Lupa Sandi?

Taufiq Effendi, Tunanetra yang berhasil menggebrak Indonesia

Agatha Olivia Victoria
Agatha Olivia Victoria
0 Komentar
Taufiq Effendi, Tunanetra yang berhasil menggebrak Indonesia

"Tiga tahun telah berlalu. Makin hari aku makin gila. Beberapa kali menjalani operasi menyambungkan saraf mata dan menjahit retina tak juga membuahkan hasil. Beraneka ragam pengobatan alternatif dari berbagai negara tak juga mengembalikan penglihatanku. Setiap hari aku mencoba menghibur diri. Aku berpura-pura melakukan rutinitasku sebelum penglihatanku hilang." - Taufiq Effendi

Taufiq Effendi telah menjadi tunanetra sejak usia 10 tahun. Ia tertabrak sebuah kendaraan ketika usia enam tahun. Empat tahun kemudian, retina dan saraf mata kanannya rusak dan sejak itu ia hanya mengandalkan mata kirinya yang ternyata menderita rabun jauh berat, minus 6 silinder 3. Lima tahun kemudian, retina mata kirinya robek dan lepas dan beberapa saraf matanya putus. Ia menjalani berbagai operasi dan pengobatan tetapi tidak berhasil.

Tetapi kondisi tersebut tidak membuat dia menyerah dengan kehidupan. Dengan kondisinya saat itu membuat Taufiq makin gigih dalam belajar. Walaupun berkali-kali putus sekolah dan ditolak dalam pekerjaan dikarenakan oleh kondisi fisiknya, ia pun berhasil meraih gelar sarjana dalam waktu 3,5 tahun di Universitas Negeri Jakarta. Ia juga aktif dalam berorganisasi.

"Bu, Taufiq pengen keliling dunia" itulah kalimat yang selalu diutarakan Taufiq saat kecil. Kalimat itu pun memotivasi Taufiq untuk mengejar beasiswa walaupun dengan segala kekurangannya. Setelah 4 kali gagal melamar beasiswa S2, ia pun berhasil memperoleh beasiswa MA in Muslim Cultures di London dari Aga Khan University. Namun di tengah masa studinya, istri Taufiq hamil dan hal terebut membuat Taufiq harus putus kuliah.

Baca Juga

Tidak menyerah untuk melanjutkan S2, Taufiq pun kembali mencoba beasiswa ICT training dari Japan Braille Library yang diselenggarakan di Malaysia. Ia pun kembali bergembira karna lulus seleksi beasiswa tersebut.

Setelah itu, Taufiq bekerja di  Center for Civic Education Indonesia, sebuah yayasan yang menjalankan program-program pendidikan atas dana pemerintah Amerika Serikat. Baru beberapa bulan mengajar sebagai pengajar untuk program beasiswa belajar bahasa Inggris gratis untuk ratusan murid SMA/SMK dari keluarga yang tidak mampu, ia memperoleh beasiswa dari US Department of State untuk menghadiri teacher training and workshop selama tiga minggu di INTO Oregon State University, Corvallis, USA.

Dua tahun berikutnya, Taufiq mendapatkan beasiswa lainnya dari US Department of State untuk program pelatihan pengajaran bahasa Inggris dengan University of Oregon, USA. Setahun kemudian, ia kembali mendapatkan dua beasiswa dari Australia.

Siapa sangka seorang tunanetra bisa mendapatkan sekian banyak beasiswa dari luar negri?

Taufiq Effendi bersama Gebrakan Indonesia di UNDIP
Taufiq Effendi bersama Gebrakan Indonesia di UNDIP

Taufiq pun mendirikan Gebrakan Indonesia. Gebrakan Indonesia adalah sebuah organisasi yang dibangun untuk membakar semangat, membangkitkan dan memaksimalkan potensi diri para generasi muda Indonesia yang tak sedikit banyak mengkhawatirkan masa depan mereka. Organisasi ini dibentuk oleh Taufiq Effendi, seorang anak bangsa yang memiliki kekurangan fisik tetapi tidak pernah menyerah.

"Pesanku untuk masyarakat Indonesia: Bermimpilah! Biarkanlah anak-anak kita, anak-anak didik kita bermimpi sesukanya selama mimpi itu positif. Sering kali kata “mustahil”memiliki makna yang relatif. Kata ini sangat tergantung kepada pengalaman masing-masing individu. Pergi ke negara lain adalah hal yang mustahil bagi kedua orangtuaku sebelum akhirnya aku buktikan bisa. Kuliah juga mungkin untuk sebagian masyarakat kita masih merupakan hal yang mustahil. Sering kali, hal yang dianggap mustahil setelah berusaha keras menjadi mungkin. Mimpi akan menentukan masa depan anak-anak kita. Mimpi akan menentukan masa depan generasi penerus kita. Mimpi akan menentukan bangsa kita akan menjadi apa kelak. Mimpi akan menuntun doa kita, menuntun langkah kita,memecut usaha kita untuk terus berjuang, dan mimpi akan melemparkan kita semua melayang terbang menggapai bintang berkilauan."


Sumber: Gebrakan Indonesia | Blog Taufiq Effendi

Pilih BanggaBangga90%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AGATHA OLIVIA VICTORIA

Started as a Communication Student in Universitas Sriwijaya, Palembang. As a girl I’m a courageous one and I love challenge. I love travelling. My soul craves for new experiences and adventures. I w ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata