Nama-nama Pulau di Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Utrecht, Belanda

Nama-nama Pulau di Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Utrecht, Belanda

Kawasan Lombok di Kota Utrecht, Belanda, memiliki jalan yang semuanya dinamai atas nama-nama pulau di Indonesia © Google Maps

Indonesia memang memiliki sejarah kelam dengan Belanda. Dengan menjajah tanah air selama ratusan tahun, ternyata negeri kincir angin ini juga mendapatkan beberapa peninggalan akulturasi budaya dari Bangsa Indonesia.

Di Kota Utrecht misalnya. Sebagai Ibukota Provinsi Utrecht, dan kota terbesar keempat di Belanda, sebuah kawasan di kota ini memiliki jalan yang semuanya dinamai dengan nama-nama pulau yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kawasan ini bernama Lombok, lengkap dengan nama-nama jalan seperti Sumatera, Borneo, Java, Bali, Riau, Lombok, Semarang, Tidore, Flores, Surabaya, Ternate, Palembang, Bandung, dan Medan.

Selain memiliki jalan yang dinamakan dari nama-nama pulau di Indonesia, kota yang hanya berjarak 45 menit dari ibu kota Belanda, Amsterdam, merupakan rumah bagi sekitar 45 ribu warga muslim atau sekitar 14 persen dari total penduduk Kota.

Sehingga, tidak salah jika akan dengan mudah ditemukan Masjid Ulu di Kawasan Lombok, Kota Utrecht ini. Kawasan yang memiliki nama-nama jalan dari sebuah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar yang ada di seluruh dunia, yaitu Indonesia.

Pilih BanggaBangga29%
Pilih SedihSedih19%
Pilih SenangSenang19%
Pilih Tak PeduliTak Peduli14%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau10%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terpilihnya Guru Besar Indonesia Menjadi Wakil Ketua Komisi Pangan Dunia Sebelummnya

Terpilihnya Guru Besar Indonesia Menjadi Wakil Ketua Komisi Pangan Dunia

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi Selanjutnya

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi

Adi Perkasa

Pendidikan saya selalu ditempuh pada institusi negeri sejak SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Biaya kesehatan saya selama tiga tahun terakhir juga ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dari Negara Republik Indonesia. Belum lagi sumber daya negeri ini yang secara sengaja maupun tidak saya nikmati setiap harinya. Lalu, saya bertanya pada diri saya sendiri, apa yang bisa saya lakukan untuk tanah air ini selain selalu memberikan kabar baik baginya?

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.