagi sebagian besar masyarakat kita. Semuanya bersemangat, tak peduli dari mana dan apapun latar belakang sosial dan ekonominya. 

Di jalan-jalan raya dan fasilitas publik pendukung transportasi, memang banyak dijumpai kepadatan, kemacetan, bahkan hingga berdesakan. Namun dalam kondisi seperti itu terlihat sekali masyarakat begitu guyub, sangat rukun. Tegur sapa terjadi, saling tolong, hingga saling berbagi selama perjalanan. Petugas yang mengatur lalu lintas dan keamanan memang tidak libur, tapi di wajah mereka tergurat rasa riang dan bahagia untuk melayani. Begitu juga para pengemudi dan awak angkutan umum. Betul-betul aktivitas yang sebenarnya menguras energi, tapi dilalui dengan gembira. Apa sebenarnya yang  menyebabkan itu semua terjadi, kalau tidak rindu dan semangat untuk pulang dan berkumpul yang menggebu-gebu. 

Di daerah, di desa-desa, di kampung halaman, suasana semakin guyub. Mudik lebaran seperti proses pengisian kembali energi bagi masyarakat yang selama setahun bekerja dan merantau. Berkumpul, bersilaturahmi, berkangen-kangenan, dan tentu saja berlibur. 

Ah, kata-kata saja tak akan pernah bisa tuntas untuk mendeskripsikan betapa mudik adalah event  agung yang sekaligus “mengaduk-aduk” perasaan. Mendingan kita lihat foto-foto berikut, yang merupakan sebagian foto-foto kiriman netizen dari berbagai daerah melalui akun instagram @GNFI:

Di tiap pagi ied, warga desa Bajing, Kroya akan berduyun-duyun datang ke mesjid di ujung jalan Merak. Ada yang naik kendaraan dengan beragam plat nomor (mulai R, AB, B dll) IG: @k.yaumil
Di tiap pagi ied, warga desa Bajing, Kroya akan berduyun-duyun datang ke mesjid di ujung jalan Merak. Ada yang naik kendaraan dengan beragam plat nomor (mulai R, AB, B dll) I @k.yaumil
Tiap mudik, konsisten jadi tukang foto keluarga sakinah di belakang rumah. Backyard, Ds.Krajan-Magetan, Jawa Timur I @cikunsolihat
Tiap mudik, konsisten jadi tukang foto keluarga sakinah di belakang rumah. Backyard, Ds.Krajan-Magetan, Jawa Timur I @cikunsolihat
MERANTAULAH dan engkau akan tahu nikmatnya mudik. 😆 I @akbarwaskita

MERANTAULAH dan engkau akan tahu nikmatnya mudik. 😆 I @akbarwaskita

Siap berangkat menuju Kisaran
Siap berangkat menuju Kisaran I @fadlunrahman
Momen Berfoto bersama keluarga dan Saudara saat mudik di Kampung Halaman Gresik, Seruan-Seruan Berbagi kisah cerita waktu kecil sambil mengenang momen dahulu di depan rumah eyang yang telah berubah menjadi kandang Sapi 🐂😆 I @zouall
Momen Berfoto bersama keluarga dan Saudara saat mudik di Kampung Halaman Gresik, Seruan-Seruan Berbagi kisah cerita waktu kecil sambil mengenang momen dahulu di depan rumah eyang yang telah berubah menjadi kandang Sapi 🐂😆 I @zouall
Tujuan dari mudik yang utama adalah untuk bersilahturahmi dengan keluarga besar yang kini tinggal terpisah-pisah dan berkumpul semua dirumah nenek di Kota Malang I @hendyfight
Tujuan dari mudik yang utama adalah untuk bersilahturahmi dengan keluarga besar yang kini tinggal terpisah-pisah dan berkumpul semua dirumah nenek di Kota Malang I @hendyfight
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun merayakan Idul Fitri bersama awak bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta I @budikaryas
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun merayakan Idul Fitri bersama awak bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta I @budikaryas

[Selama periode 15 Juni - 10 Juli 2017, GNFI bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyebarkanluaskan info-info seputar mudik melalui program #IndonesiaMudik.  Diamplifikasi melalui media sosial, website GNFI, dan komunitas] 

Pilih BanggaBangga63%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang38%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG WAHYU AJI

Good News from Indonesia ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara